x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Bolehkah Membaca Al-Quran Saat Sedang Haid?


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Membaca Al-Quran adalah salah satu ibadah bagi umat Muslim. Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi yang melakukannya meskipun kita tidak mengerti makna atau artinya.

Selain sebagai ibadah, Al-Quran juga merupakan pedoman hidup umat Muslim. Dengan Al-Quran inilah hidup umat Muslim akan terarah dan berada dijalan yang benar.

Dari Abu Musa Al-Asyy’rai RA berkata, Rasulallah SAW bersabda:

Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak rasanya dan perumpamaan orang mu'min yang tidak membaca Al-Quran itu bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran itu bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan pahit rasanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tak terkecuali bagi muslimah. Namun, ada kalanya muslimah mengalami haid atau menstruasi. Haid merupakan siklus biologis yang terjadi pada wanita dewasa, ditandai dengan keluarnya darah dari rahim melalui faraj.

Hal ini merupakan ketetapan Allah SWT bagi setiap wanita. Rasulallah SAW bersabda,

Sesungguhnya haid ini telah ditetapkan Allah SWT harus berlaku atas setiap putri-putri Adam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Islam, darah haid termasuk golongan hadast besar. Maka, ketika seorang muslimah mengalami haid, ia terhalang dari beberapa ibadah wajib seperti shalat dan puasa.

Lalu, bagaimana dengan membaca Al-Quran? Apakah muslimah yang sedang haid diperkenankan membaca Al-Quran?

Dalam Al-Quran terdapat dalil yang dianggap menjadi larangan muslimah dalam keadaan haid tidak boleh membaca Al-Quran.

Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (lauhul mahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Qs. Al-Waqiah : 77-79).

Namun mengenai hal itu, ada beberapa perbedaan pendapat dikalangan ulama-ulama.

Menurut Imam Maliki, sesorang yang berhadast besar termasuk haid tidak diperbolehkan membaca Al-Quran kecuali sedikit. Seperti mempertahankan satu pendirian atau mengambil dalil untuk dibaca (istidlal).

Munurut Mazhab Maliki, muslimah yang sedang haid boleh membaca Al-Quran ketika darahnya sedang turun. Adapun menyentuh mushaf atau menuliskannya itu tidak diperbolehkan, kecuali untuk belajar atau mengajar.

Muslimah yang sedang haid menurut Imam Abu Hanifah, diharamkan membaca Al-Quran kecuali untuk mengajar.


Baca juga:


Ini hanya berlaku dalam hal menjelaskan yang benar atau salah saja. Boleh membaca basmalah dan ayat-ayat pendek untuk doa dan memuji Allah SWT.

Imam Syafii berpendapat, muslimah haid diharamkan membaca Al-Quran meskipun hanya satu huruf jika itu diniatkan untuk tilawah.

Namun, jika bermaksud untuk zikir, doa, atau terbaca tanpa sengaja itu tidak diharamkan. Contohnya seperti membaca basmalah.

Sedangkan menurut Imam Hambali, muslimah yang haid boleh membaca Al-Quran berupa ayat-ayat pendek atau ayat-ayat panjang yang seukuran dengan ayat-ayat pendek.

Jika lebih dari itu, maka diharamkan. Sedangkan, berzikir dengan lafaz Al-Quran itu dibolehkan.

Memang hukum membaca Al-Quran saat haid masih menjadi perdebatan di antara para ulama. Mayoritas ulama melarang hal tersebut.

Namun, ada beberapa hal yang masih diperbolehkan yaitu dalam hal berzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

Meskipun demikian, jika seorang wanita yang sedang haid ingin membaca Al-Quran baiknya ia menahannya dulu sampai haidnya selesai. Untuk menghindari keraguan. 

Sebaiknya, ia hanya mendengarkan lantunan Al-Quran saja karena mendengarkan bacaan Alqur’an insya'allah pahalanya akan tetap ada. Semoga bermanfaat!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Camilan yang Menggoda, Kuliner Sumatera Barat
Previous
Camilan yang Menggoda, Kuliner Sumatera Barat
Wisata Lampung, Pantai Berpasir Putih yang Memberikan Ketenangan
Next
Wisata Lampung, Pantai Berpasir Putih yang Memberikan Ketenangan
Related Articles
Back to
top