x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Balasan Kejujuran Dalam Islam


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kejujuran dalam islam atau yang dikenal dengan istilah As-Shidqu memiliki arti kesesuaian pembicaraan dengan kenyataan menurut keyakinan orang yang berbicara, kebalikan dari As-Sidqhu sendiri adalah Al-Kadzibu (bohong).

Kejujuran adalah pondasi utama dalam membentuk sebuah nilai-nilai kepercayaan, karena jujur identik dengan kebenaran. Allah berfirman yang artinya,

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah SWT, dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al- Azhab: 70)

Sobat Moslem, orang yang perkataannya sesuai dengan perbuatannya adalah orang yang beriman. Karena mereka tau, sangat berdosa besar bagi orang-orang yang tidak mampu menyesuaikan perkataan dengan perbuatannya. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. Al- shaff: 2-3)

Jangan pernah takut untuk menempatkan diri berada pada kejujuran, karena Allah sangat menyukai orang-orang yang mau taat terhadap perintah-Nya.


Baca Juga:


Berikut janji Allah terhadap orang-orang yang jujur:

Mendapat Balasan Surga.

Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda:

 “Hendaklah kalian (berbuat) jujur! Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkannya ke Surga. Dan senantiasa seorang (berbuat) jujur dan menjaga kejujurannya hingga ditulis disisi Alloh sebagai Ash-Shiddiq (orang yang jujur). (HR. Muslim: 4721)

Diberi Ketenangan Hati.

Dari Hasan Bin Ali rodhiallohu anhuma:

“Aku hafal dari Rosululloh sholallohu alaihi wassalam: “Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan bohong adalah kecemasan”. (lihat Shohih Jami’: 3377)

Menjadi Pendamping Para Nabi

Allah SWT berfirman yang artinya,

”Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rosul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh, mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (QS. An-Nisaa’: 69)

Mendapatkan Keberkahan

 “Penjual dan pembeli (memiliki) pilihan sebelum mereka berdua berpisah, jika berdua berkata jujur dan menjelaskan (kekurangannya) maka diberkahi jual beli mereka. Dan jika berdua menyembunyikan (kekurangan) dan berbohong maka dihapus keberkahan jual beli mereka berdua”. (HR. Bukhori: 1937)

Diangkat Ke Tingkatan Orang yang Syahid

Rosululloh sholallohu alaihi wassalam bersabda:

 “Barangsiapa meminta kepada Alloh mati syahid dengan jujur, Allah angkat dia ketingkatan orang-orang yang syahid”. (HR. Muslim: 1773)

Masha Allah, sungguh besar kenikmatan yang Allah berikan untuk hambanya yang mau menanamkan kejujuran dalam kehidupannya.

Sobat, ingatlah kejujuran dalam islam dianggap sangat penting untuk membentuk pondasi kepercayaan. Selain ayat-ayat di atas, sangat sesuai juga dengan pepatah yang sering mengatakan

“Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana”.

Orang yang jujur, kehidupannya akan baik dan berkah. Karena Allah akan senantiasa memberikan kebaikan bagi orang-orang yang berani dan mau melakukan kebaikan juga. Semoga kita selalu berada dalam kebenaran dan jauh dari godaan syetan yang keji. Aamiin.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
3 Pandangan Ulama Tentang Wanita Berkarir dalam Islam
Previous
3 Pandangan Ulama Tentang Wanita Berkarir dalam Islam
Berapa Pahala Shalat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram?
Next
Berapa Pahala Shalat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram?
Related Articles
Back to
top