x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Hindari Makanan Haram Dalam Islam Ini agar Tak Terkena Pengaruh Buruknya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Makan merupakan kegiatan pokok bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, ada beberapa makanan haram dalam Islam yang tidak boleh untuk dimakan.

Bukan tanpa sebab, larangan tersebut dapat memberikan pengaruh buruk untuk tubuh manusia.

Memilih makanan halal sudah sepantasnya menjadi bagian utama dalam menentukan jenis makanan yang akan kita makan.

Tak hanya berpengaruh terhadap jasmani saja, akan tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan rohani pemakannya.

Allah SWT berfirman,

Dan makanlah dari apa yang telah diberikan kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Al-Maidah : 88).

Allah SWT sudah menetapkan beberapa jenis makanan yang haram untuk dimakan manusia. Terdapat dalam beberapa ayat Alquran, seperti pada,

Dan diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih...” (Qs. Al-Maidah : 3).

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Maidah : 90).

Dari ayat-ayat Alquran di atas telah ditetapkan beberapa jenis makanan yang haram untuk kita makan, yaitu:

Bangkai. Dalam Alquran Surat Al-Maidah ayat 3, Allah SWT telah menjelaskan bahwa disebut dengan bangkai dan haram untuk dimakan apabila ada hewan yang mati secara tidak wajar.

Seperti mati dalam keadaan tercekik, dipukul, terjatuh dari ketinggian, tertanduk hewan lain, dan diterkam binatang buas.

Akan tetapi Islam memberikan pengecualian terhadap 2 bangkai, yaitu ikan dan belalang.

Di mana bangkai dari kedua hewan tersebut adalah halal hukumnya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,

Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah).

Darah yang Mengalir. Mengonsumsi darah sebagai makanan atau minuman merupakan kebiasaan orang-orang jahiliyah dahulu.

Di mana darah dari hewan yang terkumpul ketika mereka sembelih seperti unta maupun hewan lainnya nantinya akan mereka olah menjadi makanan atau minuman.

Berdasarkan penelitian, darah mengandung uric acid (asam urat) dengan kadar yang cukup tinggi, sehingga apabila dikonsumsi akan berbahaya bagi kesehatan.

Babi. Segala bentuk makanan yang berasal dari olahan babi adalah haram. Babi adalah binatang yang rakus.

Memakan segala jenis makanan baik itu kotoran, tanah, dan segala yang ada di depannya. Dalam tubuh babi terdapat cacing pita dan cacing trachenea lolipia yang berbahaya untuk tubuh manusia.


Baca Juga:


Hewan yang Disembelih Atas Nama Selain Allah SWT. Secara logika telah jelas bahwa hewan merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang diperuntukkan bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jadi, sudah sepantasnyalah jika Allah SWT menghendaki ketika manusia menyembelih hewan harus dengan atas nama-Nya.

Hewan yang Bertaring dan Hewan yang Berkuku Tajam. Jenis makanan haram selanjutnya adalah hewan yang bertaring dan hewan yang memiliki kuku tajam. Rasulullah SAW bersabda,

Rasulullah SAW telah melarang memakan setiap binatang bertaring dari jenis binatang buas dan setiap jenis burung yang berkuku tajam (untuk mencengkram).” (HR. Muslim).

Keledai Jinak. Rasulullah SAW bersabda,

Rasulullah SAW melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda.” (Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim)

Al-Jalalah. Yang dimaksud dengan al-jalalah adalah semua jenis hewan baik yang berkaki dua maupun berkak empat yang makanannya adalah kotoran.

Baik itu kotoran manusia ataupun kotoran hewan lainnya.

Adapun alasan mengapa al-jalalah diharamkan adalah karena adanya pengaruh dari kotoran yang dimakan hewan tersebut pada perubahan bau dan rasa dari daging dan susu yang dihasilkan dari hewan tersebut.

Akan tetapi jika pengaruh dari kotoran tersebut telah hilang, maka hukum memakan hewan tadi menjadi halal.

Itulah jenis makanan yang haram untuk dimakan. Semoga bermanfaat, ya!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Inilah Sisa-sisa Bukti Kejayaan Islam di Negeri Matador
Previous
Inilah Sisa-sisa Bukti Kejayaan Islam di Negeri Matador
Alasan Mengapa Islam Melarang Membunuh Semut
Next
Alasan Mengapa Islam Melarang Membunuh Semut
Related Articles
Back to
top