x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Oknum Ustad di Sosial Media, Tanda Akhir Zaman yang Harus Diwaspadai


Oknum-ustad-di-sosial-media

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Di zaman sekarang ini, media seperti Youtube, Facebook, dan Instagram masih meluas dan digunakan banyak orang dari berbagai kalangan.

Hendaknya kita semakin berhati-hati dengan oknum ustad di sosial media atau beberapa khatib yang tidak berilmu.

Ada sebagian kaum muslimin mengira mereka adalah ustad yang berilmu, padahal tidak demikian halnya.

Mereka ini bukanlah ustad yang memahami agama secara menyeluruh, seperti memahami akidah, tauhid, ilmu-ilmu ushul fikih (mempelajari teori dan sumber fikih secara terperinci), Bahasa Arab, dan sebagainya.

Bahkan parahnya lagi, tidak jelas dari mana mereka menuntut ilmu dan guru-gurunya.

Sudah tentu bukan hanya kesesatan bagi yang mendengarkan, tapi juga bisa menimbulkan perseteruan antar satu kaum dan yang lainnya.

Oknum Ustad di Sosial Media, Kita Harus Waspada

Dilansir dari laman muslim.or.id, beberapa oknum ustad di sosial media ini mudah menjadi terkenal dengan cara seperti sering muncul di Youtube (atau sosmed sejenisnya), membahas perkara-perkara yang menimbulkan kontroversi dengan cara menghebohkan, tak lupa berpenampilan lengkap seolah-olah orang berilmu (misalnya pakai gamis dan jubah).

Rasulullah SAW pernah bersabda yakni,

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila tidak tersisa lagi seorang ulama, maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari)

Apakah-yang-Dimaksud-dengan-Oknum-ustad-di-sosial-media

Rasulullah telah memberitahu pada umatnya bahwa kelak nanti akan ada banyak ‘khatib/ustad’ tapi tidak berilmu.

Terlanjur dianggap dianggap berilmu oleh masyarakat, akhirnya oknum ini kerap berfatwa tanpa ilmu.


Baca Juga:


Maka sangat penting bagi kita kaum muslimin lebih selektif dan senantiasa menimba wawasan di majelis ilmu yang jelas asal usulnya, akan lebih baik lagi tidak sekadar lewat sosial media.

Ibnu mas’ud berkata,

“Sesungguhnya kalian berada pada zaman di mana banyak ahli ilmu dan sedikit pengkhutbah, sedikit yang bertanya, banyak yang mampu memberi fatwa, amalan adalah pemimpin hawa nafsu. Akan datang setelah kalian suatu zaman di mana sedikit ahli ilmu dan banyak pengkhutbah, banyak yang bertanya, sedikit yang mampu memberi fatwa, hawa nafsu adalah pemimpin ‘amalan. Ketahuilah, bahwa petunjuk yang terbaik pada masa akhir zaman itu lebih baik daripada sebagian amalan.” (Al-Adabul Mufrad no. 785)

Sejatinya, orang yang hendak kita jadikan guru yang akan diambil ilmunya harus jelas riwayat belajarnya.

Beberapa aspek penting yaitu riwayat belajar tauhid, aqidah, ilmu-ilmu ushul, bahasa Arab, dan sebagainya.

Seorang ustad atau ulama juga seharusnya membimbing dari hal-hal yang dasar seperti tauhid, akidah, akhlak, dan adab.

Bukanlah terus menerus membahas hal-hal yang membuat sensasi dan kontroversi di masyarakat.  Tertulis dalam Alquran firman Allah berikut,

“…hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniy, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS. Al-Imran: 79).

Adakah-oknum-ustad-di-media-sosial

Makna ‘Rabbaniy’ ini ialah para ulama, hakim, orang yang sabar atau lembut yang mengajarkan dan membimbing manusia dengan ilmu-ilmu dasar terlebih dahulu sebelum ilmu-ilmu lanjutan (advanced).

Nah, bagi kita yang awam hendaknya selalu hati-hati khususnya terhadap oknum ustad di sosial media. Tidak semua orang yang berbicara agama (apalagi lewat sosial media) adalah orang yang benar-benar berilmu.

Semoga kita senantiasa disandarkan pada tiang ilmu yang kokoh dan tidak mudah terbawa arus yang bukan jalan Allah. Aamiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Resep Kue Lumpur Kentang Lembut dan Mudah Bikin Ketagihan
Previous
Resep Kue Lumpur Kentang Lembut dan Mudah Bikin Ketagihan
Doa Setelah Sholat Fardhu Yang Dilakukan Oleh Rasulullah
Next
Doa Setelah Sholat Fardhu Yang Dilakukan Oleh Rasulullah
Related Articles
Back to
top