x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kasus Bullying Terjadi Lagi, Ini Cara Mendidik Anak Supaya Tidak Menjadi Pelaku Bully


mendidik-anak-supaya-tidak-menjadi-pelaku-bully

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Belakangan ini berita kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekolah sangat mengkhawatirkan. Sayangnya, kasus bullying sebelumnya juga tidak membuat sejumlah anak jera.

Kali ini, kasus bullying kembali terjadi di salah satu sekolah menengah atas di Purworejo. Kasus ini dialami seorang siswi SMA yang ditendang dan dipukuli oleh 3 pelajar lainnya di sebuah kelas.

Kasus ini viral sejak beredarnya video di sosial media twitter. Masyarakat dibuat geram dengan perlakukan 3 siswa tersebut hingga menuntut keadilan.

Bahkan, kasus ini membuat Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah angkat bicara. Lewat akun media sosialnya, Ganjar begitu menyayangkan terjadinya kasus ini dan telah mengerahkan pihak berwenang untuk menindak kasus secara adil.

Kasus bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah bisa mengancam kondisi mental maupun fisik korban bully.

Bukan cuma korbannya, pelaku bully juga tidak boleh dibiarkan, karena perilaku seperti ini bisa memberikan dampak buruk untuk psikologisnya di kemudian hari. Lantas, bagaimana cara mendidik anak supaya tidak menjadi pelaku bully? Berikut ulasannya!

Langkah-ajarkan-anak-agar-tidak-menjadi-belaku-bully

Mendidik Anak Supaya Tidak Menjadi Pelaku Bullying

Pola didik yang dilakukan orangtua sejak kecil menentukan perkembangan anak di kemudian hari, lho. Oleh karena itu, orangtua perlu mendidik anak sebaik mungkin agar nantinya ia tidak menjadi pelaku bullying.

Melansir dari Stop Bullying, situs pemerintahan yang dikelola oleh U.S. Department of Health and Human Services, menyebutkan bahwa anak-anak umumnya punya perilaku agresif sedari kecil.

Untuk itu, orangtua perlu memberi perhatian khusus untuk melihat perilaku ini sedini mungkin, agar anak tidak mengembangkan perilaku bullying dan menimbulkan masalah dengan teman sebayanya. Berikut beberapa pola asuh yang bisa diterapkan:

Seperti-ini-trik-mendidik-anak-agar-tidak-menjadi-pelaku-bully

1. Tunjukkan Rasa Kasih Sayang

Menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak sejak dini akan membuatnya merasa diperhatikan dan memiliki seseorang yang bisa diandalkan.

Cobalah untuk meluangkan waktu bersama anak-anak untuk mempererat hubungan dan ikatan antara orangtua dan anak.

Ketika anak merasa disayangi, nantinya mereka juga cenderung menyayangi orang-orang di sekitarnya, termasuk teman sebayanya, Moslem Fellas.

2. Perkenalkan Anak Tentang Bullying dan Intimidasi

Mengajak anak berdiskusi soal bullying dan intimidasi akan membantu mereka memahami perilaku tersebut, mengapa hal tersebut berbahaya dan bagaimana mereka harus meresponsnya jika terjadi kepada dirinya atau ia melihat peristiwa tersebut menimpa orang lain.


Baca Juga:


Diskusikan dan latih apa yang harus mereka lakukan ketika dihadapkan dengan situasi tersebut merupakan hal penting.

Berikan kiat untuk menangani intimidasi, seperti meningkatkan rasa percaya dirinya, berani mengatakan "berhenti!"  atau speak up, berjalan pergi dan minta bantuan orang lain.

Orangtua juga harus mengajari anak tentang bagaimana cara membantu orang lain yang mengalami bullying, seperti menunjukkan kebaikan dan memberitahu orang dewasa. Ketika anak telah memahaminya, maka kecil kemungkinan anak menjadi pelaku bullying.

3. Ajari Cara Menghormati Orang Lain

Untuk mendidik anak supaya tidak menjadi pelaku bully, orangtua juga harus menjadi role model anak agar senantiasa memperlakukan orang lain dengan baik dan hormat.

Anak-anak kecil biasanya belajar dari sikap dan perilaku orang di sekitarnya, khususnya orang tua. Orangtua atau lingkungan yang bermasalah, seperti, konflik keluarga, penggunaan narkoba dan alkohol, kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecehan bisa membentuk anak menjadi pelaku bullying, lho.

4. Jangan Terlalu Permisif

Setiap orangtua pasti punya sejumlah aturan untuk sang anak, dan hal tersebut diperbolehkan. Aturan-aturan ini memang penting supaya anak mengerti batasan-batasan tertentu, belajar disiplin dan mengenali mana yang salah dan benar.

Orangtua juga perlu membuat aturan yang jelas tentang bagaimana anak-anak harus memperlakukan orang lain, Moslem Fellas. Namun, meskipun begitu, orangtua yang terlalu permisif justru membuat anak mudah memberontak, lho.

5. Ajari Anak untuk Terbuka

Dorong anak-anak untuk berbicara tentang hal yang mereka hadapi. Jadi, jika mereka menjadi korban bullying atau menyaksikan anak yang mengalami perundungan, ia akan segera angkat bicara.

Keterbukaan itu penting untuk perkembangan kepribadian anak ke depannya. Cobalah untuk menjadi teman untuknya agar ia mau terbuka kepada orangtua.

6. Dukung Minatnya

Dorong anak-anak untuk melakukan apa yang mereka sukai seperti minat dan hobi agar dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan membuat dirinya mudah bergaul serta mampu melindungi mereka dari perilaku intimidasi.

Perilaku bullying memang tidak dapat dibenarkan, tetapi bukan berarti anak yang melakukan bullying juga pantas mendapatkan perundungan dari orang lain, oleh karena itu cegah sedini mungkin dengan mendidik anak supaya tidak menjadi pelaku bully. Jadi, selain korban, pelaku bullying juga berhak mendapatkan rehabilitasi psikologis, lho.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Menguak Manfaat Gerakan Sholat Untuk Kesehatan Tubuh
Previous
Menguak Manfaat Gerakan Sholat Untuk Kesehatan Tubuh
Jadi Sumber Bakteri, Ini Tips Menggunakan Toilet Umum
Next
Jadi Sumber Bakteri, Ini Tips Menggunakan Toilet Umum
Related Articles
Back to
top