x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kebenaran Hadits Membunuh Cicak Terbukti dalam Sains


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Banyak sekali orang yang terganggu dengan kehadiran cicak yang ada di rumahnya atau di tempat-tempat lainnya. Tidak jarang mereka membuang, bahkan sampai membunuh cicak tersebut. Tapi ternyata, dalam hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh, beliau menyampaikan:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek, beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik” (HR. Muslim, no. 2238). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim dengan judul Bab “Dianjurkannya membunuh cicak.”

Meski telah dianjurkan begitu, ada cara tersendiri untuk membunuhnya. Seperti yang telah disampaikan oleh Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

Namun, bukan berarti setiap kali kita menemukan cicak harus dibunuh. Karena mengingat perintah di dalam hadits tersebut adalah bukan kewajiban, melainkan sunnah terhadap cicak-cicak yang membahayakan.


Baca Juga:


Imam sayuthi mengatakan tentang hewan-hewan itu terbagi menjadi beberapa golongan:

Hewan yang memiliki manfaat dan tidak berbahaya, maka hewan ini tidak boleh dibunuh.

Hewan yang berbahaya dan tidak memiliki manfaat, maka hewan ini dianjurkan untuk dibunuh. Seperti: Ular yang berbahaya di kehidupan sehari-hari dan hewan-hewan yang berbahaya lainnya.

Hewan yang memiliki manfaat pada satu sisi dan berbahaya pada sisi lainnya seperti burung elang, maka tidak dianjurkan dan juga tidak dimakruhkan untuk membunuhnya.

Hewan yang tidak memiliki manfaat dan juga tidak berbahaya seperti ulat, serangga sejenis kumbang, maka tidak diharamkan dan juga tidak dianjurkan untuk  membunuhnya. (Al Asbah an Nazoir juz II hal 336)

Ketahui Kandungan Dalam Kotoran Cicak

Hewan pemakan serangga yang umumnya berukuran sekitar 10 centimeter, ternyata mengandung bakteri berbahaya yaitu Bakteri Escherichia Coli atau E Coli yang sudah dikenal sebagai mikroba yang berkaitan dengan keterbuangan atau keracunan makanan, ini dapat menyebabkan sakit perut bahkan kematian.

Dan kasus keracunan yang terjadi ternyata 30% bukan dari pengawet makanan atau kadaluarsa, tapi dari bakteri yang berasal dari cicak ini.

Jadi meski tubuhnya kecil dan tergolong sering kita jumpai, ternyata kita perlu memiliki kewaspadaan tersendiri terhadap hewan ini. Terutama bakteri yang ditimbulkan dari kotorannya.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Ilmu Sabar, Ajian Paling Ampuh untuk Menjalani Kehidupan yang Tentram
Previous
Ilmu Sabar, Ajian Paling Ampuh untuk Menjalani Kehidupan yang Tentram
Ucapan Salam dan Menjawab Salam: Doa Singkat Penuh Makna
Next
Ucapan Salam dan Menjawab Salam: Doa Singkat Penuh Makna
Related Articles
Back to
top