x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Bagaimana Bisa Penyakit Sapi Gila Tertular Pada Manusia?

Penyakit sapi gila

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Penyakit sapi gila (mad cow disease) merupakan gangguan otak yang disebabkan oleh infeksi prion yang banyak ditemukan di Inggris, Skotlandia, Ales dan Irlandia Utara.

Prion merupakan protein abnormal yang banyak ditemukan dibeberapa bagian tubuh hewan ternak.

Dalam dunia kedokteran, penyakit sapi gila pada hewan dikenal dengan nama bovine spongiform encephalopathy (BSE).

Sedangkan pada manusia, dikenal dengan Creutzfeldt-Jakob (CJD).

Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) merupakan gangguan otak parah yang dapat berakibat fatal, bahkan bisa berujung kematian.

Gejala penyakit ini umumnya hampir sama dengan gejala demensia, penyakit Alzheimer, dan gangguan otak lainnya.

Bedanya, infeksi ini lebih agresif dan dapat bertambah parah dalam waktu singkat.

Menurut penelitian, penyakit sapi gila relatif langka dan jarang ditemukan.

Penyakit ini bisa menyerang satu dari sejuta orang pertahun dan lebih banyak ditemukan pada orang dewasa.

Empat Jenis Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD)

  • Sporadic CJD

Penyakit ini merupakan jenis penyakit sapi gila yang paling sering ditemukan.

Penyakit ini muncul sebagai perubahan protein otak menjadi protein abnormal yang disebut dengan prion.

Biasanya, penyakit ini terjadi pada orang dewasa berusia 45-75 tahun, dan gejalanya mulai berkembang pada usia 60-65 tahun.

  • Variant CJD(vCJD)

Jenis penyakit ini diakibatkan karena konsumsi daging ternak yang terinfeksi penyakit sapi gila dan mengandung prion.

  • Familial CJD

Penyakit ini adalah jenis penyakit sapi gila yang jarang ditemukan.

Jenis penyakit sapi gila ini menyerang setiap satu dari sembilan juta orang di dunia.

  • Iatrogenic CJD

Jenis penyakit ini ditularkan secara tidak sengaja melalui prosedur medis, seperti pengobatan dan operasi.

Peralatan medis yang tidak disterilkan bisa menjadi media penularan penyakit sapi gila jenis ini.

Apa itu penyakit sapi gila


Baca Juga:


Bagaimana Seseorang Dapat Tertular Penyakit Sapi Gila?

Sampai saat ini, belum diketahui dengan pasti bagaimana transmisi prion hingga menginfeksi saraf pusat dapa terjadi pada individu.

Menurut CDC agent, penyakit sapi gila yang dialami biasanya berasal dari perkembangan protein abnormal yang berubah menjadi prion dan menyebabkan penyakit BSE pada sapi.

Selanjutnya, konsumsi daging sapu yang sakit akan menyebabkan penyakit Variant CJD (vCJD) pada manusia.

Infeksi Variant CJD (vCJD) erat dikaitkan dengan konsumsi produk hewan atau olahan sapi yang terinfeksi prion. Namun, sangat kecil peluang ditemukan prion pada daging dan susu sapi.

Umumnya, prion menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang. Namun, beberapa prion juga berpotensi menginfeksi organ lain seperti limfa, liver, dan darah sapi.

Untuk sesama manusia, kontak fisik tidak akan menyebabkan penularan vCJD. Namun tetap dapat ditularkan melalui transplantasi organ manusia yang terinfeksi prion.

Gejala Penyakit Sapi Gila

Kebanyakan, para penderita sapi gila meninggal dunia dalam waktu satu tahun sejak gejala pertama muncul.

Penyakit sapi gila ditandai dengan beberapa gelaja berikut ini:

  • Gangguan ingatan dan fungsi otak lain.
  • Perubahan kepribadian.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Bicara tidak jelas.
  • Pengelihatan terganggu.
  • Mengalami gangguan psikologis seperti cemas depresi.
  • Beberapa bagian tubuh kesemutan dan sulit digerakkan.
  • Mengalami insomnia, demensia, dan dapat berlanjut menjadi koma.

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Sapi Gila

Tidak ada pengobatan khusus yang terbukti mengatasi penyakit sapi gila.

Pengobatan dengan antivirus dan antibiotik tidak memberikan pengaruh positif pada kondisi pasien.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjamin bahwa produk olahan hewan yang dikonsumsi terbebas dari risiko transmis prion dari BSE pada hewan.

Sobat, itulah penjelasan mengenai penyakit sapi gila. Semoga dapat menambah wawasan kamu, ya!



Buat Tulisan
3 Adab Menguap Dalam Islam yang Harus Kamu Perhatikan
Previous
3 Adab Menguap Dalam Islam yang Harus Kamu Perhatikan
Inilah Manfaat Timun untuk Mata Bengkak dan Mata Panda
Next
Inilah Manfaat Timun untuk Mata Bengkak dan Mata Panda
Related Articles
Back to
top