x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Makna Harta dalam Islam


Seseorang beranggapan akan terlihat sukses, jika ia sudah memiliki harta yang belimpah dari hasil jerih payahnya. Memliliki kehidupan yang serba cukup, pendidikan yang baik, bahkan sampai tidak perlu memikirkan hari esok. Ya, itu hanya dalam kehidupan saja. Lalu, bagaimana dalam pandangan Islam?

Harta terkadang membuat pemiliknya lupa dengan siapa pemberinya. Bahkan dengan berkembangnya jaman, membuat kita tidak sadar bahwa sifat ria semakin dekat tanpa jarak. Begitu mudah kadang kita selfie dengan barang kebanggaan kita, yang akhirnya malah menimbulkan sifat pamer dan ria. Membuat kita angkuh terhadap mereka yang tidak memilikinya. Sobat, hakikatnya harta itu adalah amanah dari Allah yang di titipkan dan diberikan kepada kita atas kehendakNya juga menahan dari orang yang dikehendakinya pula. Allah yang memegang penuh kewenangan dalam menentukan kadar banyak dan sedikitnya harta yang diberikan kepada hamba-hambaNya. Bahkan dengan mudah dapat mengambilnya.

 


 

Baca Juga: 


 

Allah tidak akan melarang keinginan kita untuk menjadi kaya. Bahkan Allah memberi perintah agar kita para hambaNya berusaha untuk mendapatkan karuniaNya. Seperti ayat dalam Al-quran:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah “(QS. Al Ahzab: 10).

Namun, jangan pernah lupa. Harta yang diberikan kepada kita tidak lain adalah sebagai ujian yang diberikan kepada Allah untuk mengetahui apakah kita dapat menggunakannya dalam ketaatan dan kebaikan atau malah sebaliknya, dipakai dalam jalan kemaksiatan yang dimurkai Allah. Ingatlah, dari dua jalan tersebut hanya satu jalan yang sangat diridhoi Allah, yaitu dalam jalan kebaikan. Seperti yang ditegaskan dalam Al-quran:

“perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 261).

Ayat diatas bermakna sebuah janji Allah kepada kita yang menggunakan hartanya di jalan Allah, dan janji ini yang harus diimani oleh setiap muslim. Ini artinya, bahwa hakikat harta yang digunakan pada jalan yang diridhoi Allah tidak akan pernah berkurang, bahkan bertambah berlibat ganda nilainya.

Karena itu, teruslah melangkah pada jalan kebaikan. Karena Allah akan selalu menyertai langkah kita. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang selalu bersedia mencari kebahagiaan dalam karunia Allah. Aamiin..

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Makanan Khas Bandung Dengan Sejuta Keunikkannya
Previous
Makanan Khas Bandung Dengan Sejuta Keunikkannya
Sebelum Menikah, Inilah 5 Resep Ampuh Bersahabat Dengan Ibu Mertua
Next
Sebelum Menikah, Inilah 5 Resep Ampuh Bersahabat Dengan Ibu Mertua
Related Articles
Back to
top