x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Gangguan Kepribadian Ganda yang Munculkan Banyak Identitas Diri


Kepribadian-ganda

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Masalah kehidupan membuat seseorang tidak bisa terhindar dari kondisi stres. Tingkat stres yang berlebihan bisa mengganggu fisik dan psikis seseorang.

Jika dibiarkan begitu saja, berisiko berkembang menjadi gangguan mental, seperti kepribadian ganda.

Apa itu Kepribadian Ganda?

Dissociative Identity Disorder (DID) atau yang lebih akrab disebut penyakit kepribadian ganda merupakan kondisi di mana dua atau lebih identitas muncul pada diri seseorang, seperti kebiasaan dan kelakuan.

Seseorang dengan kepribadian ganda menjadi kehilangan kendali terhadap pikiran, perasaan, kebiasaan, sikap, dan perbuatannya.

Pada satu identitas penderita kepribadian ganda, bisa memiliki nama, usia, jenis kelamin, ingatan, aksen bicara, etnis dan kebudayaan, cara berpakaian, hobi, makanan kesukaan, atau orientasi seksual berdeda dengan identitas lainnya. Tak hanya “mengubah” identitas yang berbeda, terkadang mereka bisa merasa jika mereka adalah seekor binatang.

Gangguan identitas disosiatif diduga berasal dari kombinasi faktor-faktor masalah yang sedang dialami dan mungkin trauma seperti kekerasan fisik, kekerasan psikologis atau emosional, atau kekerasan seksual.

Gejala Kepribadian Ganda

Bukan waktu yang sebentar untuk mendiagnosis bahwa seseorang mengalami kepribadian ganda. Pasalnya, gejala kepribadian ganda tak jauh berbeda dengan penyakit mental lainnya. Di antaranya :

  • Depresi
  • Perubahan suasana hati (mood swing)
  • Gangguan tidur, seperti insomnia, teror malam hari, dan berjalan saat tidur
  • Gangguan kecemasan, panik, dan fobia
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba
  • Gangguan makan

Beberapa orang dengan gangguan kepribadian ganda, cenderung ke arah penganiayaan diri, sabotase diri, bahkan hingga kekerasan, baik yang dilakukan pada diri sendiri ataupun orang lain.

Dilaporkan oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima, lebih dari 70 persen pasien DID telah mencoba bunuh diri atau perilaku menyakiti diri sendiri. Karenanya, perawatan sangatlah penting untuk mencegah upaya bunuh diri bagi mereka yang menderita DID.

Contoh seseorang dengan gangguan DID seperti, mereka melakukan hal-hal yang biasa tidak mereka lakukan, seperti mengendarai kendaraan dengan laju yang tak biasa, atau mencuri uang dari keluarga atau teman mereka.

Mereka merasa jika mereka memiliki dorongan untuk melakukan hal-hal tersebut dan mereka tidak punya pilihan selain melakukannya.

Cara-mengobati-kepribadian-ganda


Baca Juga:


Pengobatan Kepribadian Ganda

Sampai saat ini, tidak ada obat untuk gangguan identitas disosiatif. Namun, perawatan jangka panjang dapat membantu untuk meringankan gejala yang muncul. Perawatan tersebut seperti psikoterapi, hipnoterapi, dan terapi seni atau terapi gerakan.

Psikoterapi adalah membentuk ulang kepribadian yang berbeda dan menyatukannya. Dengan terapi psikoterapi, membantu pasien DID (dissociative identity disorder) agar memahami kondisi yang sedang ia alami, sehingga dapat mengatasi kondisi tersebut.

Dengan menjalani terapi yang tepat dan konsisten, orang yang menderita gangguan kepribadian ganda bisa menjalani hidupnya dengan normal.

Kepribadian Ganda Tidak Sama dengan Skizofrenia

Dikutip dari laman Webmd.com, skizofrenia merupakan penyakit mental parah yang melibatkan psikosis kronis.

Penderitanya tidak bisa membedakan khayalan dengan kenyataan. Penyakit ini ditandai dengan mendengar atau melihat hal-hal yang tidak memiliki dasar (delusi).

Penderita skizofrenia mengalami kesalahan penerimaan informasi dari indra seperti penglihatan, peradaban, dan pendengaran ke otak. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya halusinasi dan memicu seseorang untuk melakukan sesuatu.

Perilaku ini bukanlah menandakan bahwa orang tersebut memiliki kepribadian ganda, namun respons tubuh yang membuat munculnya halusinasi.

Gejala dari skizofrenia bisa lebih ringan atau berat, tergantung dari keparahan kondisi penderitanya.

Beberapa gejala skizofrenia di antaranya, halusinasi, delusi, tidak dapat berpikir baik dan jernih, serta kemampuan motoriknya terganggu.

Sobat Moslem, itulah hal-hal yang perlu diketahui seputar kepribadian ganda. Semoga bisa menambah imu dan wawasan kamu, ya!



Buat Tulisan
5 Tips Liburan Keliling Asia Tenggara yang Hemat Biaya
Previous
5 Tips Liburan Keliling Asia Tenggara yang Hemat Biaya
5 Tips Mengajak Anak Olahraga Demi Kesehatan Jasmani dan Rohani
Next
5 Tips Mengajak Anak Olahraga Demi Kesehatan Jasmani dan Rohani
Related Articles
Back to
top