x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kriteria Memilih Sahabat Dalam Islam Agar Tetap DijalanNya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya. Kita diwajibkan untuk menjalin hubungan pertemanan yang baik dan sesuai syariat.

Islam telah mengatur segala aspek kehidupan manusia termasuk cara bergaul dan memilih sahabat dalam Islam.

Allah SWT berfirman dalam Alquran,

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Qs. Al-Hujurat : 13).

Sahabat baik ialah seseorang yang dapat membantu kita menuju surganya Allah SWT dan persahabatan tersebut akan terjalin hingga di surga.

Lalu bagaimana cara memilih sahabat dalam Islam? Berikut adalah cara yang dapat dijadikan pedoman dalam bersahabat.

Carilah Sahabat Sesama Muslim. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk mencari sahabat yang beragama Islam. Sebagaimana firman Allah SWT,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Maidah : 51).

Tetapi, Allah tidak melarang kita untuk berteman dengan non Muslim. Namun kita diperintahkan untuk hanya bersahabat dan percaya dengan sesama Muslim.

Bahkan dalam sejarah agama Islam, Rasul melindungi mereka yang non Muslim.

Dekat dengan Orang Soleh. Kita dianjurkan untuk bersahabat dengan mereka yang taat kepada Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

Bersahabat dengan orang yang soleh dan dengan orang yang jahat persis seperti berkawan dengan pengedar minyak wangi dan tukang besi (yang menghembus bara api). Pengedar minyak wangi sama saja ia memberi Anda sebagian atau Anda membeli bau-bauan daripadanya atau sekurang-kurangnya anda mendapat juga baunya. Manakala tukang besi pula samada ia menyebabkan baju anda terbakar atau anda mendapat bau yang hapak.” (HR. Abu Daud).

Selalu Berkhusnuzon. Sebagai sahabat, hendaklah saling berprasangka baik sehingga akan terjalin hubungan persahabatan yang berlandaskan kepercayaan. Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang mengunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (Al-Hujurat : 12).


Baca Juga:


Saling Menolong. Sahabat adalah orang yang akan selalu mendampingi kita disaat senang maupun susah. Allah SWT berfirman,

...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (Qs. Al-Maidah : 2).

Selalu Menepati Janji. Sahabat yang baik adalah mereka yang selalu menepati janjinya. Allah SWT berfirman,

Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sungguh, Alah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Imran : 76).

Mengingatkan Dalam Kebaikan. Sahabat yang baik adalah mereka yang selalu menjadi alarm bagi kita untuk terus berada di jalan Allah SWT. Allah SWT berfirman,

Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (Qs. Luqman :17).

Saling Menutup Aib. Sebagai sesama Muslim hendaknya saling menutup keburukan atau aib saudaranya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi).

Sobat, itulah cara memilih sahabat dalam Islam. Semoga kita bisa menjadi dan mendapat sahabat yang akan selalu membimbing kita tetap dijalan-Nya.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Harus Dihindari! Akibat Makan Makanan Haram Ini Sangat Berdampak Buruk
Previous
Harus Dihindari! Akibat Makan Makanan Haram Ini Sangat Berdampak Buruk
Restoran Halal Paris yang Menjadi Favorit Wisatawan Muslim
Next
Restoran Halal Paris yang Menjadi Favorit Wisatawan Muslim
Related Articles
Back to
top