x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Keinginan Nabi Musa Bertemu Allah Membawanya Pada Jalan Taubat


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Nabi Musa AS adalah seorang Nabi yang diutus Allah sebagai petunjuk bagi Bani Israil.

Beliau menyampaikan risalah dari Allah untuk kaumnya berupa kitab suci Taurat yang juga diimani keberadaannya oleh Umat Islam saat ini.

Semasa hidup, Nabi Musa beserta kaumnya harus menghadapi kezaliman Raja Fir’aun serta pengikutnya.

Dalam perjalanan yang dihadapi, Nabi Musa berdoa kepada Allah agar menampakkan diri padanya. Berhasilkah Nabi Musa bertemu Allah? Berikut ulasannya.

Peristiwa ini diceritakan langsung oleh Allah SWT melalui ayat Alquran dalam surat  Al-A'raf.

Saat itu Nabi Musa meninggalkan kaumnya sejenak dan meminta saudaranya, Nabi Harun AS untuk memimpin kaumnya.

Sang Nabi sendiri naik ke sebuah gunung perbukitan yakni bukit Sinai (Thursina) seusai menyempurnakan 40 malam dengan berpuasa dan beribadah di atas gunung tersebut. 

Allah SWT pun berfirman dan menurunkan Taurat kepadanya,

 “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau…’” (QS. Al-A’raf: 143)

Permintaan Nabi tentu di luar nalar, layaknya sebutir debu yang terpisah fana dengan wujud Dzat Sang Maha Pencipta yang abadi tanpa perantara.

Kejadian ini tentu menjadi peristiwa yang menakutkan sekaligus membingungkan. Namun, Nabi Musa mampu menerima kalimat-kalimat Allah dan seketika membuatnya begitu rindu dan ingin melihat Tuhannya.

Kerinduan Nabi Musa AS kepada Allah SWT tersebut membuat ia lupa akan siapa dirinya.

Nabi yang memiliki mukjizat tongkat itu meminta sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan manusia di muka bumi.

Nabi Musa meminta dapat melakukan penglihatan yang teragung, permintaan yang didorong oleh desakan rindu, dorongan harapan, dan gejolak cintanya untuk menyaksikan Allah yang Maha Mulia.

Dengan belas kasih-Nya, Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Musa tidak akan dapat melakukannya karena tidak akan mampu.

Allah kemudian menunjuk sebuah gunung, di mana jika gunung tersebut masih berdiri kokoh ketika Allah menampakkan diri maka Nabi Musa dapat melihat Sang Pencipta ini.


Baca Juga:


Allah SWT berfirman yang artinya,

 “Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihatku, tetapi arahkanlah pandangan engkau ke gunung itu. Maka apabila ia tetap pada tempatnya, niscaya engkau dapat melihatku.” (QS. Al-A’raf: 143).

Gunung tersebut tampak kokoh berdiri dan tak terpengaruh apapun terhadap perlakuan manusia. Akan tetapi, apakah gerangan yang terjadi?

Seluruh puncak gunung tersebut hancur berantakan, bahkan tenggelam hingga terlihat rata dengan tanah.

Nabi Musa sangat takut, dan tersadarlah bahwa posisi dirinya hanyalah sebagai manusia yang lemah.

“Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh. Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, ‘Maha Suci Engkau..’” (QS. Al-A’raf: 143)

Nabi Musa pun tahu bahwa orang-orang mukmin dan orang-orang saleh sekalipun tidak akan mampu melihat Allah di dunia.

Akan tetapi, mereka hanya akan berjumpa dan melihat Rabbnya di akhirat kelak, saat mereka masuk surga.

Setelah kejadian Nabi Musa bertemu Allah, ia kemudian berkata. "Ya, Rabbku, Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman." Bahwa sebenarnya yang ditampakkan oleh Allah hanya sebesar jari kelingking. Masihkah kita berani di hadapan-Nya?

Danur K Atsari



Buat Tulisan
4 Jenis Kue Kering Tradisional Khas Daerah yang Tak Terlupakan
Previous
4 Jenis Kue Kering Tradisional Khas Daerah yang Tak Terlupakan
Makna Sabar Dalam Islam Tak Ada Batasnya, Tingkatkan Dengan 5 Cara Ini
Next
Makna Sabar Dalam Islam Tak Ada Batasnya, Tingkatkan Dengan 5 Cara Ini
Related Articles
Back to
top