x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

5 Tips Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum


Menghadapi-anak-tantrum

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ketika mengajak si Kecil jalan-jalan di luar, pernah tidak tiba-tiba ia menginginkan sesuatu yang sulit dipenuhi oleh kita?

Alhasil ia menangis, mengamuk, hingga meronta-ronta di depan umum. Tentu hal ini menjadi permasalahan yang cukup sulit diatasi apalagi kalau kita hanya sendirian.

Ada baiknya hindari memarahi anak di depan umum. Sebagai orangtua, kita perlu cara lebih baik dalam menghadapi anak tantrum.

Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Dilansir dalam Health of Children, tantrum merupakan sebuah kemarahan dan frustrasi secara ekstrem yang ditandai dengan tangisan, teriakan, dan gerakan tubuh yang penuh kekerasan, termasuk melempar benda, memukul tangan, kaki, kepalanya sendiri, bahkan sampai melukai orang lain.

Tantrum kerap juga disebut sebagai sebuah pengungkapan amarah yang bisa terjadi pada anak usia 15 bulan, meski biasanya paling sering terjadi pada usia dua dan empat tahun.

Biasanya tantrum terjadi ketika ia tak mendapatkan perhatian dari orangtua atau pengasuhnya yang lain, serta menjadi usaha mereka untuk memanipulasi situasi tertentu.

Nah, berikut ini menghadapi anak tantrum, terutama saat kita sedang berada di depan umum.

Bagaimana-cara-menghadapi-anak-tantrum

1. Hindari mencoba menenangkannya

Selama anak tantrum terlihat aman, sebaiknya hindari mencoba menenangkannya.

Namun, jika anak mulai memukul, menendang, atau melempar benda, cobalah menghentikannya dengan cara menggendong dan membawanya jauh dari tempat umum.

Cobalah menjelaskan bahwa tidak baik berteriak-teriak di depan umum.


Baca Juga:


Kenalkan dengan rasa malu dengan memberitahu kalau menangis akan banyak orang yang melihatnya. Jika memang ingin marah, tahanlah sampai bertemu tempat yang sepi.

2. Semakin anak berteriak, semakin pelan memberitahunya

Bila si Kecil merengek, berteriak, dan terus menangis di depan umum memang bisa membuat kita kesal.

Tapi kalau kita ikut berteriak marah, justru akan dua kali lipat menjadi pusat perhatian banyak orang.

Tersenyumlah ketika sang anak mulai mengamuk di depan umum, kita perlu tenang ketika menghadapi hal ini.

Berikan penjelasan yang logis mengapa ia tidak bisa mendapatkan keinginannya. Begitu si Kecil mengikuti dan mengambil pilihan itu, pujilah dia. Bagaimanapun, itu adalah perilaku positif yang patut dihargai.

3. Beritahukan harapan lebih awal

Sebelum pergi ke luar rumah, kita harus menetapkan harapan lebih awal. Misalnya seperti mendiskusikan kalau mau ikut ke supermarket, Si Kecil tidak boleh minta mainan karena fokus belanja sayuran saja.

Mintalah Si Kecil mengulangi informasi itu kembali kepada kita dan terus diskusikan.  

Banyak pengulangan akan membantu kita menghindari amukan di depan umum, karena si Kecil akan terus ingat janjinya tersebut.

Menghadapi-anak-tantrum

4. Berikan pelukan dan waktu tenang

Saat melihat anak terus tantrum di depan umum, hal yang perlu kita lakukan adalah memberikan ia pelukan hangat Mama.

Dilansir dari The Parenting, cara untuk membantunya tenang saat si Kecil sedang merengek ialah melalui cara bicara yang lembut dan pelukan orangtua.

Tidak perlu mengatakan sepatah kata pun saat memeluknya. Pelukan mampu membuat anak-anak merasa aman dan tahu bahwa kita peduli dengan mereka, bahkan jika kita tidak setuju dengan tingkah lakunya.

5. Mintalah bantuan orang lain

Ketika anak tantrum di tempat umum dan sulit sekali untuk dikendalikan, kita bisa meminta bantuan orang lain.

Misalnya, saat ada orang di dekatnya cobalah minta pendapat orang itu atas keputusan si Kecil. Saat melihat orang lain yang sama sekali tidak ia kenal, si Kecil mungkin akan merasa bingung apalagi jika orang itu juga melontarkan sebuah pendapat di depannya.

Dengan cara ini, akan ada kemungkinan ia mengalihkan perhatian pada orang yang mengajaknya berbicara dan lupa dengan keinginannya.

Jika cara menghadapi anak tantrum belum berhasil atau memang khawatir amukan anak sudah berlebihan lebih dari sekedar kelelahan, kelaparan, atau meminta sesuatu, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli psikologis anak untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Mintalah jalan keluar agar tidak berlanjut hingga ia dewasa, ya.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Faktor Penyebab Kaki X dan O Pada Anak yang Sering Terjadi
Previous
Faktor Penyebab Kaki X dan O Pada Anak yang Sering Terjadi
Hadits Tentang Wanita Sholehah, Yuk Belajar Jadi Lebih Baik
Next
Hadits Tentang Wanita Sholehah, Yuk Belajar Jadi Lebih Baik
Related Articles
Back to
top