x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Kuliner

Contek 4 Pengawet Makanan Alami Andalan Para Ibu


Durasi Baca: 1 Menit 10 Detik

Setiap makanan memiliki masa tersendiri kelayakan untuk dikonsumsi. Sejak dahulu, manusia mencoba berbagai metode untuk memperpanjang masa tersebut agar makanan tetap awet dan dapat disimpan lebih lama dengan cara mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.

Teknologi yang belum begitu canggih pada zaman itu menjadikan orang-orang menggunakan bahan pengawet makanan alami. Manfaat utama yang dapat diperoleh dari pengawet alami adalah dampak positif bagi kesehatan tubuh konsumennya.

Mengenal Jenis Pengawet Makanan Alami

Sejatinya kualitas makanan ditentukan oleh cita rasa, tekstur, warna, sekaligus nilai gizi. Demi  meningkatkan kualitas mutu nilai pangan, di sinilah peran metode pengawetan makanan berperan besar. Mari kita kenali satu persatu masing-masing jenis pengawet makanan alami:

Garam Dapur

Bahan ini sejenis mineral yang memiliki rasa asin, umumnya garam dapur yang sering digunakan adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Bentuk garam alami ialah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite.

Cara mengawetkan makanan menggunakan garam ini bisa dilakukan karena kemampuan garam menyerap cairan internal mikroorganisme sehingga menyebabkannya mengerut dan akhirnya mati.


Baca Juga:


Gula Pasir

Gula pasir merupakan butiran menyerupai kristal yang merupakan hasil pemanasan dan pengeringan sari tebu atau bit. Butiran berwarna putih ini tersusun atas 99.9% sukrosa murni. Biasanya gula pasir ditambahkan ke dalam makanan dan minuman untuk memberikan rasa manis. Di sisi lain, gula pasir juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet makanan alami. Sama halnya dengan garam, gula pasir memilik sifat higroskopis atau menyerap air sehingga sel-sel bakteri akan dehidrasi dan akhirnya mati.

 

Penggunaannya bisa ditaburkan atau dilarutkan dengan bahan makanan atau minuman yang akan diawetkan. Beberapa contoh produk yang diawetkan dengan penggulaan adalah selai, dodol, permen, manisan, sirup, maupun jeli.

Cuka

Produk hasil fermentasi dari bakteri acetobacter dinamakan larutan asam asetat atau lebih sering disebut cuka. Banyak jenis cuka beredar di pasaran, seperti cuka apel, cuka hitam, cuka aren, hingga cuka limau. Masing-masing cuka ini diperoleh dari bahan dasar fermentasi yang berbeda sesuai dengan namanya.

Telah terbukti secara ilmiah kalau cuka dapat menekan jumlah bakteri pemicu makanan menjadi busuk. Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan yang tidak boleh berlebihan, karena akan memengaruhi rasa keseluruhan dan tidak baik pula jika dikonsumsi.

Bawang Putih

Bumbu dapur dengan nama ilmiah Allium sativum ini populer dengan aroma dan rasanya yang khas. Bawang putih dapat memberikan citarasa lezat dan harum pada masakan. Tak hanya sebagai bumbu dapur, bawang putih ternyata sangat efektif sebagai pengawet makanan alami.

 

Kandungan senyawa allicin di dalamnya mampu mematikan bakteri gram positif dan gram negatif, serta mikroorganisme pembusuk makanan lainnya. Penggunaannya pun sangat mudah, cukup tambahkan bawang putih ke dalam potongan daging atau ikan lalu simpan di dalam freezer. Dengan cara ini saja, daging atau ikan dapat bertahan hingga 20 hari ke depan.

Daripada memilih pengawet sintetis yang berisiko bagi kesehatan, pilihlah empat pengawet makanan alami di atas untuk menjadikan makanan di rumah tahan lama untuk disimpan dan tetap lezat dikonsumsi. Selamat mencoba Sobat!

Danur K Atsari



Buat Tulisan
4 Obat Alami Sembuhkan Hidung Tersumbat Akibat Flu Pada Anak
Previous
4 Obat Alami Sembuhkan Hidung Tersumbat Akibat Flu Pada Anak
Tidak Bikin Gemuk, Ini 5 Pilihan Menu Makan Malam Sehat
Next
Tidak Bikin Gemuk, Ini 5 Pilihan Menu Makan Malam Sehat
Related Articles
Back to
top