x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Stop Bandingkan Diri dengan Orang Lain dan Belajar Mencintai Diri Sendiri


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kebahagiaan merupakan hak yang harus kita penuhi untuk diri kita sendiri. Karena itu, kita harus bisa memprioritaskan kebahagiaan untuk diri kita sendiri sebelum memprioritaskan kebahagiaan orang lain.

Hindari hal-hal yang dapat membuat kita membenci diri kita sendiri, seperti mendengarkan komentar orang lain tentang kehidupan kita.

Stop bandingkan diri Sobat dengan orang lain, mulailah mencintai diri untuk hari yang lebih bahagia lagi. Tidak usah perdulikan komentar orangn lain yang hanya membuat hidup kita semakin sulit. Bukankah hidup dengan biasa saja sudah sulit? Jadi untuk apalagi kita menambah kesulitan itu?

Saat kita terus membandingkan dan meremehkan diri kita sendiri, maka itu sama saja kita sedang berbuat jahat pada diri kita sendiri. Dan hal itu hanya akan membawa pengaruh negatif untuk kesehatan juga mental kita. Yuk belajar mencintai diri sendiri dengan cara berikut:

Hindari pikiran negatif yang hanya membuat stres!

Orang yang tidak dapat mencintai dirinya sendiri akan mudah menyerah dan selalu membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang lebih baik dengan cara negatif. Sobat, jangan menunggu cinta yang datangnya dari orang lain, karena sebenarnya dikita lah orang terdekat untuk diri kita sendiri.

Hindari rasa ingin tahu yang lebih mendalam tentang hal-hal buruk yang berkaitan dengan kita yang didapat dari orang lain, karena hal itu hanya akan memicu rasa kesal dan kebencian pada diri.

Percayalah, diri kita itu kuat!

Keyakinan dan kepercayaan akan datang ketika kita mau untuk mencintai diri sendiri, inilah yang akan akan menjadi kekuatan kita. Selain itu, percayalah bahwa diri kita memiliki kemampuan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang datang dalam kehidupan.

Jangan biarkan pikiran postif yang kita miliki kalah dengan pikiran negatif yang datangnya dari orang lain.

Jika kita sudah mengerti bahwa diri kita itu kuat, akan ada kemudahan hidup yang akan kita jalani, dan kita akan lebih sering merasakan kebahagiaan.

Untuk mengokohkannya, mulailah dengan selalu berusaha memperbaiki kualitas diri dan selalu bersyukur dengan apa yang telah kita terima hingga saat ini.


Baca juga:


Percaya diri senjata terampuh

Percaya bahwa ada kelebihan yang kita miliki, dan menerima kekurangan yang ada dengan terus berusaha memperbaiki diri. Saat kita sudah dapat menghargai diri kita sendiri dengan menerima apapun yang telah kita dapatkan, kita akan lebih merasa percaya diri untuk melakukan dan mengatakan apapun yang ingin kita katakan.

Dengan rasa percaya itulah kita akan menjadi orang yang hebat untuk orang sekeliling kita. karena, orang yang memiliki rasa percaya diri juga mencintai diri sediri akan membawa kebahagiaan di mana pun orang itu berada.

Hampiri tujuan hidup

Hanya kita yang paling tahu apa yang menjadi harapan terbaik dalam kehidupan kita sendiri. kita hanya perlu tidak memperdulikan ucapan buruk dari orang lain tentang impian kita itu.

Sibukan diri untuk membuat target dan perencanaan apa yang akan kita capai. Sobat, saat kita dapat mencintai diri kita sendiri, kita akan dapat lebih fokus dalam mencapai semua impian dan tujuan baik dalam hidup. Karena itu, mulai sekarang cintailah diri kita sendiri dan percaya dengan kekuatan dan kelebihan yang kita miliki.

Masalah selalu datangm tetapi hidup harus terus berjalan. Jangan perdulkan kata orang, karena dengan mempercayai diri juga mencintai diri sendiri akan membawa kebahagiaan untuk diri kita sendiri juga orang disekeliling kita.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Pentingnya Menjalani Kehidupan dengan Mencari Ridha Allah
Previous
Pentingnya Menjalani Kehidupan dengan Mencari Ridha Allah
 Seberapa Ingatkah Kita dengan Makna yang Terkandung dalam Rukun Iman?
Next
Seberapa Ingatkah Kita dengan Makna yang Terkandung dalam Rukun Iman?
Related Articles
Back to
top