x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Daftar Obat Tekanan Darah Tinggi yang bisa Dipilih


Obat-tekanan-darah-tinggi

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Terdapat beberapa jenis obat tekanan darah tinggi yang perlu kamu ketahui.

Berbagai obat ini memiliki cara kerja dan efek samping yang berbeda-beda. Yuk, kenali beragam obat tekenan darah tinggi yang aman untuk kamu.

Daftar Obat Tekanan Darah Tinggi

Guna mengatasi hipertensi, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan perbaikan gaya hidup, seperti makan makanan yang bergizi, berhenti merokok, dan tidur yang cukup.

Namun, bila perbaikan gaya hidup tidak mampu memperbaiki nilai tekanan darah, dokter akan meresepkan obat, bisa berupa obat tunggal atau kombinasi dari beberapa jenis obat.

Obat tekanan darah tinggi cukup beragam dan terbagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya:

1. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor

Obat ACE inhibitor bekerja dengan cara menghambat produksi hormon angiotensin, yakni hormon yang dapat menyimpitkan pembuluh darah.

Dengan obat ini, pembuluh darah menjadi melebar, sehingga tekanan pada pembuluh darah berkurang. Obat ACE inhibitor biasanya diberikan untuk pasien dengan usia di atas 65 tahun.

Efek samping yang paling sering dialami setelah mengonsumsi obat ACE inhibitor adalah batuk kering yang terus-menerus.

Selain itu, sakit kelapa dan flu mungkin juga bisa terjadi setelah mengonsumsi obat ini. Contoh obat ACE inhibitor yang sering digunakan, yaitu enalapril, lisinopril, perindopril dan ramipril

2. Angiotensin II receptor blockers (ARBs)

Obat ARBs memiliki efek yang hampir sama dengan ACE inhibitor, namun cara kerja kedua golongan obat ini berbeda.

ARBs menghalangi kerja hormon angiotensin yang menyempitkan pembuluh darah, sehingga pembuluh darah bisa diperlebar agar sirkulasi darah berjalan lancar sekaligus menurunkan tekanan darah.

Biasanya, dokter akan meresepkan obat ini kepada pasien yang tidak dapat merespons obat ACE inhibitor dengan baik.


Baca Juga:


Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi obat ini adalah pusing, sakit kepala, dan gejala pilek atau flu. Contoh obat ARBs, yaitu candesartan, irbesartan, losartan, valsartan, dan olmesartan.

Jenis-obat-tekanan-darah-tinggi

3. Betablocker

Betablocker bekerja dengan cara menekan efek dari hormon epinefrin atau adrenalin, yaitu hormon yang berperan dalam mengalirkan darah.

Hal ini membuat jantung berdenyut lebih lambat dan sedikit bekerja, sehingga membuat tekanan darah menurun.

Efek samping yang sering dialami setelah mengonsumsi obat ini adalah pusing, sakit kepala, kelelahan, serta tangan dan kaki menjadi dingin. Contoh obat betablocker adalah atenolol dan bisoprolol.

4. Calcium channel blocker (CCB)

Obat CCB bekerja dengan cara menghambat jalan masuk kalsium ke dalam otot jantung dan dinding pembuluh darah. Sehingga, membuat sel-sel jantung dan pembuluh darah otot mengendur dan rileks.

Sama seperti jenis obat lainnya, obat CCB juga menimbulkan efek samping setelah mengonsumsinya.

Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, pergelangan kaki yang membengkak, dan sembelit. Selain itu, mengonsumsi obat CCB yang dibarengi dengan jus keruk bali bisa meningkatkan risiko efek samping. Contoh obat CCB adalah amlodipine, felodipine dan nifedipine.

5. Diuretik

Diuretik bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan natrium dalam tubuh, sehingga jumlah cairan yang mengalir dalam pembuluh darah menurun dan tekanan darah pun menurun.

Obat diuretik dapat menimbulkan efek samping, seperti pusing ketika berdiri, sering merasa haus, lebih sering buang air kecil, dan muncul ruam pada kulit. Contoh obat deuretik yang umum adalah indapamide dan bendroflumethiazide.

Obat tekanan darah tinggi antar satu orang dan yang lainnya bisa berbeda, tergantung dari kondisi tekanan darah, usia, atau kondisi medis lain yang terkait.

Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna menentukan jenis obat darah tinggi mana yang sesuai dengan kondisi kesehatan kamu.

Selain itu, kamu disarankan untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin di rumah dengan tensimeter untuk memantau kondisi kesehatan dari waktu ke waktu.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Tips Menata Home Office yang Keren agar Nyaman Kerja di Rumah
Previous
Tips Menata Home Office yang Keren agar Nyaman Kerja di Rumah
7 Cara Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut, Cantik Alami Setiap Hari
Next
7 Cara Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut, Cantik Alami Setiap Hari
Related Articles
Back to
top