x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
5 Mitos Obat Batuk yang Perlu Diluruskan

Mitos obat batuk

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Saat batuk, minum obat batuk merupakan langkah yang tepat untuk mengatasinya. Sayangnya, banyak beredar mitos obat batuk yang keliru.

Batuk merupakan respon alami dari tubuh sebagai sistem pertahan untuk mengeluarkan zat dan partikel dari dalam saluran pernapasan. Selain itu, batuk juga mencegah benda asing masuk ke saluran napas bawah.

Batuk yang terjadi sesekali itu normal, namun batuk yang terus-menerus disertai dengan gejala lain seperti demam dan berdahak, dapat menandakan gangguan medis.

Oleh karena itu, kamu disarankan untuk minum obat batuk untuk meredakan batuk dan tidak membuatnya semakin parah.

Namun, masih banyak mitos obat batuk yang menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat. Berikut fakta dan mitos obat batik yang perlu diketahui.

Mitos Obat Batuk yang Perlu Dipahami

Mitos 1: Obat batuk pasti menyebabkan kantuk

Banyak orang yang lebih memilih menghindari minum obat batuk karena katanya obat batuk bisa membuat kamu mengantuk sepanjang hari.

Sobat, ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar, lho! Sebenarnya, kantuk setelah mengonsumsi obat batuk merupakan efek samping yang paling umum.

Namun, dikutip dari laman health.usnews.com, efek ini hanya berlaku pada obat batuk sirup yang mengandung bahan aktif antihistamin.

Senyawa ini berfungsi untuk meredakan gejala flu dan batuk.

Tak hanya itu, senyawa antihistamin bisa masuk ke otak dan mengganggu kesadaran shingga cenderung menimbulkan rasa kantuk dan sulit berkonsentrasi.

Jadi, cek terlebih dahulu kandungan obat batuk yang akan kamu konsumsi, ya.

Mitos 2: Batuk dapat sembuh total dengan obat batuk

Tak jarang orang lebih membeli obat batuk bebas yang dijual di warung atau apotek.

Padahal, obat batuk bebas ini mengandung sejumlah bahan kimia.

Bahan tersebut di antaranya guaifenesin untuk mengencerkan lendir atau dahak, dextromethorphan untuk menghambat refleks batuk, dan phenylephrine HCI untuk meredakan hidung tersumbat.

Namun perlu diingat, obat batuk fungsi utamanya adalah meredakan dan mengurangi batuk, bukan menyembuhkan penyakit yang menyebabkan batuk.

Jadi, meski batuk bisa diredakan oleh obat batuk yang dijual bebas, penyebab utama batuk harus ditangani terlebih dahulu agar benar-benar sembuh.

 Apa saja mitos obat batuk


Baca Juga:


Mitos 3: Sup hangat bisa menjadi obat batuk alami

Ketimbang minum obat medis yang mengandung bahan kimia, banyak orang yang lebih memilih mengonsumsi sup hangat sebagai obat batuk alami.

Sup hangat memang bisa meredakan tenggorokan yang gatal, namun sup hangat tidak bisa melawan infeksi bakteri penyebab batuk yang kamu alami.

Maka dari itu, kamu tetap membutuhkan obat batuk medis untuk mengobati batuk.

Mitos 4: Obat batuk sirup membuat ketagihan

Karena rasanya yang manis dan segar, obat batuk sirup membuat kebanyakan orang merasa ketagihan. Apa obat batuk sirup membuat ketagihan?

Obat batuk mengandung kodein, bahan aktif yang berfungsi untuk menghentikan batuk namun juga berpotensi adiktif jika dikonsumsi secara berlebihan. Tetapi, tak semua obat batuk mengandung bahan aktif ini, kok.

Namun, jika kamu mulai merasa ketagihan minum obat batuk, segera konsultasikan ke dokter ya.

Mitos 5: Obat batuk boleh diberikan pada anak-anak

Anak-anak biasanya rentan terkena batuk. Biasanya, orang tua akan langsung memberikan obat batuk untuk anak.

Obat batuk memang dapat membantumu dalam meredakan batuk pada anak. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Menurut American Academy of Pediatrics, Sebaiknya kamu tidak memberi obat batuk kepada bayi dan anak-anak di bawah usia 6 tahun karena dapat memicu infeksi pernapasan.

Seorang dokter umum sekaligus kepala Department of Family Medicine General Practice di Royal College of Surgeons di Ireland Medical School, Prof. Thomas Fahey, pemberian paracetamol lebih efektif meredakan gejala batuk pada anak, seperti yang dilansir di Telegraph.

Sobat, itulah mitos obat batuk yang tidak boleh kamu percaya lagi. Sebaiknya periksakan diri ke dokter agar mendapat resep batuk yang tepat.



Buat Tulisan
Inilah Manfaat Timun untuk Mata Bengkak dan Mata Panda
Previous
Inilah Manfaat Timun untuk Mata Bengkak dan Mata Panda
Makan Sambil Bersandar dalam Islam, Bolehkah?
Next
Makan Sambil Bersandar dalam Islam, Bolehkah?
Related Articles
Back to
top