x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Yuk Lakukan Hal Ini agar Mudik Bernilai Ibadah

Mudik-bernilai-ibadah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri nanti, pasti banyak umat Islam di Indonesia yang melakukan mudik.

Selain menjadi hal yang wajar, pada hakekatnya mudik ialah perjalanan ibadah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mudik bernilai ibadah

Bagaimana Cara agar Mudik Bernilai Ibadah?

Di negara dengan mayoritas penduduk Islam, tradisi unik yang disebut “mudik” memang hanya ada di Indonesia.

Walaupun di negara maju seperti Amerika Serikat juga memiliki budaya pulang ke kampung halaman atau orangtua untuk berkumpul bersama keluarga, namun dalam perayaan Thanksgiving Day.

Namun, ibarat pedang bermata 2, mudik bisa kamu lakukan sebagai ibadah atau malah tidak berarti ibadah sama sekali. Jika mudik yang kamu lakukan hanya sekedar untuk jalan-jalan saja bahkan pamer (riya), tentu saja hal itu tidak bernilai ibadah.

Oleh sebab itu, semua tetap bergantung kepada niat dan sikap kita selama melakukan mudik ke kampung halaman.

Meskipun tidak ada contoh persis dari Rasulullah SAW mengenai mudik, perjalanan  yang kamu lakukan bisa tetap menjadi ibadah asalkan dengan tetap menjalankan ibadah wajib dan segala perintah Allah SWT selama perjalanan mudik.

Nah, hal apa lagi yang bisa membuat mudik bernilai ibadah?

  1. Menaiki kendaraan dan mengucapkan doa safar (bepergian)

Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki kendaraannya, beliau mengucapkan takbir sebanyak tiga kali: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” kemudian berdo’a:

Mahasuci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan sebelumnya kami tidak mampu.” (H.R. Muslim)

Hal tersebut merupakan salah satu cara berpergian yang diajarkan dalam Islam (dari sekian banyak adab bepergian), yaitu seseorang harus mengawali perjalanannya dengan membaca doa safar yang memiliki makna sangat penting dan dalam.

Umat Islam selalu diminta untuk mengingat Allah SWT di manapun mereka berada. Selain memohon keselamatan dan kesehatan dalam perjalanan, berdoa juga menjadi momen khusus yang tidak boleh dianggap remeh sebelum memulai perjalanan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Tiga doa yang dikabulkan, tidak ada keraguan padanya, yaitu : doa orang teraniaya, doa musafir dan doa buruk orang tua kepada anaknya.” [HR. at-Tirmidzi]

  1. Mudik sebagai bentuk “Birrul Walidain” atau berbakti kepada orangtua kita (jika mereka masih hidup)

Kedua orangtua tentu sangat berjasa dalam hidup kita, karena melalui keduanya kita terlahir di dunia ini.


Baca Juga:


Keduanya juga menjadi salah satu sebab seorang anak bisa mencapai surga Allah SWT. Di dalam Al Quran, kita juga diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orangtua. Allah swt berfirman,

Dan Kami wajibkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua..” (Qs. Al Ankabut : 8)

Rasulullah SAW juga memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Rasulullah SAW bersabda ,

Ridha Allah terletak pada ridla orang tua. Dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.” (HR. Tirmidzi 1899).

Tips-agar-Mudik-Bernilai-Ibadah-Moslem-Lifestyle

  1. Mudik untuk menyambung tali silaturahmi

Saat mudik, tentu kita akan mengunjungi sanak saudara. Hal tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi, menyegarkan ikatan kekerabatan, menyambung dan mempererat tali persaudaraan.

Tentang menyambung tali silaturahmi, dalam hadist diriwayatkan Rasulullah SAW Bersabda,

Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.” (Shahih Muslim No.4636)

Hadis riwayat Anas bin Malik RA, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW Bersabda,

Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi).” (Shahih Muslim No.4638)

  1. Mudik untuk saling berbagai rezeki (sedekah)

Dalam tradisi mudik, kita juga diingatkan untuk saling berbagai rezeki kepada saudara-sudara yang kurang beruntung.

Dari Abu Umamah RA, Nabi SAW bersabda,

Wahai anak Adam, seandainya engkau berikan kelebihan dari hartamu, yang demikian itu lebih baik bagimu. Dan seandainya engkau kikir, yang demikian itu buruk bagimu. Menyimpan sekadar untuk keperluan tidaklah dicela, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lainnya Rasulullah SAW bersabda,

Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah swt. akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf. Dan bagi hamba yang tawadhu’ karena Allah swt., Allah swt. akan mengangkat (derajatnya).” (HR. Muslim)

Sobat, itulah hadis-hadis mengenai mudik bernilai ibadah. Jadi, jangan sampai mudik yang kita lakukan sia-sia tanpa ada kebaikan di dalamnya.



Buat Tulisan
Bukti Ilmiah yang Patahkan 5 Mitos Seputar Susu
Previous
Bukti Ilmiah yang Patahkan 5 Mitos Seputar Susu
Keutamaan Sahur yang Penuh Berkah
Next
Keutamaan Sahur yang Penuh Berkah
Related Articles
Back to
top