x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Pengurusan Jenazah Pasien Corona Dalam Pandangan Islam


Pengurusan-jenazah-pasien-corona

Sumber: jagaberita.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Duka mendalam dirasakan seluruh manusia di dunia atas meninggalnya 52.570 orang karena Coronavirus.

Duka itu pun ikut dirasakan masyarakat Indonesia. Hingga tulisan ini ditulis (03/04), ada sekitar 181 orang Indonesia yang meninggal dunia karena terinfeksi Corona.

Hal yang paling menyedihkan lagi adalah proses pemakaman korban meninggal dunia karena COVID-19 harus dilaksanakan sesuai dengan protokol yang berlaku, yakni tidak boleh dimandikan, tidak boleh melakkukan kontak fisik dengan jezanah, bahkan keluarga tidak boleh menghadiri pemakanan.

Lalu, bagaimana Islam memandang hal ini? Berikut penjelasan mengenai pengurusan jenazah pasien Corona dalam pandangan Islam.

Pengurusan jenazah pasien Corona dalam pandangan Islam

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un.

Beberapa video yang menampilkan proses pemakaman jenazah pasien COVID-19 bermunculan di media sosial.

Hal ini tentu membuat sedih banyak orang. Duka mendalam pasti menyelimuti keluarga korban, apalagi keluarga tidak diperbolehkan hadir dalam pemakaman ataupun berdekatan dengan jenazah.

Hal ini disebabkan karena jenazah pasien yang terkena masih bisa menularkan terutama cairan-cairan dari jenazah tersebut.

Pasien-corona-meninggal

sumber: Antarafoto

Maka, sebagai bentuk kehati-hatian, jenazah pasien Covid19 diperlakukan berbeda yaitu dibungkus plastik untuk melindungi agar tidak ada cairan yang keluar.


Baca Juga:


Pedoman pengurusan jenazah pasien Corona dalam pandangan Islam seperti memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan, telah tercantum dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 18 Tahun 2020. Jika ahli terpercaya berpendapat  bahwa memandikan jenazah tidak mungkin dilakukan, maka jenazah tidak perlu mendapatkan perlakuan tersebut.

Shalat ghaib bagi jenazah yang terkena COVID-19

Shalat jezanah hukumnya fardhu kifayah artinya apabila sudah dishalatkan oleh tim penyelanggara jezanah khusus covid-19, maka ini sudah mencukupi.

An-Nawawi menjelaskan hal ini adalah ijma’,

“Shalat jenazah terhadap mayit hukumnya fardhu klfayah dan tidak ada perselisihan dalam mazhab kami, ini adalah ijma’” [Al-Majmu’ 5/167]

Lalu, apakah boleh shalat ghaib untuk jenazah tersebut? Dilansir dari Muslim.or.id, shalat ghaib dilakukan khusus bagi jenazah yang tidak dishalatkan sama sekali sebagaimana Rasulullah yang melakukan shalat ghaib bagi raja Najasyi yang meninggal ditengah rakyatnya yang tidak beriman.

Tentu tidak ada yang menshalatkan jenazah raja Najasyi kala itu. Begitu juga dengan kasus jenazah kapal tenggelam atau pesawat tenggelam yang tidak ditemukan jezanahnya, maka jika demikian, shalat ghaib barulah dilakukan.

Jenazah-pasien-corona

Sumber: merdeka.com

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan,

“Pendapat yang benar adalah shalat ghabi dilakukan bagi mayit berada di daerah yang tidak ada yang menshalatkannya, maka kita shalat ghaib baginya sebagaimana Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam shalat ghaib untuk raja Najasyi.” [Zadul Ma’ad 1/301]

Pengurusan jenazah pasien Corona dalam pandangan Islam sudah ditentukan. MUI juga telah menyatakan fatwanya, maka kita harus mengikuti. Mari kita doakan dahulu agar korban meninggal COVID-19 mendapatkan pahala mati syahid karena wabah ini dan diberikan pahala yang sangat besar oleh Allah.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Cara Menghilangkan Biang Keringat Pada Bayi yang Mengganggu
Previous
Cara Menghilangkan Biang Keringat Pada Bayi yang Mengganggu
Bolehkah Shalat Menggunakan Masker? 3 Fiqh Kesehatan Dalam Urusan Ibadah Saat Wabah Corona
Next
Bolehkah Shalat Menggunakan Masker? 3 Fiqh Kesehatan Dalam Urusan Ibadah Saat Wabah Corona
Related Articles
Back to
top