x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Nikah Online karena Pandemi? Begini Hukumnya Menurut Islam


Nikah online karena pandemi

Sumber: Astro Awani

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Selama pandemi ini, penyelenggaraan pernikahan pun harus ditunda guna menghindari kerumunan dan aktivitas berkumpul.

Beberapa pernikahan yang telah terdaftar di KUA pun harus dilakukan secara tertutup dengan menghadirkan kedua mempelai dan keluarga dekat, serta dengan beragam perlengkapan perlindungan diri.

Hingga akhirnya, beberapa nikah online karena pandemi terpaksa dilakukan. Pernikahan ini yaitu di mana kedua atau salah satu mempelai, wali pernikahan, dan saksi terpisah oleh jarak.

Nikah Online karena Pandemi, Bagaimana Hukum dalam Islam?

Mungkin Moslem Fellas bertanya-tanya, "Apakah pernikahan jarak jauh atau secara online sama sahnya dengan menikah secara langsung menurut Islam?"

Apalagi menikah adalah merupakan ibadah, momen sakral bagi setiap manusia. Lantas, bagaimana hukumnya nikah online karena pandemi seperti ini?

Syarat Sah Menikah Menurut Islam

Sebelum kita membahas lebih jauh, kita ketahui dahulu syarat sah menikah dalam Islam, ya.

Sebagaimana yang kita ketahui, salah satu rukun dan syarat pernikahan dalam Islam adalah suatu hal yang wajib dipenuhi, sebab memengaruhi sah atau tidaknya pernikahan menurut Islam. Adapun rukun dan syarat nikah terdiri dari lima hal, yaitu:

  • Ada mempelai pria
  • Ada mempelai wanita
  • Ada wali nikah
  • Dua orang saksi
  • Dilakukannya ijab Kabul

Menikah

 Sumber: Zee Business

Dilansir dari Konsultasi Syariah, berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

"Tidak sah menikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi orang yang adil." (HR. Ibnu Hibban 4075 & ad-Daruquthni 3579, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Seiring majunya teknologi dan mungkin kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan akad secara langsung karena COVID-19, pernikahan secara online dengan bantuan teknologi pun kini kerap dilakukan.

Pernikahan ini dilakukan dengan cara mempelai pria mengucapkan ijab kabul di tempat yang jauh dari mempelai wanita, wali, dan dua saksi dan hanya dihubungkan secara online. Ijab kabul diucapkan dari jarak jauh (online).

Sebenarnya untuk menikah dengan posisi kedua mempelai berjauhan, hal ini belum bisa dicari hukumnya melalui buku fiqih klasik, Moslem Fellas.

Mengingat memang kondisi seperti ini tidak pernah dialami di masa silam.

Namun, dalam Ensiklopedi Hukum Islam, ulama fikih berpendapat bahwa jika ijab dan kabul dinilai sah bila memenuhi syarat ijab kabul itu sendiri, yaitu:

Menikah online

Sumber: The New York Times

  • Ijab dan kabul dilakukan dalam satu majelis

Kesesuaian antara ijab dan kabul, dalam hal ini wali mengatakan, "Saya nikahkan Anda dengan putri saya Fulanah binti Fulan ...", kemudian calon suami menjawab, "Saya terima nikahnya Fulanah binti Fulan", maka nikahnya sah, karena antara ijab dan kabul sesuai.

  • Wali nikah tidak menarik kembali ijabnya sebelum kabul dari calon suami

Hal ini berlaku seketika. Artinya, nikah tidak boleh dikaitkan dengan masa yang akan datang seperti besok, minggu depan dan seterusnya.


Baca Juga:


Jika wali mengatakan, "Saya nikahkan Anda dengan putri saya besok atau besok lusa," maka ijab dan kabul seperti ini tidak sah hukumnya, Moslem Fellas.

Pandangan menikah online

Sumber: The Capital Post

Pendapat Lain Terkait Pernikahan Secara Online

Pada poin pertama di atas, yaitu ijab dan kabul dilakukan dalam satu majelis, nyatanya tidak semua ulama sepakat.

Ada ulama yang mengartikan kalau harus dalam satu tempat, ada pula yang mengartikan tak harus dalam satu tempat, Moslem Fellas.

Imam Syafi'i lebih memandang bahwa wali dan calon suami harus berada dalam satu ruangan, sehingga mereka bisa saling memandang.

Menurutnya, dua orang saksi juga harus melihat secara langsung dua orang yang berakad. Sementara itu, menurut Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, yang dimaksud ijab kabul dilakukan dalam satu majelis adalah ijab kabul yang dilakukan dalam satu waktu.

Para ulama imam mazhab sepakat tentang sahnya akad ijab dan kabul yang dilakukan oleh dua pihak yang berjauhan melalui sarana surat atau utusan dipandang dilakukan dalam satu majelis.

Oleh karena itu, pernikahan jarak jauh atau secara online yang dilakukan dengan sarana video call, di mana wali dan calon suami mengetahui secara pasti kalau yang melakukan akad ijab kabul betul-betul dari pihak terkait, maka hal ini dibolehkan.

Meskipun hakikatnya berjauhan, nikah online karena pandemi bisa dikatakan shahiih. Meskipun berjarak, hal yang terpenting mereka bisa saling mendengar percakapan dalam satu waktu.

Ijab pertama, lalu langsung disusul dengan Kabul dari sang calon suami. Sementara saksi bisa melihat dan mendengar wali dan pengantin lelaki. Mereka bisa menyaksikan ucapan keduanya dalam waktu yang sama secara online. Wallahu 'alam bishawab.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Ini Perubahan Aturan Penerbangan New Normal yang Kemungkinan Berlaku
Previous
Ini Perubahan Aturan Penerbangan New Normal yang Kemungkinan Berlaku
5 Negara yang Punya Cita Rasa Makanan Tersendiri, Bikin Nagih!
Next
5 Negara yang Punya Cita Rasa Makanan Tersendiri, Bikin Nagih!
Related Articles
Back to
top