x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Bisakah Ibu Tetap Menyusui Saat Hamil, Apakah aman?

Menyusui-Saat-Hamil

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Idealnya, proses kehamilan anak kedua dan seterusnya diberi jarak yang cukup dengan kehamilan sebelumnya. 

Di samping si kakak sudah cukup besar, kondisi ibu juga sudah dalam keadaan baik dan benar-benar siap menerima kehadiran anak lagi.

Akan tetapi, kini banyak terjadi ibu yang hamil kembali padahal belum lama melahirkan. Hal ini membuat kebanyakan ibu diambang dilema, karena harus berhenti menyusui bayinya yang masih berusia beberapa bulan.

Banyak ibu yang berharap tetap bisa menyusui bayinya meski saat hamil. Namun, apakah ASI tetap berkualitas baik saat kita hamil kembali? Apakah kita bisa tetap menyusui saat hamil? Ini jawabannya.

Bisakah Tetap Menyusui Saat Hamil?

Saat kita hamil kemudian melahirkan, sebenarnya ASI sudah dengan sendirinya diproduksi oleh tubuh dan dapat diberikan langsung pada bayi yang baru lahir.

Bahkan, kita pun akan merasa payudara membesar, mengeras, dan lebih padat saat hamil. Hal ini merupakan hal alami sistem saluran susu yang sedang dibentuk.

Nah, saat ibu dalam masa menyusui dan hamil kembali, tentu saja tubuh tetap dapat menghasilkan ASI.

Jadi, kita sebenarnya bisa saja tetap memberikan ASI pada bayi sambil menjalani kehamilan. Selain itu, menyusui saat hamil juga cenderung aman bagi kita yang memiliki kehamilan sehat, tidak memiliki riwayat kelahiran prematur, dan tidak mengandung bayi kembar.

Namun, memang sebaiknya selalu diskusikan kondisi tubuh kita dengan dokter untuk menjaga kesehatan kehamilan dan mencegah kemungkinan komplikasi.

Cara-menyusui-saat-hamil-yang-aman


Baca Juga:


Lalu, Apakah memungkinkan Menyusui Saat Hamil?

Saat mengandung kembali, kita mungkin saja tetap dapat memberikan ASI pada sang kakak. Namun, biasanya hal ini tidak berlangsung lama, karena saat usia kehamilan memasuki 4 atau 5 bulan, ASI yang diproduksi tubuh akan cenderung berubah.

Lambat laun ASI yang dihasilkan ibu cenderung menjadi lebih kental dan hambar. Kondisi ini dapat membuat sang kakak merasa tidak berselera untuk menyusu, sehingga bisa saja menimbulkan masalah menyusui seperti terpaksa untuk menyapihnya lebih cepat.

Namun, apakah sang kakak yang masih kecil ini sudah cukup umur untuk disapih? Kita tidak perlu memberikan makanan atau minuman apapun selain susu pada anak usia di bawah 6 bulan. Pasalnya, penyapihan dini kemungkinan dapat menimbulkan berbagai gangguan baginya.

Bagaimana dengan Ibu, apa sudah siap? Saat menyusui, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh kita, salah satunya makanan yang dikonsumsi.

Dengan menyusui dan mengandung, berarti kita makan untuk setidaknya 3 orang yaitu kita, sang kakak yang menyusui, dan janin dalam kandungan.

Oleh sebab itu, pastikan bahwa asupan yang kita konsumsi menyehatkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian ketiganya.

Sayangnya, tidak semua ibu yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang tinggi dan akhirnya berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.  

Sebenarnya, anjuran jarak yang ideal antara kelahiran satu dengan anak selanjutnya menurut Kementerian Kesehatan ialah sekitar 2-3 tahun.

Hal ini dihimbau dengan harapan agar orangtua dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan bayi hingga ia mencapai usia balita, terutama pada kebutuhan nutrisinya.

Jadi, menyusui saat hamil boleh saja dan aman, asal tetap memperhatikan beberapa hal seperti asupan nutrisi, kesehatan janin dan juga kesehatan ibu. Jika masih belum yakin, konsultasikanlah dulu pada dokter terkait kondisi yang sedang kita alami ya Sobat.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Jenis Makanan Sehat Menurunkan Berat Badan Saat Menyusui
Previous
Jenis Makanan Sehat Menurunkan Berat Badan Saat Menyusui
Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak? Ini Jawaban Sebenarnya
Next
Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak? Ini Jawaban Sebenarnya
Related Articles
Back to
top