x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Pedoman Mengurus Jenazah Pasien COVID-19 Sesuai Syariat Islam


Pedoman-mengurus-pasien-COVID-19

Sumber: standard.co.uk

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi COVID-19 tertanggal 27 Maret 2020 dipisahkan ke dalam empat bagian, yaitu:

  1. Cara memandikan jenazah,
  2. Cara mengafani jenazah,
  3. Cara menyalatkan jenazah, dan
  4. Cara menguburkan jenazah terpapar virus corona.

MUI memandang, umat Islam yang meninggal karena COVID-19 tergolong sebagai syahid akhirat.

Artinya, muslim yang meninggal dunia karena kondisi tertentu yang mendapat pahala syahid, tapi tetap wajib dipenuhi hak-hak jenazahnya secara duniawi, Moslem Fellas.

Berikut tata cara mengurus jenazah pasien COVID-19 dilansir dari Muslim.or.id.

Mengurus Jenazah Pasien COVID-19 Muslim

Dalam Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 ditegaskan pula bahwa tata cara mengurus jenazah pasien COVID-19, terutama dalam memandikan jenazah dilakukan oleh pihak berwenang, atau petugas muslim yang melaksanakan tajhiz jenazah.

1. Pedoman Memandikan Jenazah yang Terpapar COVID-19

Memandikan jenazah yang terpapar virus corona mesti memiliki pertimbangan, seperti mempertimbangkan pendapat ahli terpercaya.

Pedoman umumnya yakni memandikan jenazah tanpa membuka pakaian mayit. Namun, bila tidak memungkinkan, maka yang dilakukan adalah menayamumkan jenazah, dan jika tayamum tidak memungkinkan, maka jenazah tidak dimandikan atau ditayamumkan.

Berikut tata cara memandikan jenazah terkena virus corona:

Pasien-meninggal

Sumber: kompas

  • Memandikan jenazah tanpa membuka pakaian mayit.

Petugas yang memandikan jenazah wajib berjenis kelamin yang sama dengan jenazah. Jika tidak ada petugas yang berjenis kelamin sama, maka petugas yang ada tetap memandikan dengan syarat jenazah harus tetap memakai pakaian.

  • Jika tidak memungkinkan untuk dimandikan, maka jenazah ditayamumkan.

Jika ada najis pada tubuh jenazah, petugas dapat membersihkannya sebelum memandikan.

Petugas memandikan jenazah dengan cara mengucurkan air secara merata ke seluruh tubuh;

Jika atas pertimbangan ahli terpercaya bahwa jenazah tidak mungkin dimandikan, maka memandikan dapat diganti dengan tayamum sesuai ketentuan syariah.

Cara tayamum jenazah adalah mengusap wajah dan kedua tangan jenazah dengan debu. Demi perlindungan diri, petugas tersebut dapat tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).


Baca Juga:


Namun, jika berdasarkan pendapat ahli, memandikan atau menayamumkan jenazah tidak mungkin dilakukan karena membahayakan petugas, maka jenazah tidak perlu dimandikan atau ditayamumkan berdasarkan ketentuan dlarurat syar’iyyah.

2. Pedoman Mengafani Jenazah yang Terpapar COVID-19

Pengurusan jenazah Muslim yang terinfeksi COVID-19 tidak boleh sembarangan, termasuk dalam hal mengafani mayit. Berikut tata cara mengafani jenazah yang terkena virus:

  • Setelah jenazah dimandikan atau ditayamumkan, atau karena darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah) tidak dimandikan atau ditayamumkan, maka jenazah tersebut dikafani dengan menggunakan kain yang menutup seluruh tubuh.

    Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air demi menjaga keselamatan petugas dan mencegah penyebaran virus.

  • Setelah pengafanan selesai, jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan tubuh dimiringkan ke kanan.

    Dengan cara demikian, saat dikuburkan jenazah pun akan menghadap ke arah kiblat. Jika setelah proses pengafanan selesai dan masih ditemukan najis pada jenazah, petugas dapat mengabaikan najis tersebut.

Jenazah

Sumber: standard.co.uk

3. Pedoman Menyalatkan Jenazah yang Terpapar COVID-19

Berikut tata cara melakukan salat jenazah yang terkena virus corona:

  • Sebagaimana mayit Muslim, disunnahkan menyegerakan shalat setelah jenazah dikafani. Salat jenazah harus dilakukan di tempat yang aman dari penularan COVID-19. Shalat jenazah dapat dilakukan oleh minimal satu orang.

  • Jika tidak memungkinkan, jenazah boleh dishalatkan di kuburan sebelum atau sesudah dimakamkan.

    Jika tidak mungkin, maka jenazah boleh dishalatkan dari jauh (shalat ghaib). Pihak melakukan shalat jenazah wajib menjaga diri dari penularan COVID-19.

COVID-19

Sumber: standard.co.uk

4. Pedoman Menguburkan jenazah yang Terpapar COVID-19

Berikut langkah-langkah menguburkan jenazah yang terkena virus corona:

  • Proses penguburan jenazah dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah Islam dan protokol medis.

    Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan jenazah bersama peti ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, maupun kain kafan.

  • Penguburan beberapa jenazah korban COVID-19 dalam satu liang kubur diperbolehkan karena darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah).

Itulah tata cara mengurus jenazah pasien COVID-19 yang tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah dalam Keadaan Darurat. Semoga Allah menempatkan korban meninggal virus Corona di tempat terbaik. Aamiin.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Jangan Sepelekan, Ini 5 Kebiasaan Penyebab Kesuburan Menurun
Previous
Jangan Sepelekan, Ini 5 Kebiasaan Penyebab Kesuburan Menurun
10 Aktivitas Seru #DiRumahAja Anti Bosan dan Anti Ribet
Next
10 Aktivitas Seru #DiRumahAja Anti Bosan dan Anti Ribet
Related Articles
Back to
top