x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kisah Khalid bin Walid, Sang Panglima Tempur yang Tak Terkalahkan


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Siapakah Pedang Allah SWT di dunia? Ia bernama Khalid bin Walid bin Abdullah bin Umair bin Makhzum.

Ia mendapat julukan saifullah atau pedang Allah SWT. Seorang pahlawan Islam, panglima para mujahid, dan pemimpin pasukan yang dibantu Alah SWT.

Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang termasyuhur dan ditakuti di medan tempur. Ia memiliki ide-ide yang cemerlang, keperkasaan yang tiada tara, dan taktik yang jitu.

Beliau adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya, baik di masa jahiliah maupun setelah Islam.

Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar bin Khatab, Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupu.

Awalnya, Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya.

Pada saat Perang Uhud, Khalid yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin. Namun justru setelah perang itulah Khalid masuk Islam.

Ayahnya bergelar Abdu Syams. Ia salah seorang hakim dikalangan bangsa Arab pada masa jahiliah.

Ia juga salah seorang pemimpin terkemuka suku Quraisy. Kekayaan yang dimilikinya sangat banyak.

Dia menghormati Kabah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Kabah.

Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah SAW sangat bahagia karena Khalid memiliki kemampuan berperang yang dapat membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad.

Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000.

Tak ada rasa ragu sama sekali di dalam hatinya untuk menghadapi perang yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.

Dalam Perang Yarmuk, jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang jumlahnya berlipat-lipat.

Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid bin Walid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya.

Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang.

Ia membagi pasukan Islam menjadi 40 kotingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.

Strategi Khalid ternyata sangat berhasil. Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang luar biasa.


Baca Juga:


Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit berhasil memukul mundur lawan.

Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah atau perang melawan orang-orang murtad.

Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada perintah Abu Bakar di Madinah.

Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan, Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut.

Hasilnya kemenangan pun ada dipihak Khalid.

Ada yang menarik dari kisah Khalid bin Walin. Dia memanglah sempurna di bidangnya.

Ahli membuat strategi perang, mahir dengan segala senjata, piawai dalam berkuda, karismatik, tidak sombong dan selalu berlapang dada saat berada dalam puncak popularitasnya.

Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun.

Setelah menuntaskan perangnya dengan begitu sempurna, ia serahkan kepemimpinan tersebut kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.

Khalid tidak mempunyai obsesi dan tidak menjadikan popularitas sebagai tujuannya. Ia menganggap sebagai sebuah perjuangan semata-mata mengharap ridha Sang Maha Pencipta.

Di mana pun posisinya, Khalid tetap masih bisa berperang dan staminanya tetap prima.

Khalid bin Walid akhirnya dipanggil oleh Allah SWT. Umar bin Khatab menangis karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya “Si Pedang Allah” kembali kepangkuan-Nya.

Sobat Moslem, seperti itulah kisah Khalid bin Walid. Nilai kegigihan dan ikhlas yang dimiliki sahabat Rasulullah SAW ini bisa kita jadikan contoh. Semoga bermanfaat!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Amalan yang Memperpanjang Umur, Resep Dari Rasulullah SAW
Previous
Amalan yang Memperpanjang Umur, Resep Dari Rasulullah SAW
Dianggap Biasa, Ternyata Ini 5 Perbuatan yang Dianggap Zina
Next
Dianggap Biasa, Ternyata Ini 5 Perbuatan yang Dianggap Zina
Related Articles
Back to
top