x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
3 Adab Menguap Dalam Islam yang Harus Kamu Perhatikan

Menguap Dalam Islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Menguap dalam Islam tidaklah dilarang. Namun, terdapat adab-adab ketika menguap yang perlu kamu perhatikan.

Menguap adalah salah satu kegiatan yang tanpa sadar kita lakukan ketika sedang mengantuk.

Menguap juga sering kali dianggap sebagai tanda tubuh kelelahan dan juga kekurangan oksigen.

Pada dasarnya tujuan menguap adalah untuk membuka eustachius, tabung yang mengaitkan telinga bagian tengah dan bagian belakang tenggorokan.

Fungsi tabung ini adalah untuk mengendalikan tekanan udara di telinga tengah.

Ketika menguap, selain mendapatkan asupan oksigen yang masuk melalui mulut, terdapat juga tambahan oksigen yang akan masuk melalui telinga.

Selain itu, menguap adalah salah cara untuk mempertahankan suhu internal otak.

Adab Menguap Dalam Islam

Islam sudah menerapkan adab-adab mengenai kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, salah satunya ialah adab ketika menguap.

  1. Disunnahkan untuk menahan saat menguap.

Menguap sesungguhnya ialah hal yang dibenci Allah SWT karena menguap datangnya dari syaitan. Oleh sebab itu, kita disunnahkan untuk menahan saat menguap.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, karena itu, jika seseorang bersin, lalu ia memuji Allah, maka wajib bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Sedangkan menguap berasal dari syaitan, karena itu, jika seseorang menguap, maka hendaklah ia menahannya sekuatnya, karena ketika seseorang menguap, maka syaitan telah menertawakannya.” (HR. Bukhari)

Menguap yang dijelaskan dalam hadits di atas ialah dalam konteks ketika sedang shalat. Oleh sebab itu, hukum menguap saat shalat ialah makruh.


Baca Juga:


Berkaitan dengan hadits di atas, Imam an-Nawawi berpendapat,

Kata ‘menguap’ disandarkan kepada syaitan karena menguap dapat menyebabkan seseorang mengikuti syahwatnya karena beratnya badan, lemasnya badan, dan gemuknya badan.

Dan yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atas sebab-sebab yang dapat membuat kita menjadi menguap, yakni terlalu besar tempat makanan dan terlalu banyak makan.” (Abu al-‘Ala al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi). 

Etika Menguap Dalam Islam Moslem Lifestyle

Dalil lainnya ialah seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu:

Jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia tahan menurut kemampuannya, karena sesungguhnya syaitan masuk ke dalam mulutnya.” (HR. Ahmad)

  1. Menahan suara ketika menguap

Sama halnya dengan adab ketika bersin dalam Islam, saat menguap dimakruhkan untuk mengeraskan suara atau dengan kata lain kita harus menahan suara ketika menguap.

Jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia tahan menurut kemampuannya dan janganlah sekali-kali ia mengatakan ha…ha… karena sesungguhnya pada saat itu syaitan menertawakannya.” (HR. Abu Dawud).

  1. Disunnahkan menutup mulut dengan pakaian atau tangan ketika menguap saat shalat

Adab menguap yang diatur dalam Islam selanjutnya ialah diperintahkan untuk menutup mulut dengan pakaian atau tangan ketika menguap dalam shalat atau saat tidak mampu menahannya.

Rasulullah SAW bersabda,

Jika salah seorang di antara kalian menguap pada saat shalat, hendaklah ia meletakkan tangannya pada mulutnya, karena sesungguhnya syaitan masuk pada saat menguap.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu, mulai sekarang marilah kita menjalankan adab-adab ketika menguap dalam Islam agar tidak mendapatkan keburukan.



Buat Tulisan
Inilah 4 Bahan Alami yang Bisa Mengatasi Lidah Putih
Previous
Inilah 4 Bahan Alami yang Bisa Mengatasi Lidah Putih
Bagaimana Bisa Penyakit Sapi Gila Tertular Pada Manusia?
Next
Bagaimana Bisa Penyakit Sapi Gila Tertular Pada Manusia?
Related Articles
Back to
top