x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Mulai Ubah Kebiasaan Bicara Kasar dengan 4 Cara Saja


Layaknya kebiasaan dan sifat buruk lainnya, berkata kasar adalah kebiasaan yang mudah dilakukan namun sulit dihilangkan. Saking sulitnya, kita bahkan kadang tidak sadar kalau baru saja berkata kasar. Sejatinya jika kita sadar bahwa hal tersebut adalah hal buruk dan benar-benar ingin menghilangkannya, kita bisa berhenti berkata kasar. 

Setiap manusia, setiap hari dan hampir setiap saat, menggunakan dan membutuhkan komunikasi. Cara komunikasi yang paling sering digunakan adalah bahasa lisan. Dalam menggunakan bahasa atau berbicara dengan lawan bicara, ada adab bicara yang harus diterapkan seperti penggunaan bahasa yang baik, mudah dipahami dan dimengerti. Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita bahwa betapa lembut dan dan santunnya beliau. Sampai ke titik di mana lawan bicaranya merasa menjadi yang paling dimuliakan Rasulullah.

Bagaimana etika berbicara yang baik?

Lakukan beberapa cara di bawah ini sebagai etika berbicara yang baik sekaligus menghentikan kebiasaan berkata kasar.

Cari tahu dan hindari apa yang menjadi ‘pemicu’. Semua orang punya hal yang menjadi pemicu untuk berkata kasar. Misalnya menunggu antrian, kondisi macet, atau mungkin sesederhana kalah saat main game. Apabila kita tahu apa yang menjadi pemicu berkata kasar, tentu kita akan mencari cara untuk menghindari dari pemicu tersebut

Menjauhlah dari segala situasi yang bisa memicu emosi negatif. Dengan demikian, secara tidak langsung kita bisa mengendalikan ucapan kita dengan lebih mudah. Atau jika “pemicu” tersebut sudah tak terhindarkan, kamu harus benar-benar sadar untuk menahan diri setiap ingin berkata kasar.


Baca Juga:


 

Cari teman yang bisa membantu. Menceritakan masalah atau kesulitan kita kepada teman atau pasangan akan sedikit meringankan beban pikiran. Dengan memiliki teman yang senantiasa membantu, upaya kita untuk berhenti berkata kasar akan menjadi lebih mudah.

Carilah teman yang jarang bahkan sampai tidak pernah berkata kasar untuk mengingatkan dan menghentikan kita berkata kasar. Biasanya dengan begitu, tanpa diingatkan pun kita akan merasa enggan untuk berkata kasar lagi.

Berkata baik atau diam. Adab bicara dalam berbicara adalah berhati-hati dan memikirkan terlebih dahulu sebelum berkata. Setelah direnungkan bahwa kata-kata itu baik, maka hendaknya kita mengatakannya. Sebaliknya, bila kata-kata yang kita keluarkan bisa memicu orang lain untuk berkata kasar, maka lebih baik diam.

Sedikit bicara lebih utama. Orang yang senang berbicara akan lebih sulit mengendalikan diri dari kesalahan. Kata-kata yang meluncur bak air mengalir akan menghanyutkan apa saja yang diterjangnya, sering tak terasa akan meluncurkan kata-kata yang baik maupun yang buruk. Itulah mengapa Rasulullah SAW melarang umatnya banyak bicara tanpa manfaat.

Muslim yang baik akhlaknya adalah yang paling jauh dari kata-kata kotor, kutukan, sumpah serapah, ataupun kata-kata keji lainnya. Mari kita hindari sikap mengejek, memperolok-olok, dan memandang rendah orang lain dengan kata-kata. Sebelum semua berbuah kebiasaan buruk yang menumpuk dosa, sebelum ada hati yang terluka.

 

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Mau Punya rumah ala Jepang? Ini dia beberapa cara yang bisa dilakukan!
Previous
Mau Punya rumah ala Jepang? Ini dia beberapa cara yang bisa dilakukan!
Temukan Rahasia Hidup Bahagia dengan Ikhtiar
Next
Temukan Rahasia Hidup Bahagia dengan Ikhtiar
Related Articles
Back to
top