x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Mengingat Kisah Nabi Ayub, Sudah Seberapa Sabarkah Kamu?


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sosok Nabi Ayub terkenal sabar dan penyayang. Dua sifat baik yang dimilikinya inilah Allah membanggakan Nabi Ayub kepada seluruh makhluk-Nya.

Kesabaran Nabi Ayub itu terbukti dari berbagai ujian yang beruntun harus dia hadapi tanpa mengeluh sedikit pun.

Sesungguhnya belum ada apa-apanya bagi kita selama ini jika masih kerap meragukan bahwa Allah akan selalu ada bagi hamba-Nya yang ikhlas dan selama ini kita belum bisa bersabar selalu ingin menyerah.

Kisah Nabi Ayub

Dulunya Nabi Ayub hidup sangat kaya dengan harta yang berlimpah ruah, contohnya saja unta, sapi, kambing, kuda, dan keledai yang jumlahnya tak ada yang bisa menyaingi kala itu.

Beliau juga mempunyai tanah yang luas. Allah memberi karunia lain berupa keluarga besar, para istri beserta anak laki-laki dan perempuan. Nabi Ayub sangat terkenal sebagai orang yang baik, bertakwa, dan menyayangi orang-orang miskin.

Beliau sudah biasa memberi makan orang miskin, menyantuni anak yatim, janda, kaum dhuafa, dan orang yang terputus perjalanan (ibnu sabil). Beliau merupakan sosok yang rajin bersyukur atas nikmat Allah dengan menunaikan hak Allah.


Baca Juga:


Datangnya cobaan luar biasa bagi Nabi Ayub

Suatu saat, Nabi Ayub diuji penyakit yang menimpa seluruh badannya, mengalami musibah yang menimpa harta dan anaknya.

Nabi Ayub yang semula kaya raya dibangkrutkan oleh Allah. Satu per satu nyawa anak-anaknya dicabut hingga tidak tersisa. Ia pun terkena penyakit kulit, yaitu judzam (kusta atau lepra). Badan Nabi Ayub membusuk, sehingga banyak belatung menempel di tubuhnya.

Lebih miris lagi, Beliau diasingkan masyarakat yang awalnya memuja dan menghormatinya. Ia hidup terpencil di sebuah gua. Hanya istrinya sajalah yang mau menemani Nabi Ayub atas perintahnya. Hal yang tetap ada pada dirinya hanyalah hati dan lisan yang Beliau gunakan untuk banyak berdzikir pada Allah, sehingga dirinya terus terjaga.

Dalam kondisi kesusahan, Nabi Ayub tak pernah lupa dan tetap patuh kepada Allah. Beliau senantiasa rajin berdoa memohon kesembuhan dan ketabahan menerima segala ujian hidup. Setiap kali akan shalat, dia mencabut puluhan belatung yang menempel di lukanya.

Walaupun begitu, Nabi Ayub tak pernah membunuh hewan-hewan itu, sebab pantang baginya membunuh sesama makhluk ciptaan Allah. Selama 7 tahun sakit parah dan hidup dalam kesengsaraan, Nabi Ayub kemudian diberi kesembuhan dan lulus ujian.

Mengambil hikmah dari ujian kesabaran Nabi Ayub

Kalau kita sedang ditimpa hal yang menyusahkan jiwa dan raga, ingatlah cobaan yang lebih berat yang menimpa para Nabi. Dari Abdurrahman bin Saabith Al-Qurosyi, Rasulullah juga pernah bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibah yang menimpa diriku. Musibah padaku tetap lebih berat dari musibah yang menimpa dirinya.” (HR. ‘Abdurrozaq)

Bukti sabar Nabi Ayub juga ditunjukkan oleh Beliau ketika mendapatkan musibah, yang justru mengucapkan, “Segala puji bagi Allah. Dialah yang memberi, Dialah pula yang berhak mengambil.”

Sesungguhnya tingkatan orang menghadapi musibah ada empat yaitu: Pertama, lemah yaitu banyak mengeluh pada makhluk. Kedua, sabar yang hukumnya wajib. Ketiga, ridha yang tingkatannya lebih daripada sabar. Keempat, bersyukur, ketika menganggap musibah itu suatu nikmat.

Kesabaran Nabi Ayub dilengkapi sepenuhnya ikhlas karena Allah. Beliau adalah orang yang benar-benar kembali pada Allah sekaligus pasrah atas segala urusan dunia dan akhiratnya.

Beliau juga adalah orang yang rajin berdzikir dan berdoa, serta punya rasa cinta yang besar pada Sang Pencipta. Inilah yang dicontohkan Nabi kita yang penyabar, Nabi Ayub. Semoga bisa menjadi pengingat agar ujian dan cobaan tidak menggoyahkan sedikit pun iman dan kesabaran kita. Aaamiiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Trik Memiliki Rumah Sederhana Tapi Mewah
Previous
5 Trik Memiliki Rumah Sederhana Tapi Mewah
Danau Setu Patok, Wisata Alam Indonesia yang Tenang nan Romantis
Next
Danau Setu Patok, Wisata Alam Indonesia yang Tenang nan Romantis
Related Articles
Back to
top