x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Sadari Pentingnya Pendidikan Seks pada Anak Jangan Anggap Tabu lagi


pendidikan-seks-pada-anak

(Source: Freepik)

Kasus kekerasan seks pada anak meningkat setiap tahunnya.

LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) mencatat kenaikan itu sangat terjadi dari 2016-2019.

Pada tahun 2016 sejumlah 25 kasus, lalu meningkat pada 2017 menjadi 81 kasus, pada 2018 menjadi 206 kasus, dan pada agustus 2019 meningkat menjadi 236 kasus.

Menurut LPSK jumlah kasusnya pastinya lebih dari angka-angka di atas, karena angka di atas merupakan jumlah kasus yang diterima oleh LPSK.

LPSK juga menjelaskan bahwa 87% pelaku kekerasan seks pada anak merupakan orang terdekat, sementara 13% dilakukan oleh orang asing atau orang tak dikenal.

Salah satu faktor yang membuat angka kekerasan seks pada anak terus meningkat adalah anak tidak memiliki cukup ilmu mengenai bagaimana cara melindungi diri mereka.

Di sinilah peran orang tua diperlukan untuk memberikan ilmu yang cukup mengenai pendidikan seks pada anak, agar anak mengetahui bagaimana cara melindungi diri mereka dari para “predator”.  

Tentunya perlu diluruskan bahwa pendidikan seks bukanlah mengajarkan anak cara berhubungan seks, namun memberikan pengetahuan kepada anak seputar alat kelamin, apa saja batasannya, dan bagaimana cara melindunginya.

Banyak orang tua yang bingung bagaimana memulai pendidikan seks pada anak apalagi di umur anak usia dini. Mari kita simak penjelasan lengkapnya mengenai pendidikan seks pada anak yang penting untk orangtua ketahui.

Pendidikan Seks pada Anak: Sebut Alat Kelamin dengan Benar

Langkah awal untuk melakukan pendidikan seks pada anak adalah dengan menyebut alat kelamin dengan benar. Orang tua perlu berhenti menganggap tabu menyebut alat kelamin anak dengan kata benda lain.

Seperti dompet untuk vagina atau burung untuk penis. Menurut psikolog Naomi E, ketika memberi tahu anak mengenai alat kelamin, orang tua tidak perlu memberikan istilah lain.

Sama halnya ketika orang tua menyebutkan hidung, mata, telinga, atau mulut.

Tujuannya untuk membangun keterbukaan, tidak menganggap tabu alat kelaminnya, serta menghindarikan anak dari ancaman kekerasan seksual.

Apabila orang tua menyamarkan nama alat kelamin anak, akibatnya anak akan mencari tau lewat temannya atau lewat internet yang belum tentu informasinya baik dan benar untuk diterima oleh anak.

pendidikan-seks-pada-anak-sejak-dini

(Source: Freepik)

Kenali Batasan dan Cara Menjaganya

Setelah itu, kenalkan alat kelamin kepada anak bahwa alat kelamin merupakan alat vital yang perlu dijaga.


Baca Juga:


Tidak boleh dilihat, disentuh, dipegang oleh siapapun termasuk orang tua, keluarga, guru, siapapun, kecuali oleh dokter itupun hanya untuk alasan medis.

Ajari anak untuk berani bilang “tidak” apabila merasa tidak nyaman untuk dicium atau dipeluk oleh orang lain karena itu adalah hak setiap individu untuk melindungi tubuhnya.

Jangan Paksa Anak

Sebagai orang tua, kita juga bisa mulai menghargai anak dengan menanyakan kepadanya sebelum mencium atau memeluknya, apakah anak bersedia atau tidak untuk dicium atau dipeluk.

Memang terdengar asing untuk dilakukan, namun dengan begitu anak akan belajar untuk melindungi dirinya dan speak up terhadap perlakuan yang tidak mereka inginkan.

Kenalkan Pendidikan Seks Pada Anak dengan Menyenangkan

Saat ini sudah beredar lagu “Setuhan Boleh, Sentuhan Tidak Boleh” yang mengajarkan pendidikan seks melalui lagu.

Lagu ini bisa kita nyanyikan untuk anak usia dini karena tidak rumit dan mudah diingat. Ada berbagai macam video juga yang bisa kita tonton bersama mengenai pendidikan seks pada anak yang kemudian dapat kita bahas bersama pada anak.

Suksesnya pendidikan seks pada anak dimulai dari komunikasi orang tua kepada anaknya.

Bangunlah komunikasi yang terbuka dan baik dengan anak, agar anak merasa aman cerita kepada kita. Dengan begitu orang tua dapat membantu mengurangi angka kekerasan seksual pada anak sedari dini.

Widya Manoch



Buat Tulisan
Ternyata Ada Lho Hadits Tentang Penyakit Menular, Pahami yuk!
Previous
Ternyata Ada Lho Hadits Tentang Penyakit Menular, Pahami yuk!
5 Barang Bermanfaat Saat Liburan, Unik dan Nggak Makan Banyak Tempat
Next
5 Barang Bermanfaat Saat Liburan, Unik dan Nggak Makan Banyak Tempat
Related Articles
Back to
top