x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Ketahui Hukum Operasi Caesar Dalam Islam Sebelum Menjalankannya

operasi-caesar-dalam-Islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Operasi caesar kini lebih banyak diminati oleh sebagian ibu hamil untuk melahirkan.

Prosesnya yang cepat dan tidak membuat sakit ini adalah alasan mereka memilih untuk operasi caesar.

Lantas, bagaimana hukum operasi caesar dalam Islam?

Operasi caesar adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi melalui celah sayatan pada perut serta rahim ibu, biasanya dibuat melintang persis di bawah garis pinggang.

Apapun persalinan yang ibu pilih sebenarnya boleh-boleh saja, bak melahirkan secara normal maupun caesar.

Banyak alasan seorang seorang ibu yang memilih melahirkan caesar dari awal kehamilannya dan itu tidak ada salahnya.

Alasan tersebut bisa karena alasan medis, habis ketuban, bisa juga alasan estetika agar organ kewanitaan tetap utuh atau sekadar ingin menentukan tanggal kelahiran yang sesuai dengan keinginannya.

Hukum Operasi Caesar Dalam Islam

  1. Keadaan Darurat

Melahirkan caesar dalam keadaan darurat yang dimaksud adalah ketika kekhawatiran mengancam ibu dan bayi secara bersamaan atau salah satunya.

Operasi caesar untuk menyelamatkan nyawa ibu, misalnya ibu mengalami eklampsia atau kejang pada kehamilan, pendarahan selama kehamilan, memiliki penyakit jantung, melahirkan tiba-tiba macet, atau dinding rahim yang menipis karena operasi caesar sebelumnya.

Untuk operasi menyelamatkan bayi, jika ibu telah meninggal tetapi bayi di dalam perutnya masih hidup.

Lalu operasi caesar untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi pada saat yang bersamaan. Contohnya, ketika istirahat air tetapi tidak ada kontraksi akan melahirkan, tali pusar bayi terlilit sehingga tidak dapat keluar secara normal, bayi prematur, posisi sungsang, dan lain sebagainya.

Dalam 3 situasi di atas, menurut Islam diperbolehkan untuk melahirkan caesar demi nyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Maidah : 32).


Baca Juga:


Dalam ayat ini, Allah memuji orang yang memelihara kehidupan manusia, termasuk orang yang menyelamatkan ibu dan bayi dari kematian dengan melakukan operasi caesar.

Operasi-caesar

  1. Keadaan Hajiyat

Keadaan hajiyat adalah kekhawatiran terjadinya bahaya atau sesuatu yang buruk yang bisa menimpa ibu, bayi, atau keduanya. Tetapi, bahaya ini tidak sampai mengancam jiwa ibu dan anak.

Seperti halnya jika lingkar rongga panggul yang lebih kecil dari ukuran janin sehingga akan kesulitan ketika melahirkan secara alami, usia ibu terlalu tua, kelainan plasenta, ukuran bayi terlalu besar, atau bayi kembar.

Dalam keadaan hijayat ini, operasi caesar boleh dilakukan. Terkadang hajiyat sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga sehingga sebagai ulama menyamakan kedudukannya dengan darurat.

Oleh karena itu, mereka meletakan kaidah fiqih sebagai berikut,

Kebutuhan itu disamakan dengan kedudukan darurat, baik yang bersifat umum maupun khusus.” (Ibnu Nujaim, al-Asybah wa an-Nadhair, hal:100).

  1. Keadaan Tahsiniyat

Keadaan yang terakhir ini adalah ingin melakukan operasi caesar dengan alasan yang tidak ada ancaman atau dampak buruk yang akan terjadi pada ibu mau pun bayi.

Misalnya, agar organ kewanitaan utuh, menghindari rasa sakit saat melahirkan, enggan menunggu proses kehamilan yang lama, dan ingin menentukan tanggal kelahiran yang bagus.

Operasi dengan alasan seperti ini tidak diperbolehkan karena telah menyakiti diri sendiri atau merusak diri sendiri demi mencapai tujuan yang masalahnya tidak mutabar (diakui syariat).

Melahirkan caesar cenderung berdampak kurang baik.

Hal yang mungkin akan terjadi pada bayi adalah gangguan kesehatan seperti gangguan pernapasan yang diakibatkan karena cairan memenuhi paru-paru janin selama dalam rahim, rentan alergi, rendahnya sistem kekebalan tubuh, emosi cenderung rapuh, dan lain sebagainya. 

Sedangkan ibu akan merasakat sakit pada bagian perut dan rahim akibat robekan saat operasi, kemungkinan terjadi infeksi rahim akibat robekan saat operasi, infeksi rahim, pendarahan yang banyak, dan efeknya masih dirasakan setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Sobat, operasi caesar dalam Islam boleh saja dilakukan jika dalam keadaan darurat dan membahayakan jiwa ibu atau bayi. Semoga bermanfaat, ya!

 



Buat Tulisan
Yuk, Cari Tahu Apa Saja Tanda Diterimanya Taubat Kita Oleh Allah SWT
Previous
Yuk, Cari Tahu Apa Saja Tanda Diterimanya Taubat Kita Oleh Allah SWT
4 Bahaya Vape yang Harus Diwaspadai!
Next
4 Bahaya Vape yang Harus Diwaspadai!
Related Articles
Back to
top