x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Apakah Baik Sering Memposting Anak di Media Sosial?


resiko-terlalu-sering-posting-anak-di-media-sosial

(Source: Freepik)

Di era digital seperti saat ini, rasanya adalah hal yang lumrah untuk membagikan setiap momen kebahagiaan di media sosial.

Apalagi membagi perkembangan maupun kelakuan lucu si kecil. Namun, kita perlu berhati-hati dikhawatirkan kita termasuk orang tua yang sharenting.

Sharenting merupakan gabungan dari kata sharing dan parenting.

Sehingga sharenting adalah konotasi di mana orang tua terlalu sering memposting anak di media sosialnya.

Rata – rata orang tua yang “mengidap” sharenting ini ingin memperlihatkan ke dunia betapa bahagianya anak – anak dan kehidupan keluarga mereka. Dibandingkan dengan kenyataannya.

Selain tidak sehat untuk mental orang tua, tentunya seringnya memposting anak di media sosial memiliki resiko tersendiri. Apa saja ya resiko terlalu sering memposting anak di media sosial? Yuk simak penjelasannya berikut.

Risiko Terlalu Sering Memposting Anak di Media Sosial

Dilansir dari Rumah Dandelion inilah resiko terlalu sering memposting anak di media sosial:

1. Tidak Menghargai Privasi Anak

Salah satu hal yang kita ajarkan dalam mendidik anak adalah cara menjaga diri anak. Dengan meminta anak untuk menolak apabila tidak nyaman dipeluk atau dicium siapapun termasuk orang tua maupun keluarga lainnya.

Akan tetapi, jika kita memposting tentang mereka tanpa persetujuannya, itu sama saja kita tidak menghargai privasi anak dan pendapat mereka.

2. Kehilangan Kontrol

Saat kita memposting anak di media sosial, maka postingan itu akan mendunia. Siapapun akan bisa melihat postingan kita.

Kita tidak bisa mengontrol siapa yang akan melihat dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut. Hal ini tentunya dapat disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Foto-foto anak kita bisa saja ditaruh di akun penjualan manusia seperti yang beberapa kali terjadi pada artis Indonesia. Lebih dari itu, resiko lainnya juga dapat memancing penculikan anak.

3. Risiko Disalahgunakan

Ketika kita memutuskan untuk memposting identitas anak, seperti nama, umur, sekolah, itu sama saja kita memberikan akses untuk menemukan anak kita.

Barclays Bank menyatakan bahwa di tahun 2030 diprediksi sharenting berkontribusi 2/3 pemalsuan identitas karena informasi yang dibagikan melalui media sosial.

Sebelum Posting Anak di Media Sosial,  Pikirkan Pertanyaan Ini Dulu

Meski memiliki risiko, namun bukan tidak boleh lho memposting anak di media sosial. Agar lebih yakin, pikirkanlah terlebih dahulu beberapa pertanyaan ini sebelum memposting anak di media sosial agar senantiasa aman.

apa-resiko-terlalu-sering-posting-anak-di-media-sosial

(Source: Freepik)

  1. Mengapa kita harus sharing momen tersebut?
  2. Apakah kita mau apabila orang lain posting hal ini tentang kita?
  3. Apakah hal ini akan memalukan bagi anak kita, di masa sekarang maupun masa yang akan datang?
  4. Apakah ada orang yang tidak semestinya melihat postingan kita?
  5. Apakah ini yang kita mau jadi bagian digital footprint si kecil?

Apabila sudah yakin dengan jawabannya, maka silahkan posting kegiatan anak di media sosial.

Nah, mulai sekarang mari bijak dalam membagikan kegiatan anak di media sosial. Hal ini untuk menghindari risiko terlalu sering memposting anak di media sosial. Mulai batasi sebelum menyesal di kemudian hari, ya Moslem Fellas.

Widya Manoch



Buat Tulisan
Resep Soto Ayam Lamongan yang Praktis
Previous
Resep Soto Ayam Lamongan yang Praktis
Cicipi 5 Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Terkenal dan Kekinian
Next
Cicipi 5 Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Terkenal dan Kekinian
Related Articles
Back to
top