x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Menilik Tradisi Mengunyah Pinang Masyarakat Papua

Mengunyah-pinang

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Indonesia kaya dengan budaya, tradisi, dan sumber daya alam. Salah satunya tradisi yang sampai saat ini masih diwariskan dari generasi ke generasi masyarakat Papua, yaitu mengunyah pinang.

Buah pinang dengan rasa asam dan pahit, yang dipadukan dengan rasa pedas dari sirih dan tepung kapur menjadikan pinang memiliki sensasi tersendiri saat dikunyah dan memberikan rasa segar di mulut.

Kegemaran masyarakat Papua dalam mengunyah pinang bukan tanpa alasan, ternyata buah pinang dapat menguatkan gigi dan gusi. Kombinasi manis dan asam menjadikannya memiliki rasa seperti pasta gigi.

Mengapa Mengunyah Pinang Dijadikan sebagai Tradisi?

Saking nikmatnya sensasi rasa yang muncul dari buah pinang, beberapa masyarakat Papua menganggap bahwa tidak ada rasa yang dapat menandingi saat mengunyah pinang.

Buah pinang sudah seperti candu bagi mereka yang harus ada disetiap harinya. Mereka akan merasa ada yang kurang jika belum mengunyah pinang. Meskipun begitu, pinang tidak mengandung zat adiktif yang berbahaya sedikitpun.

Masyarakat Papua biasanya mengonsumsi buah pinang dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi rasa asam dan pahit yang muncul dari getah pinang.

Campuran yang digunakan dalam mengunyah buah piang akan memberikan sensasi yang nikmat. Sementara itu, getirnya getah pinang saat dikunyah dapat dinetralisir dengan batang sirih.

Ada beberapa ritual kecil yang biasanya dilakukan saat mengunyah pinang. Buah pinang akan dikupas menggunakan gigi dan isi buahnya dikunyah hingga hancur.

Bagus atau tidaknya buah pinang dapat dilihat dari cairan yang dihasilkan setelah dikunyah. Buah pinang yang bagus, menghasilkan cairan yang lebih kental. Sementara itu buah pinang yang kurang bagus, cairan yang dihasilkan akan lebih cair.

Manfaat-pinang

Ritual selanjutnya, batang sirih akan dicelupkan pada bubuk kapur kemudian dikunyah bersama buah pinang. Campuran tersebut akan menghasilkan cairan kental berwarna merah, biasanya pengunyah pinang akan meludahkan cairan tersebut ke tanah.


Baca Juga:


Mereka memercayai bahwa sisa kunyahan pinang dapat membuat tanah dan tanaman subur, karena sisa tersebut termasuk sampah organik.

Mengunyah buah pinang biasanya dilakukan oleh para wanita yang sudah lanjut usia. Namun tidak dengan di Papua, tradisi ini telah diwariskan turun-menurun bahkan dilakukan sejak kecil.

Tidak mengherankan jika generasi muda maupun tua di Papua saat ini melakukan tradisi mengunyah pinang. Bahkan, orang tua yang berusia di atas 80 tahun masih banyak yang memiliki gigi utuh dan sehat karena rutin mengunyah pinang.

Saat ini, masyarakat Papua yang mengunyah pinang dapat kita temui baik di daerah perkotaan atau desa-desa kecil.

Jika kamu tertarik untuk mencoba mengunyah pinang, berbagai perlengkapan untuk mengunyah buah pinang bisa didapatkan di sekitar jalan kota besar di Papua. Untuk mencarinya di kota-kota lain bisa didapatkan di pasar tradisional.

Umumnya satu paket perlengkapan untuk mengunyah pinang akan berisi buah pinang, kapur dan batang sirih yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp.10.000 per paket.

Rata-rata masyarakat Papua bisa menghabiskan 5 hingga 10 paket untuk mengunyah pinang setiap harinya. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga tradisi yang sudah ada sejak turun temurun.

Sobat, itulah salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Papua. Tertarik untuk mencoba mengunyah pinang?



Buat Tulisan
Tetap Lezat, Begini Cara Mengolah Kentang yang Sehat Tanpa Digoreng
Previous
Tetap Lezat, Begini Cara Mengolah Kentang yang Sehat Tanpa Digoreng
Sulitkah Bangkit dari Kegagalan? Allah Sudah Menjelaskan dalam Satu Surat
Next
Sulitkah Bangkit dari Kegagalan? Allah Sudah Menjelaskan dalam Satu Surat
Related Articles
Back to
top