x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Tengok Kembali, Apa Niat Ibadahmu yang Sebenarnya?


Niat-ibadah

(sumber: pinterest)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Niat merupakan keinginan dan tekad melakukan sesuatu. Penting diingat, bahwa niat itu syarat penting ketika seseorang bersuci.

Dilansir dari Rumaysho, disebutkan oleh Syaikh Az-Zauman bahwa niat ibadah adalah bertekad melakukan suatu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Misalnya kita berniat melakukan sholat yang akan dikerjakan, baik itu sholat fardhu ataupun sholat sunnah, tapi tidak perlu dilafazhkan (Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin, 1:191).

Niat ibadah yang menentukan nilai ibadahmu

Dari ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niat (an-niyyaat)—dalam riwayat lain dengan lafazh niyat—dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”

Niat-ibadah-yang-diajarkan


Baca Juga:


Dalam hadits tersebut, kita bisa mengambil beberapa keutamaan niat ibadah yang perlu dipahami:

  1. Bersuci itu butuh niat.
  2. Sangatlah penting niat dalam beramal, standar sahnya amal tergantung pada niat. Amalan tentu akan dibalas dengan pahala besar kalau niatnya benar.
  3. Manusia diberikan perintah untuk ikhlas dan mencari ridha Allah, bukan cari ridha manusia.
  4. Akan datang kerugian beramal untuk cari dunia, harusnya amalan itu untuk mencari akhirat.
  5. Setiap orang bisa memiliki niat berbeda-beda dan akan dapatkan balasan dari yang ia niatkan.

Syarat niat adalah Islam, tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk), dan berilmu (paham) atas apa yang diniatkan.

Sejatinya letak niat ada di dalam hati bertekad melakukan sesuatu. Niat dilakukan pada awal ibadah atau dekat sebelum ibadah dimulai (Syarh Manhaj As–Salikin, hlm. 82).

Syaikh Az-Zauman juga menjelaskan, bahwa berniat itu sangatlah mudah. Cukup seseorang mengetahui bahwa ia akan melakukan suatu ibadah, berarti ia telah berniat.

Siapa saja yang telah bertekad (ber-azam) melakukan sesuatu, maka ia sudah disebut berniat. Akan menjadi hal yang aneh adalah ketika ada suatu perkara yang kita masih punya pilihan melakukannya, lantas kita melakukannya tanpa niat, itu suatu hal yang tidak mungkin (Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin, 1:192).

Maka dari itu, bisa diambil pula dua fungsi niat secara umum yaitu:

  1. Membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, serta membedakan antara ibadah dengan kebiasaan.
  2. Membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Akan berbeda bila seseorang beribadah karena mengharap wajah Allah ataukah beribadah karena selain Allah, semisal mengharapkan pujian manusia.

Semakin murni keikhlasannya, semakin besar pahala yang akan didapat. Yuk, senantiasa meluruskan niat ibadah kita, Moslem Fellas.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Cara Mengatasi Perut Buncit dari Jenis Masing-masing
Previous
5 Cara Mengatasi Perut Buncit dari Jenis Masing-masing
5 Inspirasi Ornamen Islami Agar Rumah Tambah Adem
Next
5 Inspirasi Ornamen Islami Agar Rumah Tambah Adem
Related Articles
Back to
top