x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Bagaimana Cara Membatasi Anak Makan Permen?

Membatasi-enak-makan-permen

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Manisnya permen bukan rahasia lagi jadi alasan makanan ini disukai balita. Beberapa orangtua mungkin merasa was-was dan selalu melarang anak memakannya.

Dikutip dari laman Republika, seorang ahli gigi mengungkapkan, bahwa selama permen tidak mengandung zat-zat yang berbahaya seperti dalam pemakaian pewarna, perasa, dan kemasannya, maka aman dikonsumsi anak.

Bahkan, permen berbahan susu dan es krim bisa sedikit membantu menambah asupan gizi kalau anak kurang suka susu.

Solusi yang lebih bijak adalah membatasi anak makan permen agar tidak terlalu banyak. Bagaimana caranya?

Membatasi Anak Makan Permen Berlebih

Berbagai dampak kesehatan yang didapat bila terus menerus mengonsumsi permen antara lain merusak gigi, anak jadi hiperaktif, mengundang jamur usus, menyebabkan batuk, menghilangkan nafsu makan, hingga berat badan bertambah drastis.

Bila ingin membatasi anak makan permen hingga berlebihan, orangtua perlu tips tertentu. Berikut beberapa di antaranya.

Apakah-permen-baik-untuk-anak

  • Ajak anak membatasi sendiri jumlah maksimal permen yang akan dikonsumsi. Hindari menjadikan permen sebagai iming-iming kewajiban, sebab hal ini justru akan membiasakan anak tambah penasaran dengan makanan ini.
  • Waktu pemberian permen harus diperhatikan. Selalu usahakan agar anak tidak mengonsumsi permen sebelum dia makan. Nafsu makannya akan terpengaruh, anak jadi tidak doyan makan atau pilih-pilih.
  • Selalu usahakan agar sehabis makan permen, minta anak minum dan kumur-kumur air putih. Setidaknya ada langkah 'mencuci' mulut dan membersihkannya dari sisa-sisa gula permen.

Baca Juga:


Sebenarnya tak ada bedanya antara permen keras dan permen lunak.

Faktor yang memengaruhi kesehatan gigi ialah lamanya kontak antara permen dengan gigi. Semakin lama permen berada di dalam mulut, semakin pula besar risiko gigi bolong pada anak.

Daripada mengikuti keinginan si kecil selalu mengunyah permen, kita perlu mengikuti beberapa alternatif makanan berikut untuk untuk mengalihkannya ke makanan manis lain.

Batasan-makan-permen-untuk-anak

  • Kita perlu menawarkan buah-buahan sehat pada anak. Baik itu yang segar atau kering, seperti apel, pir, pepaya, aprikot, dan masih banyak lagi.
  • Yoghurt tanpa gula yang dicampur dengan buah segar, sesendok selai, atau madu. Ada juga yoghurt beku dengan buah segar dan kacang yang rendah garam.
  • Minuman smoothies yang dibuat dengan susu rendah lemak atau yogurt dan buah beku. Kalau hendak menggunakan jus kemasan untuk dibuat menjadi smoothies, sebaiknya pilih yang 100 persen buah tanpa tambahan gula. Berikan pada anak tidak lebih dari ½ sampai ¾ cangkir sehari.
  • Whole grain toast kayu manis. Cara membuatnya mudah, olesi roti gandum dengan margarin tipis saja, lalu taburi dengan kayu manis dan sedikit gula. Selanjutnya cukup panggang sebentar dalam oven pemanggang roti, bila tidak ada kita bisa menggunakan teflon di atas api kecil.
  • Semangkuk sereal panas dengan menambahkan gula merah atau sirup maple di atasnya.
  • Biskuit atau kue beras yang diolesi selai kacang, cokelat hitam, atau krim keju rendah lemak.

Jangan sampai kesehatan gigi dan tubuh anak bermasalah karena orangtua membiarkannya makan permen sesuka hati.

Satu hal yang penting dalam membatasi anak makan permen adalah memberi pengertian pada anak akan manfaat dan kerugiannya. Selamat mencoba!

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Mengunjungi Turki saat Musim Dingin? Destinasi Ini Tidak Boleh Dilewatkan
Previous
Mengunjungi Turki saat Musim Dingin? Destinasi Ini Tidak Boleh Dilewatkan
Efek Samping Infused Water Bila Diminum secara Berlebihan
Next
Efek Samping Infused Water Bila Diminum secara Berlebihan
Related Articles
Back to
top