x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

6 Larangan Saat Haid Menurut Hukum Islam


larangan-saat-haid

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Bagi Muslimah yang sudah baligh, perihal ibadah dan hal lainnya tidak selalu bisa dilakukan karena adanya halangan yang disebabkan haid. Lantas, apa saja larangan saat haid?

Haid atau dalam istilah biologis menstruasi, adalah suatu proses biologis yang terjadi pada wanita.

Saat terjadi menstruasi pada wanita, maka ia akan mengelurakan darah dari alat kelaminnya (vagina).

Proses ini terjadi secara rutin setiap bulannya. Bisa teratur atau tidak bergantung juga kepada kondisi tubuh masing-masing wanita.

Saat proses ini biasanya berdampak pula pada psikologis wanita. Menjadi sedikit lebih sensitif perasaanya dan emosional.

Hal ini karena adanya perubahan hormon pada wanita, yang mengakibatkan pula adanya perubahan kondisi psikologisnya.

wanita perlu mengetahui pula bagaimana cara menyelesaikan agar tidak berdampak pada aktivtias lain.

Mereka bertanya kepadamu tentang Haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Qs. Al-Baqarah : 222).

Dalam ayat di atas disampaikan bahwa Haid (darah Haid) adalah kotoran. Oleh sebab itu, dalam kondisi seperti itu wanita dianggap tidak suci.

Bukan karena diri secara keseluruhan melainkan akibat darah Haidh yang dikeluarkan.

Maka dari itu, setiap darah yang keluar saat proses Haidh adalah suatu kotoran yang tidak suci.

Larangan saat Haid yang Perlu Dijauhi Menurut Islam

  1. Shalat

Dari Aisyah RA, “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita. (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadist tersebut, saat wanita mendapatkan haid maka wanita tidak boleh shalat dan tidak boleh berpuasa.

Disadari bahwa saat haid yang mengeluarkan darah kotor secara terus-menerus, sama seperti mengeluarkan najis secara terus-menerus maka tidak diperkenankan shalat.

Wanita Muslimah masih bisa mengingat Allah dan melaksanakan ibadah dengan melakukan dzikir.

  1. Puasa

Wanita Muslimah yang berhalangan untuk puasa, maka wajib untuk mengqodo atau menggantinya dilain waktu selain dari waktu puasa wajib Ramadan.


Baca Juga:


Jika shalat tidak wajib untuk diganti, berbeda dengan puasa maka wajib untuk diqodo di lain waktu.

Bukan hanya diharamkan untuk berpuasa Ramadan, puasa-puasa sunnah pun dilarang tentunya ketika wanita dalam masa haid dan nifas.

inilah-larangan-saat-haid

  1. Berhubungan Sexual

Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima’ “(HR. Muslim).

Dalam hadis disebutkan bahwa bercumbu dengan wanita haid tidak masalah selagi tidak terjadi proses di kemaluan.

Banyak ulama yang bersepakat terhadap pemahaman syariat Islam bahwa saat wanita mendapatkan haidh, dilarang melakukan hubungan suami istri (berjima) hingga proses terjadinya pembuahan.

  1. Tawaf

Rasulullah menyampaikan kepada Aisyah SAW,

Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Tawaf dalam berhaji juga adalah hal yang dilarang untuk dilaksanakan ketika wanita mengalami haidh. Maka, aktivitas tawaf dilewatkan bagi wanita yang mengalami haid.

  1. Masuk ke masjid

Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haid.” (HR. Abu Daud).

Masuk ke masjid dalam hal ini beberapa ulama mengalami perbedaan pendapat. Beberapa menyatakan tidak boleh atas dasar hadis tersebut.

Namun, sebagian juga berpendapat bahwa tidak masalah selagi tidak melakukan shalat dan berpotensi mengeluarkan najis kotoran haidh yang bisa mengotori kesucian tempat ibadah.

  1. Membaca Kitab Al-Quran

Wanita Muslimah yang sedang dalam kondisi haid tidak suci, sehingga dilarang untuk menyentuh mushaf Al-Quran yang suci. Sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran,

 “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Qs. Al-Waqiah : 79).

Terkait membaca Al-Quran selagi tidak dalam kondisi memegang para ulama menyatakan tidak masalah. Dalam konteks belajar atau studi, hal ini juga diperbolehkan.

Sobat, meskipun dalam kondisi tidak suci, aktivitas ibadah dan amalan shalih masih banyak yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat, ya!



Buat Tulisan
Jangan Salah, Seperti Ini Cara Mandi Wajib Bagi Wanita
Previous
Jangan Salah, Seperti Ini Cara Mandi Wajib Bagi Wanita
Info Penting! Ini Manfaat dan Bahaya Bawang Putih untuk Lambung
Next
Info Penting! Ini Manfaat dan Bahaya Bawang Putih untuk Lambung
Related Articles
Back to
top