x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Kuliner

10 Makanan Khas Lebaran Dari Berbagai Negara di Dunia


Makanan-khas-lebaran

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Moslem Fellas, Ramadan dan Lebaran datang sebentar lagi! Sungguh tidak terasa setelah sebulan berpuasa, akhirnya kita bertemu kembali dengan bulan Syawal.

Kalau berbicara soal Hari Raya Idul Fitra, belum sah kalau tidak membahas makanan khas Lebaran yang super duper dinanti.

Hidangan yang terlintas di kepala orang Indonesia biasanya adalah ketupat, opor ayam, serta kue-kue kering lainnya.

Tapi, bagaimana dengan umat Islam di negara lain, ya? Apakah mereka juga menyantap ketupat atau makanan yang sama seperti masyarakat Indonesia?

Makanan Khas Lebaran di Berbagai Negara

Setiap negara atau bahkan kota ternyata memiliki tradisi Lebaran masing-masing, termasuk makanan khas Lebaran yang disajikan. Ada apa saja, ya?

1. Laasida dari Maroko

Di hari Idul Fitri, orang Maroko biasanya memulai hari mereka dengan menyantap Laasida, santapan yang sekilas terlihat seperti puding beras, tapi sebetulnya makanan ini terbuat dari couscous (sejenis olahan gandum) yang diberi rasa manis oleh mentega dan madu.

Sederhana dan manis, Laasida juga bisa disajikan dengan beberapa makanan pendamping seperti buah ara segar, pistachio, pomegranate, dan secangkir teh, lho.

Makanan-khas-lebaran-laasida

2. Sheer Kurma dari Pakistan

Sajian unik khas Lebaran ini ini bisa dijumpai di India, Pakistan, dan Bangladesh. Sheer Khurma sendiri artinya adalah susu dan kurma yang disajikan di pagi hari sebagai sarapan setelah shalat Eid.

Makanan manis ini terbuat dari bihun, susu, gula, kurma, dan bisa ditambahkan detail lain sesuai selera, seperti kacang almond, cengkeh, kunyit, kismis, kapulaga, hingga air mawar. Hmm.. yummy!

Sheer-kurma

3. You Xiang dari Tiongkok

Walaupun minoritas, tapi umat Islam di Tiongkok tetap merayakan Idul Fitri dengan meriah, lho, khususnya mereka yang berasal dari suku Hui yang tinggal di daerah Barat Laut Cina.

Sama seperti di Indonesia, umat Islam di Tiongkok juga punya tradisi mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri dan menyantap makanan khas lebaran, you xiang, bersama keluarga. You xiang adalah makanan berbahan tepung, ragi, garam, dan minyak yang disajikan dengan sup atau nasi.

Walau terlihat sederhana, tapi ada banyak pantangan yang harus dipatuhi saat membuat you xiang. Sebelum membuatnya, sang juru masak harus membersihkan diri, seperti berwudhu.

You-xiang

4. Bolani dari Afghanistan

Hari Idul Fitri di Afghanistan lebih ditujukan untuk anak-anak kecil yang ditandai dengan berbagai festival.

Namun, untuk urusan makanan, bolani adalah makanan tradisional yang disukai semua umur dan segala kalangan. Bolani sendiri merupakan flat bread yang dipanggang atau digoreng dengan sayuran hijau sebagai isian.

Selain sayur hijau, bolani juga bisa diisi dengan kentang, kacang-kacangan, labu, kucai, daun bawang, atau apapun sesuai selera. Biasanya bolani juga disajikan dengan yogurt di sampingnya, lho.

Bolani

5. Graybeh dari Palestina

Kue kering tak hanya ada di Indonesia, lho. Orang-orang Timur Tengah seperti Palestina, Suriah, dan Lebanon juga gemar mengonsumsi makanan khas Lebaran ini.

Orang Palestina menyebut kue kering Lebaran dengan nama graybeh yang biasa dimakan dengan tambahan kacang pinus atau almond.

Sementara orang Suriah dan Lebanon menyebutnya sebagai mamoul dan biasanya menggunakan kacang kenari atau kurma.

Selain tiga negara tersebut, kue kering Lebaran juga dibuat oleh orang Irak dengan nama klaicha dan orang Mesir dengan nama kahk yang biasanya berisi madu, Moslem Fellas. 

Graybeh

6. Manti dari Rusia

Sama seperti di Tiongkok, di Rusia pun umat Islam adalah minoritas. Namun bukan berarti mereka tak memiliki sajian khas Idul Fitri yang menarik, lho.


Baca Juga:


Sekilas, manti mengingatkan pada pangsit isi khas Tiongkok dan biasanya diisi dengan cacahan daging sapi atau domba yang telah dibumbui.

Manti

7. Aseeda dari Yaman

Dikenal juga dengan nama aseed, makanan khas lebaran dari Yaman ini merupakan jelly dessert yang mirip seperti puding karamel.

Aseeda berbahan utama gandum dan madu yang biasanya dijadikan sebagai makanan Idul Fitri dan biasanya disajikan panas-panas dan harus langsung dimakan dengan cepat!

Aseeda

8. Doro Wat dari Ethiopia

Umat Islam di Ethiopia biasanya menyajikan Doro Wat di hari-hari besar seperti Idul Fitri ataupun Idul Adha.

Doro Wat sendiri seperti kari atau stew yang disajikan dengan ayam dan roti yang disebut injera.

Makanan ini merupakan makanan yang biasanya disantap ramai-ramai seperti nasi bancakan, di mana semua orang berkumpul dan menikmati makanan sambil mengobrol. Seru, ya!

Doro-wat

9. Lokum dari Turki

Di negara Barat, makanan ini akrab disebut dengan nama Turkish delight, yang merupakan cemilan manis khas Turki yang terbuat dari zat tepung, gula, dan macam-macam isi seperti kurma, pistachio, dan walnut, Moslem Fellas.

Selain rasanya yang enak, bentuk dan warnanya yang beragam pun membuat sajian ini begitu menarik saat disajikan di hari lebaran.

Lokum

10. Tufahija dari Bosnia

Tufahija merupakan dessert (makanan penutup) yang dinikmati oleh orang Bosnia di hari Idul Fitri. Tufahija dibuat dari apel yang direbus dan direndam dalam gula dan diberi kacang walnut.

Tak jarang, makanan ini disajikan dalam gelas kaca yang dipenuhi sirup dan dihiasi whipped cream di atasnya untuk sajian manis di hari kemenangan.

Tufahija

Itulah makanan khas Lebaran dari berbagai negara di dunia, Moslem Fellas. Kira-kira makanan mana yang ingin kamu buat di rumah?

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara dan Benda Mati?
Previous
Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara dan Benda Mati?
Qadha Puasa dan Fidyah Saling Berkaitan, Ini Penjelasan Lengkapnya
Next
Qadha Puasa dan Fidyah Saling Berkaitan, Ini Penjelasan Lengkapnya
Related Articles
Back to
top