x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Begitu Pentingnya Merangkak Sebelum Berjalan, Mengapa?

Pentingnya Merangkak Sebelum Berjalan

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Pernah menemui adik, atau bahkan anak kita yang bisa langsung berjalan tapa merangkak terlebih dahulu?

Merangkak merupakan salah satu fase yang umunya dilewati oleh setiap bayi di masa perkembangannya, yang akhirnya bisa berjalan.

Namun, beberapa orangtua masih ada saja yang menyepelekan fase merangkak dan merasa bangga ketika si kecil sudah mampu berjalan.

Padahal, fase ini tidak kalah pentingnya dibandingkan fase lainnya. Lalu, seberapa pentingnya merangkak sebelum berjalan?

Orangtua Harus Tahu, Pentingnya Merangkak Sebelum Berjalan

Seorang ahli terapi okupasi pediatrik, Felice Sklamberg di New York University’s School of Medicine, mengungkapkan bahwa fase merangkak sangat bermanfaat untuk memperkuat anggota tubuh si kecil, terutama pada pergelangan tangan, siku, dan bahunya.

Selain itu, merangkak juga merupakan hal utama yang berfungsi untuk  melatih keseimbanngan dan perkembangan otot motoriknya.

Bukan hanya itu, merangkak ternyata juga dapat melatih keseimbangan fungsi otak  kanan dan kiri si kecil.

Jika kita perhatikan, bayi akan menggunakan tangan kanan dan kaki kiri kemudian tangan kiri dan kaki kanan secara bergantian.

Kombinnasi gerakan inilah yang menandakan adanya pertukaran informasi otak yang berjalan sangat cepat.

Hal ini juga yang menjadi bekal si kecil untuk melakukan aktivitas sulit seperti  berjalan, berlari, memindahkan barang dan lainnya. Itulah alasan pentingnya merangkak sebelum berjalan.

Mengajarkan anak merangkak


Baca Juga:


Kapan Waktu Terbaik Mengajarkan Anak Merangkak?

Seorang dokter anak di Children’s Hospital of Eastern Ontario di Ottawa, berpendapat bahwa kebanyakan bayi akan merangkak sejak memasuki usia 7 sampai 10 bulan. Selain itu, ada beberapa tipe merangkak pada bayi:

  • Bayi merangkak dengan lengan dan lututnya
  • Bayi merangkak dengan lengan dan kakinya
  • Bayi merangkak dengan menggunakan perutnya
  • Bayi merangkak dengan cara mengesot

Walaupun begitu, tidak semua bayi akan mengalami perkembangan sama pada usia yang sama.

Jika pada usia ini bayi tidak merangkak, ada kemungkinan ia mengalami kelebihan berat badan, mal nutrisi, atau keterlambatan berkembang.

Lalu, Bagaimana Jika Si Kecil Terlanjur Bisa Berjalan Tanpa Melalui Fase Merangkak?

Beberapa anak melawatkan fase merangkak karena beberapa faktor. Lalu, bagaimana jika bayi terlanjur sudah mampu berdiri dan berjalan?

Sebaiknya latih segera si kecil untuk merangkak secara perlahan, meskipun ia sudah mampu berjalan dengan cara membaringkan dan mengajaknya untuk tengkurap.

Kemudian, ajak anak untuk menghampiri kita atau  benda yang menjadi favoritnya. Meskipun hal ini baik untuk melatih motoriknya, namun jika si kecil menolak atau terlihat kurang nyaman tidak perlu terlalu memaksakan karena perkembangan setiap anak tentu akan berbeda.

Nah, setelah kita mengetahui seberapa pentingnya merangkak sebelum berjalan ada baiknya  kita juga mengetahui bahwa mengajarkan bayi merangkak juga butuh ekstra hati-hati.

Merangkak merupakan perkembangan yang sangat menantang, ia akan ke sana ke sini sesuka hatinya.

Sebagai orangtua tentu kita akan kewalahan, namun pastikan terus mengawasi si kecil agar tidak terjatuh atau  terbentur benda di sekitarnya.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Jangan Dibuat Pusing, Ini Trik Jitu Merayu Anak ke Dokter Gigi
Previous
Jangan Dibuat Pusing, Ini Trik Jitu Merayu Anak ke Dokter Gigi
Benarkah Menghangatkan Makanan dengan Microwave Bisa Menghilangkan Nutrisi?
Next
Benarkah Menghangatkan Makanan dengan Microwave Bisa Menghilangkan Nutrisi?
Related Articles
Back to
top