x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Cara Tepat Melancarkan Produksi ASI saat Puasa


Melancarkan-produksi-asi-saat-puasa

Sumber: themuslimvibe.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Bagi kamu yang sedang menyusui mungkin bertanya-tanya, apakah produksi ASI akan terganggu dan adalah cara yang bisa dilakukan untuk melancarkan produksi ASI saat puasa?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak ulasan berikut ini.

Ini Cara Melancarkan Produksi ASI saat Puasa

Saat berpuasa, tubuhmu akan tetap memproduksi ASI sama seperti saat kamu sedang tidak puasa. Selain itu, walaupun puasa akan mengurangi jumlah asupan kalori kamu, hal ini tidak akan membuat perbedaan yang signifikan dengan jumlah ASI yang diproduksi.

Berpuasa dapat membuat kadar vitamin dan mineral, seperti seng, magnesium, serta kalium dalam ASI berkurang. Namun, tubuh akan mengambil cadangan vitamin dan mineral dalam tubuh ibu untuk tetap bisa memproduksi ASI dengan nutrisi yang cukup.

Jadi, menyusui saat puasa tentu tidak akan memengaruhi kesehatan bayi karena bayi tetap bisa memperoleh ASI dengan baik.

Namun supaya produksi ASI tetap optimal dan puasa yang kamu jalani lancar, berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan:

1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

Dilansir dari laman Australian Breastfeeding Association, dehidrasi bisa membuat pasokan ASI menurun, lho. Hal ini tentu bisa menghambat proses pemberian ASI untuk Si Kecil.

Oleh karena itu, pastikan kamu mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka guna terhindar dari dehidrasi. Dengan begitu, produksi ASI bisa tetap tercukupi dengan baik saat puasa.

2. Istirahat yang cukup

Saat sedang tidak puasa saja, banyak ibu menyusui yang mengalami kurang tidur karena sering bangun di tengah malam untuk menyusui. Lantas bagaimana jika saat puasa kamu harus bangun lagi untuk makan sahur?

Tak jarang, kondisi ini bisa membuatmu lelah dan bisa mengganggu produksi ASI kamu. Oleh karena itu, pintar-pintarlah untuk mengatur waktu istirahat kamu setiap harinya ya. 

Luangkanlah sedikit waktu untuk tidur siang supaya waktu tidurmu tercukupi dan produksi ASI saat puasa tetap terjaga.

Istirahat-yang-cukup

Sumber: www.stocksy.com

3. Tingkatkan lama waktu dan frekuensi menyusui

Sebaiknya susui Si Kecil setiap 3 jam sekali. Jika kamu adalah ibu menyusui dan bekerja, cobalah untuk mencari celah-celah waktu untuk melakukan pompa ASI setiap 3 jam.

Pasalnya produksi ASI di dalam tubuh akan mengikuti aturan “supply and demand”, maksudnya adalah payudara akan menghasilkan susu yang lebih banyak saat bayi juga menyusui lebih sering, atau memompa sesuai jadwal.

Itulah mengapa semakin sering atau lama kamu menyusui si kecil saat puasa, maka semakin banyak pula produksi ASI.

4. Konsumsi makanan yang melancarkan produksi ASI

Beberapa jenis makanan ternyata dapat membantu melancarkan produksi ASI, lho, misalnya daun katuk, kelor, dan bayam.


Baca Juga:


Selain itu, kacang almond, kacang arab (chickpeas), biji wijen, minyak atau biji rami (flaxseed), serta jahe juga diyakini baik untuk membantu produksi ASI.

Jadi, kamu bisa mengolah sumber makanan tersebut sebagai kudapan yang lezat sebagai santap sahur ataupun berbuka.

Makanan-yang-melancarkan-ASI

Sumber: id.pinterest.com

Nah, itulah cara yang bisa kamu terapkan untuk melancarkan produksi ASI saat puasa. Perlu dipahami, jangan memaksakan diri untuk puasa bila kamu sedang tidak sehat dan merasakan gejala dehidrasi ringan, seperti kelelahan, urine yang berwarna gelap dan berbau tajam, sakit kepala, dan merasakan haus yang parah.

Selain itu, penting untuk kamu juga mengenali tanda bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI, yaitu jarang buang air kecil, menangis atau terlihat tidak puas setelah menyusui, tangan dan kaki dingin, penurunan berat badan atau berat badan tidak bertambah, dan memiliki titik lunak cekung di kepalanya (fontanelle atau ubun-ubun). Segera konsultasikan dengan dokter jika Si Kecil menunjukkan gejala-gejala tersebut, ya.

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Inilah 5 Kemampuan Dasar Anak yang Paling Penting Dimiliki
Previous
Inilah 5 Kemampuan Dasar Anak yang Paling Penting Dimiliki
5 Persiapan Puasa Hari Pertama agar Fisik Makin Kuat
Next
5 Persiapan Puasa Hari Pertama agar Fisik Makin Kuat
Related Articles
Back to
top