x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Panduan Screen Time Anak yang Tepat, Orang Tua Harus Pahami Ini!


panduan-screen-time-anak-yang-tepat

(Source: Freepik)

Di zaman sekarang ini anak akan lebih mudah terpapar media digital, entah itu TV, handphone, maupun gawai lainnya.

Terkadang, gawai bisa menjadi solusi tersendiri untuk orang tua ketika orang tua sedang sibuk atau mengharuskan anak “anteng” untuk beberapa waktu.

Tidak heran, banyak orang tua yang menggunakan gawai sebagai sarana agar anaknya anteng saat makan atau di perjalanan.

Sebenarnya anak juga bisa belajar banyak dari media digital karena saat ini konten-konten video di Youtube juga banyak yang bisa memberikan pelajaran kepada anak.

Meski begitu orang tua juga perlu mengingat bahwa paparan media digital secara berlebihan juga akan memengaruhi tumbuh kembang anak.

Anak yang sudah kecanduan gadget bisa mengalami kerusakan otak yang dapat membuat anak speech delay atau bahkan autis.

Untuk menghindari hal tersebut, sebagai orang tua yang cermat kita juga perlu memahami panduan screen time anak yang tepat. Mari simak penjelasannya secara ringkas berikut.

Inilah Panduan Screen Time Anak yang Tepat

Dilansir dari Chaisplay, orang tua dapat mengaplikasikan panduan screen time anak yang tepat dengan cara berikut:

1. Jangan Paparkan Gawai di Bawah 2 Tahun

Umur 0 – 2 tahun merupakan masa golden age anak. Ada baiknya sebagai orang tua kita tidak memaparkan gawai terlebih dahulu karena anak belum butuh paparan gawa.

Anak membutuhkan lekatan kepada orang tua melalui sentuhan, kasih sayang, dan permainan yang mengasah perkembangan motorik maupun sosial emosi mereka.

panduan-screen-time-anak-yang-tepat-dan-mudah

(Source: Freepik)

2. Sepakati Waktu Menonton

Ketika anak ingin bermain gawai sepakatilah waktu menonton anak dengan detail. Jika perlu, sediakan timer dan minta anak yang menyalakan timer tersebut.


Baca Juga:


Tugas kita adalah mengingatkan anak berapa menit waktu yang tersisa untuk bermain gawai. Misalnya anak memiliki waktu 3 menit lagi untuk menonton, maka katakanlah 3 menit lagi jangan bilang “sebentar lagi” hal ini untuk mengantisipasi anak tantrum setelah waktu menonton selesai.

3. Dampingi Anak

Jangan biarkan anak bermain gawai seorang diri.

Dengan mendampingi anak bermain gawai orang tua juga bisa tetap mengontrol apa yang ditonton anak. Menmbiarkan anak bermain gawai terlalu lama akan membuatnya sulit untuk berhenti menonton.

4. Tepatilah Janji yang Telah Dibuat

Apabila waktu main anak sudah selesai lalu anak masih ingin menonton, tetaplah ambil atau matikan gawai. Dengan begitu anak akan belajar bertanggung jawab atas janji yang telah dibuatnya sendiri.

5. Gawai bukan “sarana”

Jika orang tua terbiasa menjadikan gawai sebagai sarana agar anak menuruti perintahnya, nantinya anak akan terbiasa untuk melakukan sesuatu hanya demi gawai bukan karena mereka mengerti kebutuhan dirinya.

Misalnya kita meminta anak makan sambil menonton gawai, anak hanya menyuap makanan karena ingin menonton gawai saja, bukan karena mereka tahu bahwa mereka butuh makan untuk tumbuh kembang mereka sebagai individu.

Tentunya di era digital seperti ini kita sebagai orang tua tidaklah mungkin untuk “memusuhi” gawai dari anak –anak kita. Namun, dengan mempraktikan panduan screen time anak yang tepat di atas, diharapkan gawai bisa menjadi sarana belajar anak dan anak juga mengetahui peraturan dalam memainkan gawai.

Widya Manoch



Buat Tulisan
Bingung Cara Mengatasi Marah Terhadap Anak? Tenang dan Lakukan ini
Previous
Bingung Cara Mengatasi Marah Terhadap Anak? Tenang dan Lakukan ini
Tips Dekorasi Kamar Tidur Sempit Jadi Tampak Lebih Luas
Next
Tips Dekorasi Kamar Tidur Sempit Jadi Tampak Lebih Luas
Related Articles
Back to
top