x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

7 Macam Penyakit Hati Menurut Islam yang Harus Dijauhi


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Penyakit hati adalah penyakit atau gangguan yang ada pada hati dan perasaan manusia.

Penyakit hati dalam Islam bukanlah penyakit hati yang menyangkut kesehatan, namun penyakit ada dalam hati seseorang yang bisa mempengaruhi perilakunya dan perbuatannya.

Sebagaimana yang sudah diisyaratkan Allah SWT dalam Al-quran,

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka (dengan surat itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.” (Qs. At Taubah : 125).

Dalam firman tersebut dijelaskan bahwa penyakit dalam hati seseorang bisa membawa pada kekafiran. Hal tersebut pastinya tidak diinginkan oleh seluruh umat Islam.

Lantas, seperti apakah penyakit hati dalam Islam? Berikut ini adalah beberapa penyakit hati yang biasa terjadi pada manusia dan berbahaya untuk diri sendiri bahkan orang lain jika dibiarkan begitu saja.

Takabbur. Takabbur adalah sombong atau tinggi hati. Yang mengerikan penyakit sombong jarang orang yang menyadarinya.

Praktiknya pun bermacam-macam, misalnya menganggap rendah orang lain, tidak bisa menerima saran dan kritik, merasa lebih baik dari orang lain, dan merasa dirinya selalu benar.

Allah SWT berfirman,

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.” (Qs. Al-Isra : 37).

Cara mengatasi sombong adalah membuka hati. Sadar bahwa di atas langit masih ada langit.

Jadi sudah sepatutnya kita tidak menganggap rendah orang lain dan dapat menerima kritik dan saran yang membangun.

Riya. Riya adalah pamer. Dalam konteks ini, riya yang dimaksud adalah memperlihatkan amal shaleh di depan orang lain dengan niat ingin dipuji manusia.

Padahal, urusan amal saleh itu seharusnya dijadikan niat untuk beribadah kepada Allah SWT semata.

Sebagaimana firman Allah SWT,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir...” (Qs. Al-Baqarah : 264).

Jangan sampai amalan dari sedekah  hilang tak berbekas karena terselip niat riya di dalamnya.

Ujub. Ujub adalah sifat yang terlalu mengagumi diri sendiri atas semua kebaikan yang ada dalam dirinya, tanpa ingat bahwa semua karunia yang ia dapat adalah pemberian dari Allah SWT.

Biasanya sifat ini dipicu oleh beberapa hal, yaitu sering berhasil melakukan pekerjaan, meraih banyak pujian, punya kekuasaan tinggi, dan masih banyak lagi.

Rasulallah SAW bersabda,

Tiga perkara yang membinasakan: rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri.” (HR. Thabrani).


Baca Juga:


Jangan biarkan sifat ujub ini menggerogoti iman. Jadi, tetaplah berzikir dan bersyukur karena setiap keberhasilan manusia datangnya dari Allah SWT.

Sumah. Sumah adalah sikap seorang muslim yang membicarakan atau memberitahukan amal shalehnya yang sebelumnya tidak diketahui atau tersembunyi kepada manusia lain.

Dengan niat agar dirinya mendapat kedudukan dan penghargaan dari mereka atau mengharapkan keuntungan materi.

Sebagaimana yang diisyaratkan Rasulallah SAW,

Siapa yang berlaku sumah maka akan diperlakukan dengan sumah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya.” (HR. Bukhari).

Hasad. Hasad adalah merasa iri dengki pada kenikmatan dan kelebihan orang lain, disertai harapan agar semua itu hilang dari orang tersebut.

Hasad hukumnya haram, apalagi kalau disertai tindakan atau ucapan secara langsung maupun tidak langsung.

Allah SWT berfirman’

Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. An-Nisa : 32).

Alangkah baiknya setiap kelebihan dan kesuksesan orang lain dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas diri jauh lebih baik.

Taqtir. Taqtir adalah pelit dalam artian menolak untuk menyisihkan sebagian hartanya bahkan untuk bersedekah.

Sifat seperti ini tidak akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. seperti firman Allah SWT,

Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (dilehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”(Qs. Al-Imran : 180).

Mengejar Duniawi. Terlalu fokus mengejar hal-hal yang bersifat duniawi sampai melupakan kewajiban beribadah kepada Allah SWT termasuk salah satu penyakit hati yang berbahaya.

Padahal seharusnya, kita menyiapkan bekal untuk menghadapi hari akhir.

Orang berakal adalah yang tidak panjang angan-angannya. Karena, siapa saja yang kuat angan-angannya, maka amalnya lemah. Siapa saja yang dijemput ajalnya, maka angan-angannya pun tidak ada gunanya. Orang berakal tidak akan meninggal tanpa bekal; berdebat tanpa hujah dan berbenturan tanpa kekuatan. Dengan akal, jiwa akan hidup; hati akan terang; urusan akan berjalan dan dunia akan berjalan.” (Ibn Hayyan al-Basti, Raudhatu al-Uqala wa Nuzhatu al-Fudhala).

Sobat Moslem, seperti itulah penyakit hati menurut Islam. Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat diatas. Amin.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Mengenal Kerajaan Aceh, Salah Satu Kerajaan Islam di Indonesia
Previous
Mengenal Kerajaan Aceh, Salah Satu Kerajaan Islam di Indonesia
Ketahui Cara Menanam Jagung Manis untuk Menghindari kegagalan
Next
Ketahui Cara Menanam Jagung Manis untuk Menghindari kegagalan
Related Articles
Back to
top