x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Benarkah Lompat Tali Olahraga Peninggi Badan? Ini Jawaban Sebenarnya!


Lompat-tali-olahraga-peninggi-badan

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Memiliki tubuh tinggi merupakan impian banyak orang.

Tak heran banyak orang yang melakukan segala cara agar mendapatkan tubuh jenjang proporsional, mulai dari memakan buah, suplemen peninggi badan, dan berolahraga rutin.

Salah satu olahraga yang dipercaya dapat menambah tinggi badan adalah lompat tali atau skipping. Tapi benarkah lompat tali olahraga peninggi badan yang ampuh?

Lompat Tali Olahraga Peninggi Badan

Lompat tali sendiri memang digandrungi banyak orang karena merupakan olahraga kardio yang mudah dan juga murah. Selain menyehatkan bagi jantung dan paru-paru, skipping diklaim bisa menjadi cara cepat menambah tinggi badan.

Benarkah lompat tali olahraga peninggi badan termasuk cara yang efektif? Berikut pembahasannya.

Faktor Menentukan Tinggi Badan

For your information, faktor utama yang menentukan tinggi badan seseorang adalah gen. Sekitar 60-80 persen dari tinggi badan kita ditentukan oleh genetik warisan orang tua, lho.

Kalau orang tua kita memiliki tubuh yang mungil, maka besar kemungkinan sang anak akan memiliki postur yang juga tidak terlalu tinggi.

Sisanya tergantung pada faktor lingkungan, terutama nutrisi makanan dan rutinitas aktivitas fisik sehari-hari kamu.

Faktor Olahraga

Selain pengaruh gen dan makanan, olahraga teratur juga dapat membantu menambah tinggi badan. Pasalnya selama berolahraga, tubuh melepaskan lebih banyak hormon pertumbuhan (HGH) yang memang diperuntukkan untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan yang lebih maksimal.

Selain itu, olahraga juga akan membantu menguatkan struktur otak dan tulang. Lalu, bagaimana dengan skipping?

Nah, saat kita melakukan skipping, tulang juga dilatih untuk menerima beban dengan menopang berat badan. Pembebanan inilah yang memicu terbentuknya sel-sel tulang yang baru.

Namun, manfaat skipping sebagai cara menambah tinggi badan tidak bisa dinikmati semua orang.

Lompat tali membantu menambah tinggi badan khususnya jika sudah rutin dilakukan sejak masa kanak-kanak.


Baca Juga:


Meski memang kelenjar pituitari tidak pernah berhenti memproduksi hormon HGH, tapi jumlahnya akan memuncak selama masa pubertas dan kemudian berangsur-angsur menurun setelah usia kepala tiga.

Pertumbuhan dan pembentukan sel-sel tulang baru pada saat masa kanak-kanak serta remaja akan memengaruhi ukuran tulang menjadi semakin panjang.

Tinggi badan pun akan bertambah dengan pembentukan sel-sel tulang yang baru itu secara maksimal.

Benarkah-Lompat-Tali-Olahraga-Peninggi-Badan

Perlukah orang dewasa melakukan lompat tali rutin?

Faktor produksi HGH dan pertumbuhan tulang memang lebih cepat pada anak-anak.

Perlu diingat juga, ni,h bahwa tinggi badan akan berhenti tumbuh ketika lempeng epifisis (bagian tulang panjang) menutup.

Nah, jadi tinggi badan wanita umumnya akan berhenti tumbuh sekitar usia 16 tahun, dan 18 tahun untuk pria. Itu berarti tinggi badan kita akan mentok di usia itu, Moslem Fellas.

Sementara itu, tinggi badan pria dan wanita akan menyusut mulai usia 40 tahun.

Nah, tidak heran jika lompat tali membantu menambah tinggi badan dan menjadi salah satu aktivitas fisik yang sangat membantu pertumbuhan tinggi badan anak.

Bagi mereka yang berusia di atas 30, efek skipping untuk menambah tinggi biasanya tidak terlihat.

Meskipun bagi orang dewasa tidak bisa membuat badan jadi lebih tinggi, tapi rajin lompat tali bisa memperkuat otot serta menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.

Pada orang dewasa yang sudah tidak mengalami pertumbuhan, pembentukan sel-sel tulang baru akan mengisi tulang agar menjadi semakin padat dan tetap kuat dan menurunkan risiko pengeroposan tulang.

Selain memperkuat tulang, gerakan lompatan yang dilakukan berulang kali juga akan membentuk otot-otot kaki menjadi semakin kuat.

Jadi, saat di usia kepala dua, teori lompat tali olahraga peninggi badan mungkin tidak terlalu berefek, tapi ada dampak positif lain yang akan didapat saat melakukannya secara rutin, ya. Selamat hidup sehat!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Mencari Doa Saat Galau? Baca 6 Surat Dalam Al-Qur’an Ini
Previous
Mencari Doa Saat Galau? Baca 6 Surat Dalam Al-Qur’an Ini
Belum Usai Dengan Coronavirus, Flu Burung di China Mewabah
Next
Belum Usai Dengan Coronavirus, Flu Burung di China Mewabah
Related Articles
Back to
top