x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Traveling Tips

Hindari Ini Saat Mendaki Gunung Untuk Liburan yang Menyenangkan


Durasi Baca: 1 Menit 5 Detik

Saat ini mendaki gunung bukan hanya dilakukan karena hobi semata, tapi juga salah satu pilihan sebagai destinasi liburan. Dalam pendakian, banyak sekali kesalah dalam memilih barang yang menjadi barang bawaan selama perjalan seperti makanan dan barang berlebihan. Bukan hanya mubazir saja, ini juga akan menghambat kita dalam perjalanan pendakian.

Nah, untuk mengantisipasi semuanya, Moslem Lifestyle akan berbagi rahasia penting untuk Sobat yang baru pertama kali ingin mencoba mendaki gunung ini. Catat, jangan sampai ada yang terlewat ya!

Pintar memilah makanan

Nasi memang menjadi makanan pokok di kebanyakan suku Indonesia, namun saat kita hendak mendaki gunung sebaiknya hindari membawa beras dan ganti dengan umbi-umbian. Ini mengingat bahwa tidak semua tempat camp di gunung dekat dengan sumber air. Saat kita memasak beras untuk dijadikan nasi, air yang kita butuhkan akan lebih banyak ketimbang hanya dengan memasak umbi-umbian seperti ubi dan singkong.

Nah, biasanya ada kebiasaan malam para pendaki untuk memasak mie. Memang, mie instan selain mudah dimasak juga rasanya enak dan bermacam-macam. Tetapi, ternyata ada makanan lain yang mudah dimasak dan sehat untuk dikonsumsi, yaitu oat meal. Mie yang kita makan memang enak, namun tidak sehat.


Baca Juga:

 


Jangan salah bawa jenis makanan praktis

Biasanya, ada saja yang membawa telur untuk dijadikan lauk saat berada di tempat camp. Awalnya mereka menganggap ini termasuk mudah karena telur dapat kita taruh dalam beras atau jika tidak bawa beras kita dapat menggunakan egg holder. Dibanding itu, sebenarnya ada masakan yang lebih praktis lagi ketimbang telur, yaitu sarden. Selain mudah dalam memasaknya, sarden juga berukuran kecil dan mudah dibawa kemana-mana.

Untuk tubuh yang selalu terjaga selama perjalanan, pastikan Sobat tidak membawa minuman beralkohol selama pendakian ya. Selain hanya akan meyusahkan karena sifatnya memabukan, ini juga diharamkan oleh Agama. Lebih baik kita membawa olahan wedang jahe yang sudah jelas nikmat dan hangat untuk dinikmati.

Kuasai medan yang akan ditempuh.

Memakai sendal gunung memang sangat nyaman untuk beberapa pendaki ketimbang harus menggunakan sepatu dan membuat kaki pengap selama berjam-jam. Namun, tidak semua gunung dapat kita daki dengan menggunakan sandal gunung.

 

Pastikan kita mencari tahu terlebih dahulu medan yang akan kita tempuh selama perjalanan pendakian. Jika memang aman dari lumpur dan tidak terlalu berbatu, aman-aman saja memakai sendal gunung. Sebaliknya, jika jalan yang kita lalui akan berbatu dan berlumpur lebih baik kita menggunakan sepatu gunung yang sudah jelas aman.

Pakai ransel besar atau kecil?

Nah, ada saja yang berpikiran bahwa menggunakan ransel dengan ukuran besar akan mempermudah dalam pendakian. Coba pikir ulang, jika kita membawa ransel yang besar sudah pasti kita akan merasa ingin membawa semua barang yang mungkin saja tidak diperlukan. Semakin besar ransel, semakin berat pula barang bawaan yang kita bawa.

Selain itu, jangan pernah menggunakan jaket berbahan benang rajut saat mendaki gunung. Memang jaket rajut sangat menunjang penampilan, tapi ini tidak akan cocok untuk cuaca gunung yang tidak menentu.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Make up ala Korea Untuk Referensimu Saat Wisuda
Previous
Make up ala Korea Untuk Referensimu Saat Wisuda
Tips Merawat Gamis Pesta Agar Tidak Mudah Rusak
Next
Tips Merawat Gamis Pesta Agar Tidak Mudah Rusak
Related Articles
Back to
top