x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Sistem Pendidikan Anak di Jepang agar Lebih Mandiri dan Kreatif


Moslem_lifestyle_pendidikan_anak_di_Jepang

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Jepang menjadi salah satu negara maju yang sangat memperhatikan mengenai pendidikan, bahkan sistem pendidikan anak di Jepang membuat negara lain ingin mengikutinya.

Orang Jepang dikenal dengan sumberdaya manusia yang pintar, sehat, sopan, baik, mandiri, dan displin. Bagaimana bisa negara penduduknya sangat baik dan menjadi salah satu negara paling maju di Asia?

Hal itu tentunya tidak didapatkan secara instan. Karakter-karakter baik tersebut terbentuk berkaitan dengan sistem pendidikan anak yang diterapkan sejak anak usia dini.

Lantas, seperti apa sistem pendidikan anak di Jepang? Berikut penjelasannya.

Pendidikan Anak Dimulai Sejak Umur 0-4 Tahun. Pendidikan anak usia dini terbagi dalam dua bentuk, hoikuen atau yang biasa disebut penitipan anak dan youichien atau taman kanak-kanak.

Di Jepang, suster atau babysitter bukanlah hal umum. Umumnya mereka mendidik sendiri putra-putrinya atau menitipkannya pada hoikuen, jika si ibu adalah wanita karier yang bekerja di luar rumah.

Apa pun pilihan si ibu, anak diajari menjadi mandiri. Dimulai dari kebiasaan mendidik anak supaya bisa makan sendiri sampai usia dua tahun. Tidak heran jika si ibu sangat kreatif meracik makanan untuk anak.

Di hoikuen, anak-anak yang ibunya adalah pekerja dititipkan mulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 7 malam. Segala aktivitas dilakukan bersama-sama seperti makan, tidur dan bermain.

Mereka dididik untuk merapikan sendiri alat-alat makannya, membereskan mainannya, lalu menggelar sendiri alas tidurnya, dan tidur tanpa harus digendong atau dibujuk.

Moslem_lifestyle_pendidikan_anak_di_Jepang2

Fokus Pendidikan Pada Moral dan Tanggung Jawab. Moral menjadi pondasi yang ditanamkan pada seluruh aspek pendidikan.

Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya satu mata pelajaran khusus tentang moral. Ini dikarenakan moral selalu menjadi nilai utama yang ditekankan untuk seluruh mata pelajaran.

Di sekolah usia dini, anak tidak diajarkan membaca atau menulis. Aktivitas anak yang sering dilakukan adalah menyanyi, bermain, mendengarkan sensei bercerita, berolahraga, dan belajar bertanggung jawab pada dirinya.

Di samping itu, anak-anak juga diajari untuk bisa menghargai seni dan keindahan. Tidak ada sistem rewards maupun punishment sehingga anak tidak terjebak pada kompetisi yang melahirkan kebencian.

Kebijakan sekolah di Jepang pun tidak memberlakukan perihal tidak naik kelas dan setiap anak yang berada di kelas yang sama sudah dipastikan sebaya atau seumuran.


Baca Juga:


Melatih Kepekaan dan Kreativitas. Salah satu target pendidikan di Jepang yakni mengembangkan rasa ingin tahu. Mereka dilatih untuk peka pada lingkungan serta memiliki minat pada benda di alam maupun buatan manusia.

Khususnya pada anak usia dini, anak-anak diajari untuk menumbuhkan kreativitasnya dengan membebaskan mereka menggambar, menyanyi, dan mengekspresikan imajinasi dengan gerakan atau kata-kata. Hal Ini bisa dilihat pada dinding-dinding sekolah yang dipenuhi karya anak-anak.

Tidak hanya itu, di sekolah dasar pun anak banyak diajari keterampilan rumah tangga, seperti memasak, menjahit, bahkan keterampilan menggunakan perkakas.

Sekolah Jepang Sangat Memperhatikan Asupan Nutrisi. Makanan yang disajikan untuk anak diukur hingga hitungan gram. Dalam penyajian makanan sehari-hari, porsi serat jauh lebih banyak dibandingkan unsur gizi yang lain.

Untuk protein, orang Jepang banyak mengonsumsi protein nabati, daging putih, dan ikan. Sementara daging merah hanya diberikan 2 kali per minggu.

Makanan ringan tetap ada tetapi tetap sehat, seperti kukusan atau rebusan ubi Jepang, zukini, atau kacang-kacangan.

Ada trik tersendiri di sekolah Jepang supaya anak doyan sayur. Makanan untuk anak disajikan dalam cups atau mangkuk-mangkuk kecil, dipisahkan sesuai jenis makanannya.

Ketika tiba saatnya makan besar, makanan yang dihidangkan pertama ke anak adalah sayuran. Jadi, ketika anak sedang lapar-laparnya setelah beraktivitas, pilihan pertama untuk dimakan, ya cuma sayur.

Moslem_lifestyle_pendidikan_anak_di_Jepang

Sobat, dengan sistem pendidikan anak yang demikian, tidak heran jika Jepang tumbuh pesat sebagai negara yang penduduknya sangat mandiri dan kreatif.



Buat Tulisan
Pesona Keindahan Masjid Agung Tuban yang Seperti Disneyland
Previous
Pesona Keindahan Masjid Agung Tuban yang Seperti Disneyland
Inilah Kriteria Wanita Cantik Menurut Pandangan Islam
Next
Inilah Kriteria Wanita Cantik Menurut Pandangan Islam
Related Articles
Back to
top