x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Mendadak Haid saat Haji atau Umrah, Apa yang Harus Dilakukan?


Mendadak-Haid-saat-Haji-atau-Umrah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji atau umrah merupakan impian setiap umat Muslim di seluruh dunia.

Saat seseorang sudah mendapatkan panggilan dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci, pasti ia ingin bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk dan sebaik mungkin. Tetapi, bagaimana bila jamaah wanita mendadak haid saat haji atau umrah?

Haid Saat Haji dan Umrah? Ini yang Perlu Dilakukan

Adapun cara agar menjadi haji dan umrah yang mabrur, salah satu hal yang harus dilakukan ialah dengan melakukan seluruh rangkaian ibadah haji dan umrah tersebut dengan niat hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT.

Khususnya untuk para jamaah wanita, pasti memiliki kemungkinan untuk mengalami haid bulanan ketika sedang berihram saat menunaikan ibadah haji atau umrah.

Sedangkan saat haid, para jamaah tidak diperbolehkan untuk melaksanakan thawaf sebagai salah satu rukun haji dan umrah.

Ketika Aisyah RA haid saat sedang berhaji, Rasulullah SAW bersabda,

"Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji, selain dari melakukan tawaf di Ka'bah hingga engkau suci."  (HR Muttafaq Alaih)

Salah satu syarat sahnya tawaf ialah suci dari hadas besar dan kecil. Namun, ihram saat umrah ataupun haji bagi wanita yang sedang haid, hukumnya sah dan masih diperbolehkan.

Meskipun diperbolehkan, ada hal yang perlu dilakukan oleh wanita yang sedang haid hingga di miqat, yaitu mandi dan istisfar.

Istisfar sendiri ialah menggunakan pembalut dengan lebih rapat lagi, agar tidak ada darah yang rembes keluar hingga mengenai celana. Setlah itu, barulah boleh memulai ihram.

Sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhum juga pernah mengungkapkan kejadian yang dialami oleh Asma’ bintu Umais, istri dari Abu Bakr as-Shiddiq radhiyallahu ‘anhum, ketika ia berada di dalam rombongan haji bersama Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tiba di Dzulhulaifah (Bir Ali).


Baca Juga:


Saat tidak di Dzulhulaifah, Asma binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakr. Setelah itu, beliau menyuruh orang tuanya untuk bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengenai apa yang harus ia lakukan.

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,

"Mandilah dan lakukanlah istitsfar dengan kain, dan mulailah ihram." (HR. Muslim 3009, Nasai 293 dan yang lainnya)

Walaupun hadis Asma’ binti Umais ini terkait dengan orang yang nifas, namun hal tersebut juga berlaku untuk wanita yang sedang haid, karena hukumnya sama atas kesepatakan mayoritas ulama.

Lakukan-ini-ketika-mendadak-haid-saat-haji

Hadist Lain Tentang Haid saat Haji atau Umrah

Terdapat dalil lainnya yang juga memperbolehkan ihram dalam kondisi haid, yaitu peristiwa yang dialami oleh A’isyah radhiyallahu ‘anha. Beliau bercerita mengenai perjalanan hajinya bersama Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.

"Kami berangkat dengan niat haji. Ketika sampai di daerah Saraf, aku mengalami haid. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku sedang nangis."

"Kamu kenapa? Apa kamu haid?" tanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar," jawab A'isyah.

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Haid adalah kondisi yang Allah takdirkan untuk putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan Thawaf di Ka'bah.” (HR. Bukhari 294 & Muslim 2976).

Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan,

A'isyah pun melakukannya, beliau melaksanakan semua aktivitas orang haji. Hingga ketika beliau telah suci, beliau Thawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shafa dan Marwah.” (HR. Muslim 2996).

Hal tersebut menjelaskan bahwa wanita yang mengalami haid saat sedang umroh dan belum melaksanakan Thawaf, maka ia tetap boleh melakukan kegiatan apapun, selain Thawaf, Sa’i dan memasuki Masjidil Haram.Thawaf dan Sa’i boleh dilakukan setelah ia suci dan mandi haid.

Moslem Fellas, itulah penjelasan tentang haid saat haji atau umrah. Semoga bisa menambah wawasan Islami kamu, ya.



Buat Tulisan
Mengenal Lebih Jauh Jabal Uhud
Previous
Mengenal Lebih Jauh Jabal Uhud
5 Tips Memperbaiki Penampilan Tanpa Harus Ikut-ikutan
Next
5 Tips Memperbaiki Penampilan Tanpa Harus Ikut-ikutan
Related Articles
Back to
top