x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Lovestyle

Menjadi Sepasang Pengantin Muslim yang Allah Ridhoi


Pada hakekatnya, setiap orang pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang akan menjadi pasangannya dengan jalan pernikahan. Setiap pasangan pasti ingin menikah dan menjadi pengantin muslim yang bahagia, namun bagaimana cara menjadi pengantin muslim diridhoi Allah SWt?

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa menikah, dia telah melindung separuh agamanya. Karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi.” (HR Al-Hakim dan Al-Tahawi)

Dalam hadist diatas, menunjukan bahwa dari sekian banyak sunnah yang diajarkan Rasulullah, menikah lah yang menjadi separuh dari agamanya. Bahkan ini memiliki arti bahwa menikah adalah hal  yang sangat penting dalam menyempurnai agama.

Tentukan Tujuan Berumah Tangga.

Dalam jalinan cinta berumah tangga, harus jelas apa tujuannya. Menikah, bukan hanya untuk memuaskan hati.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”


Baca Juga:


Menjalankan peran masing-masing.

Salah satu kunci bahagia dalam keluargga adalah menjalankan peran dari masing-masing kewajibannya, seperti suami yang bertanggung jawab kepada sang istri dan istri yang menjalankan kewajibannya kepada suami.

Peran isri yang menjadi kunci kebahagiaan adalah sebagai berikut:

  • Mengelola amanah dan harta suami
  • Melayani dan mendukung pekerjaan suami, tentunya dalam pekerjaan yang halal
  • Sebagai seorang ibu harus berperan dalam mendidik anak-anak
  • Memberikan kenyamanan dan kasih sayang pada suami dan mengingatkannya dari perbuatan maksiat
  • Tidak mempersulit suami dalam mencari dan menghasilkan nafkah yang halal
  • Mengelola aset dalam rumah tangga

Bentuk rumah tangga yang islami

Dalam berkeluarga, pasti ada saja masalahnya. Namun, jangan kita anggap itu sebagai hal yang besar, apalagi sampai ada dalam situasi yang rumit, seperti perceraian. Meskipun dalam Alqur-an Islam memiliki aturan dalam thalaq (perceraian), sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut:

“Thalaq (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan isteri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh isteri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zhalim.” [Al-Baqarah : 229]

“Kemudian jika dia (suami) menceraikannya (setelah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas isteri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.” [Al-Baqarah : 230]

Meskipun dalam Islam ada aturan dalam bercerai, namun tetap saja perceraian tersebut memiliki syarat-syarat untuk membolehkan sepasang suami istri melakukan cerai.

Untuk membentuk pernikahan yang diridhoi Allah, menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah.. suami istri harus melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya.

Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan Syari’at Islam adalah wajib hukumnya. Karena itu, setiap pengantin muslim yang membina rumah tangga harus mengikuti ajaran Islam yang telah memberikan jabaran hak dan kewajiban suami-istri.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Kado Untuk Ibu yang Tak Ternilai Harganya
Previous
Kado Untuk Ibu yang Tak Ternilai Harganya
Berburu Cafe Unik di Bandung
Next
Berburu Cafe Unik di Bandung
Related Articles
Back to
top