x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Kuliner

Ini dia Makanan Fermentasi Khas Indonesia yang Sering Kita Jumpai


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Indonesia merupakan negara yang unik. Salah satu keunikan Indonesia adalah terciptanya makanan fermentasi.

Istilah fermentasi tentunya sudah sering didengar. Makanan fermentasi di Indonesia memang sudah populer karena enak dan sudah terbukti baik bagi kesehatan.

Makanan fermentasi di Indonesia sendiri merupakan makanan yang dibuat menggunakan prinsip bioteknologi sederhana dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan kapang.

Banyak makanan fermentasi Indonesia yang dalam perkembangannya menjadi industri sekala menengah dan menerapkan prinsip bioteknologi modern dalam pembuatannya.

Perlu diketahui, banyak makanan fermentasi yang menyehatkan bagi tubuh, harganya murah, dan sangat mudah didapatkan.

Lalu apa saja makanan fermentasi terpopuler di Indonesia yang juga sudah terkenal di belahan dunia lain? Disimak, ya.

Tempe. Tempe merupakan makanan fermentasi yang paling terkenal di Indonesia. Tidak hanya orang Indonesia, orang luar negeri juga cinta banget sama makanan yang diolah dari kacang kedelai ini.

Tempe diproduksi dengan cara memfermentasikan kacang kedelai kuning dengan menggunakan kapang Rhizopus Oryzae, R. Arrhizus, R. Microsporus var. Chinensis, dan yang paling umum dengan menggunakan R. Microsporus var. Oligosporus.

Fermentasi tempe dilakukan dalam bungkusan daun pisang, waru, atau bisa juga dibungkus dengan plastik.

Tempe memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tempe mengandung protein yang tinggi dan merupakan makanan yang mudah diserap tubuh.

Tempe mengandung zat-zat anti infeksi, antioksidan, dan bermanfaat menurunkan kolesterol.

Oncom. Oncom merupakan makanan fermentasi dari suku Sunda yang sudah sangat populer sebagai makanan olahan khas di Jawa Barat.

Terdapat dua jenis oncom, yaitu oncom merah dan oncom hitam.

Oncom merah berbahan baku bungkil tahu, yaitu kedelai sisa dari produksi tahu, dan difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme berupa kapang Neurospora intermedia var oncomensis atau Mucor sp

Sedangkan oncom hitam berbahan baku bungkil kacang tanah yang terkadang dicampur onggok (ampas) singkong juga tepung singkong (tapioka) dan difermentasi menggunakan bantuan kapang Rhizopus oligosporus

Kecap. Kecap merupakan salah satu pelengkap makanan yang terbuat dari kedelai hitam. Kecap merupakan ekstrak dari hasil fermentasi kedelai yang dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti gula, garam dan bumbu untuk meningkatkan cita rasa makanan.

Untuk mengambil sari-sari kedelai pada proses pembuatan kecap diperlukan teknik pemecahan atau perombakan zat-zat yang terdapat dalam kedelai dengan proses fermentasi.

Saus hitam manis ini memang cocok banget buat cocolan tahu dan tempe, apalagi kalau kecapnya ditaburi dengan irisan cabai dan bawang.

Tape Ketan. Tape merupakan makanan fermentasi yang terkenal di seluruh pulau Jawa. Masyarakat Jawa Barat sampai masyarakat Jawa Timur mengenal tape sebagai makanan daerahnya.

Ragi tape terdiri dari campuran berbagai macam mikroorganisme. Mikroorganisme yang utama adalah ragi Saccharomyces cerevisiae lalu terdapat juga Endomycopsis burtoniiCandida utilisPediococcus spBacillus sp, dan beberapa mikroorganisme lainnya.

Ragi tape ketan lebih spesifik mengandung Amylomyces rouxii yang berperan penting dalam fermentasi tape ketan.


Baca Juga:


Tape Singkong. Tape singkong biasa juga disebut peyeum bagi masyarakat Sunda di Jawa Barat. 

Peyeum berbeda dengan tape ketan pada umumnya karena teksturnya lebih kering dan lebih sedikit mengandung air.

Tape singkong dibuat dengan cara mengukus singkong yang telah dikupas kulitnya kemudian ditaburi ragi tape dan kemudian difermentasi selama 2-3 hari dalam bungkus daun pisang. 

Tauco. Proses pembuatan tauco dimulai dari kacang kedelai yang direbus, dihaluskan, diaduk dengan tepung terigu, lalu dibiarkan hingga tumbuh jamur.

Jamur ini berasal dari fermentasi tauco yang direndam dengan air garam. Kemudian, dijemur selama beberapa minggu hingga keluar aroma khas tauco.

Tempoyak. Tempoyak merupakan makanan fermentasi khas daerah Sumatera dengan bahan baku daging buah durian.

Pembuatan tempoyak dilakukan dengan fermentasi spontan dengan cara memeram daging buah durian yang dibungkus dan diisolasi secara rapat.

Tempoyak disajikan sebagai makanan pendamping nasi atau dijadikan sambal dan bumbu masakan.

Itu dia beberapa makanan khas Indonesia dengan hasil fermentasi. Kalau kamu suka yang mana, nih?

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Empat Macam Sifat Terpuji yang Bisa Kita Tiru!
Previous
Empat Macam Sifat Terpuji yang Bisa Kita Tiru!
Manfaat Kayu Manis ini Sangat Baik untuk Menjaga Kesehatan
Next
Manfaat Kayu Manis ini Sangat Baik untuk Menjaga Kesehatan
Related Articles
Back to
top