x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

6 Mitos Tentang Gula yang Dianggap Sebagai Fakta


mitos-tenang-gula

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Masih banyak informasi yang kurang tepat mengenai manfaat gula, bahkan beberapa mitos tentang gula justru dianggap sebagai fakta. Bila Sobat tidak bisa membedakan antara mitos dan fakta mengenai gula dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan.

Gula menjadi musuh bersama semenjak menjadi penyumbang obesitas di dunia. Melalui berbagai ketakutan akan kandungan gula, maka bermunculan seputar fakta dan mitos di sekelilingnya.

Memang tak masalah jika konsumsi gula, tapi jika sudah berlebihan bisa memicu berbagai macam penyakit seperti penyakit hati hingga diabetes.

Alasan inilah yang membuat orang tidak ingin mengonsumsi gula. Padahal, sebetulnya tubuh juga membutuhkan kandungan gula untuk menjaga kesehatan.

Beragam Mitos Tentang Gula yang Perlu Diketahui

Mitos 1: Apa pun jenisnya, gula itu tidak sehat

Tidak semua gula itu berbahaya. Gula yang kerap dikhawatirkan biasanya adalah gula yang terkandung dalam produk makanan dan minuman olahan seperti soft drink, permen, kue kering kemasan (cookies), snack kemasan, dan lainnya.

Georgia Fear, RD, seorang ahli gizi sekaligus penulis buku Lean Habits for Lifelong Weight Loss, menjelaskan bahwa gula dalam beberapa produk tersebut umumnya berbeda dengan gula alami yang memang sudah ada di beberapa makanan dan minuman, seperti gula alami dalam buah atau susu.

Tentunya, gula alami tidaklah berbahaya bahkan tergolong sehat, karena “dikemas” sepaket dengan vitamin, mineral, dan nutrisi baik lainnya guna mengimbangi beberapa aspek negatif dari gula.

Mitos 2: Hindari konsumsi gula

Mitos tentang gula yang sering dipercaya yakni hindari konsumsi gula sebab dapat memicu penyakit lainnya.

Faktanya, gula diperlukan tubuh untuk diubah menjadi glukosa yang kemudian akan diedarkan ke seluruh tubuh sebagai bahan bakar bagi otak dan organ tubuh lainnya.

Kuncinya bukan benar-benar menghilangkan gula dari asupan sehari-hari, melainkan membatasi konsumsinya sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Menurut Pedoman Gizi Seimbang yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batasan konsumsi gula per orang yakni 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh dalam sehari.

mitos-seputar-gula


Baca Juga:


Mitos 3: Tidak mungkin untuk menghindari gula

Cobalah makan dengan porsi yang lebih kecil. Dengan begitu, tubuh masih bisa mendapat asupan gula tanpa harus khawatir akan efek sampingnya.

Usahakan juga untuk lebih banyak makan makanan olahan rumah yang alami, bukan beli makanan di luar.

Mitos 4: Gula adalah penyebab berbagai penyakit

Bila diteliti lebih dalam, penyakit kronis seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor risiko.

Misalnya di samping kebanyakan mengonsumsi gula, kamu juga punya faktor genetik (keturunan), kurang olahraga, dan kebanyakan konsumsi makanan berlemak.

Seorang direktur gizi dari International Food Information Council Foundation, Kris Sollid, RD pun membenarkan hal ini. Kondisi tersebut bisa terjadi karena asupan energi dari makanan dan minuman tidak seimbang dengan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik.

Yang harus diingat adalah selama tidak berlebihan, konsumsi gula tidak berbahaya bagi kesehatan kamu.

Mitos 5: Mengurangi gula bisa menurunkan berat badan

Pernah mendengar mitos tentang gula yang satu ini? Ya, sebagian orang percaya jika gula dapat menurunkan berat badan.

Membatasi asupan gula dari makanan dan minuman disinyalir bisa membantu kamu mencapai berat badan ideal.

Padahal tidak hanya itu, kalori juga harus diperhatikan jika kamu berencana untuk mengurangi berat badan.

Menurut Georgia Fear, ketika Anda membatasi konsumsi gula dan menggantinya dengan makanan lain yang tinggi kalori maka kamu akan tetap kesulitan untuk mendapat berat badan yang optimal.

Dengan kata lain, diet rendah gula tidak akan membantu menurunkan berat badan apabila tidak diiringi dengan menjaga pola hidup sehat secara keseluruhan.

Mitos 6: Gula dari pemanis buatan tidak bikin gemuk

Berdasarkan analisis dari 37 penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Medical Assocation Journal, pemanis buatan atau yang dikenal juga dengan pemanis rendah kalori seperti siklamat, sukralosa, aspartam, dan sakarin dapat memicu kenaikan berat badan, bukan malah menurunkannya.

Nah, hal ini mungkin disebabkan oleh adanya peningkatan produksi lemak di dalam tubuh.

Jadi, bukan berarti karena kamu menggunakan pemanis buatan lantas mengonsumsinya secara berlebihan dan tanpa batas.

Sekarang Sobat sudah bisa kan membedakan antara mitos dan fakta seputar gula?

Namun, kamu tetap saja harus memerhatikan berapa banyak pemanis buatan yang telah kamu konsumsi sehari-hari, ya!



Buat Tulisan
Manfaat Brokoli bagi Kesehatan Ini Sangat Penting Didapatkan, Lho!
Previous
Manfaat Brokoli bagi Kesehatan Ini Sangat Penting Didapatkan, Lho!
Kenali 4 Kandungan Produk Kecantikan yang Harus Kamu Hindari
Next
Kenali 4 Kandungan Produk Kecantikan yang Harus Kamu Hindari
Related Articles
Back to
top