x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Bagaimana Hukum Mengikat Rambut saat Shalat Bagi Pria dan Wanita?

Mengikat-rambut-saat-shalat

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sebagai umat Islam tentu kita sudah mengetahui ketika hendak melaksanakan shalat aurat harus tertutup, baik pria atau pun wanita.

Bagi wanita, rambut merupakan aurat yang harus mereka tutupi, namun tidak untuk pria. Tapi, apa sebenarnya hukum mengikat rambut saat shalat bagi pria dan wanita?

Hukum Mengikat Rambut saat Shalat dalam Islam

Al-Imam Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullahu berkata:

Tampaknya hukum ini khusus bagi laki-laki, tidak berlaku bagi wanita, sebagaimana dinukilkan oleh Asy-Syaukani rahimahullahu dari Al-’Iraqi rahimahullahu.” (Ashlu Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 2/743).

Dari Abdullah bin Abbas bahwa dia melihat Abdullah bin al-Harits shalat sementara rambut kepalanya terikat di belakangnya, maka abdullah bin abbas berdiri, lalu mengurai ikatan rambut abdullah al Harits.

Ketika dia selesai shalat, maka dia mendatangi Ibnu Abbas seraya berkata, “Mengapa kamu memperlakukan rambutku demikian?” Dia menjawab, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, ‘Permisalan ini adalah sebagaimana permisalan orang yang shalat dalam keadaan tangannya terikat.”

Al-’Iraqi rahimahullahu juga berkata: “Hukum ini khusus bagi laki-laki, tidak bagi wanita. Karena rambut mereka (para wanita) adalah aurat, wajib ditutup di dalam shalat.

Hukum-mengikat-rambut-saat-shalat

Bila ia melepaskan ikatan rambutnya bisa jadi rambutnya tergerai dan sulit untuk menutupinya hingga membatalkan shalatnya. Dan juga, akan menyulitkannya bila harus melepaskan rambutnya tatkala hendak shalat.


Baca Juga:


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk tidak melepaskan ikatan rambut mereka ketika mandi wajib, padahal (hal ini) sangat perlu untuk membasahi seluruh rambut mereka di saat mandi tersebut.” (Nailul Authar 2/440).

Namun, untuk beberapa pria yang memiliki rambut panjang, terkadang mengikat rambut dengan alasan agar lebih rapi dan tidak mengganggunya saat sedang shalat. Padahal mengikat rambut saat shalat bagi pria justru sesuatu yang dilarang dalam syariat Islam.

Jadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam melarang orang yang sujud mengikat rambutnya ke belakang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam juga menyatakan,

Ikatan rambut seperti itu (di saat shalat) adalah tempat duduk setan.” (HR. Abu Dawud no. 464 dan at-Tirmidzi no. 384, dinyatakan shahih dalam Shahih Abi Dawud dan Shahih at-Tirmidzi)

At-Tirmidzi rahimahullahu juga mengatakan,

Yang diamalkan oleh ahlul ilmi adalah mereka membenci seseorang shalat dalam keadaan rambutnya terikat.” (Sunan at-Tirmidzi, 1/238).

Mengikat rambut

Ibnul Atsir rahimahullahu berkata, Makna hadits ini adalah apabila orang yang shalat rambutnya digerai (tidak diikat) maka rambut tersebut akan jatuh ke tanah di saat sujud sehingga pemiliknya akan diberikan pahala sujud dengan rambutnya.

Namun, apabila rambutnya terikat, jadilah ia termasuk dalam makna orang yang tidak sujud. Ia diserupakan dengan orang yang terikat kedua tangannya, karena kedua tangan tersebut tidak bisa menyentuh tanah di saat sujud (sebagaimana rambut yang diikat ke belakang tidak dapat menyentuh tanah saat sujud, -pent.).” (an-Nihayah fi Gharibil Hadits)

Larangan mengikat rambut saat shalat memang khusus bagi pria, kenapa?

  1. Karena rambut wanita merupakan aurat dalam shalatnya, dan jika dibiarkan terurai dikhawatirkan bisa terlihat.
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk tetap bisa mengikat rambutnya bahkan saat mereka melaksanakan mandi wajib.

Hukum mengikat rambut saat shalat ini memang tidak akan membatalkan shalat, namun semoga kita semua terus bisa memperbaiki shalat kita agar lebih diterima oleh Allah SWT.



Buat Tulisan
Apakah Menelan Ludah Dapat Menghilangkan Haus?
Previous
Apakah Menelan Ludah Dapat Menghilangkan Haus?
Hati-Hati, Mengonsumsi Nasi Panas Bisa Naikkan Gula Darah
Next
Hati-Hati, Mengonsumsi Nasi Panas Bisa Naikkan Gula Darah
Related Articles
Back to
top