x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kebakaran Hutan di Australia Duka Kita Semua, Apa Penyebabnya?


Kebakaran-hutan-di-Australia

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Saat ini Australia sedang menghadapi krisis dan bencana setelah musim kebakaran terburuk dalam seluruh sejarah negara tersebut.

Dilansir dari New York Times, Washington Post, dan The Guardian, kebakaran telah memburuk, karena pemadam kebakaran memberi peringatan pada warga bahwa mereka kemungkinan harus meninggalkan beberapa kota agar bisa mengungsi dengan aman.

Ahli ekologi University of Sydney memperkirakan bahwa hampir setengah milyar mamalia, unggas, dan reptile meninggal akibat kebakaran hutan di Australia ini.

Kebakaran semakin memburuk akibat tiupan angin kencang dan tidak turunnya hujan. Lalu, apa penyebab kebakaran hutan di Australia?

Apa yang sedang terjadi dan apa penyebabnya?

Ada rentetan kebakaran hutan di Australia sejak September 2019 hingga saat ini, kebanyakan terjadi di sepanjang pantai timur dan selatan. Lokasi ini merupakan tempat tinggal warga Australia.

Kebakaran ini tentu menjadi duka bagi dunia, FOX melaporkan bahwa hampir 6 juta hektare hutan dan semak-semak ludes terbakar, luas kebakaran 6 kali lebih luas dari yang terjadi di hutan hujan Amazon seluas 930.000 hektare pada tahun 2019.

Sebelum-dan-sesudah-kebakaran-hutan-di-Australia

Australia memang memang memiliki "musim kebakaran", tapi yang bencana kebakaran kali ini menjadi yang terburuk dan membuat para ahli cemas, Moslem Fellas.

Menurut New York Times hal ini dikarenakan kombinasi "cuaca panas yang memecahkan rekor, kekeringan, dan kondisi angin kencang.” Pemerintah Australia pun mengonfirmasi bahwa tahun 2019 adalah tahun paling panas dan kering sepanjang sejarah di negara kanguru tersebut.

Sejak Jumat minggu lalu, inilah tampilan makro area yang terkena dampak kebakaran hutan di Australia, menurut peta api dari situs geosains pemerintah Australia:

Dampak-kebakaran-di-Australia

Kondisi para pengungsi dan korban kebakaran

Palang Merah Australia mengatakan bahwa banyak warga yang membutuhkan sumbangan pakaian layak, makanan dan obat-obatan.

Kebakaran ini bahkan sudah menelan 19 orang jiwa dan puluhan ribu orang hilang. Warga sekitar kebakaran banyak yang meninggalkan rumah, bahkan ada yang rela rumahnya dilalap api.


Baca Juga:


Hingga saat ini banyak donatur yang membantu para korban bencana. Menurut CNN, para donator dapat menyumbang ke St. Vincent de Paul Society Australia, organisasi yang akan membantu keluarga pengungsi untuk membayar tagihan dan membangun kembali rumah mereka.

Penyebab-kebakaran-hutan-di-Australia

Nasib Binatang di Australia

Australia tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi jutaan rakyatnya, tapi juga menjadi rumah bagi ribuan hewan.

Hewan-hewan khas Australia seperti, Koala dan Kanguru banyak ditemukan tewas terbakar api. Koala paling berisiko dalam situasi kebakaran seperti ini, karena kanguru dan hewan asli Australia lainnya bisa bergerak dengan cepat dan kabur lebih mudah, sementara koala memiliki pergerakkan yang lebih lambat.

Nasib-kanguru

Dampak dari kebakaran hutan di Australia ini banyak koala yang mati. Menurut Newsweek, para ahli memperkirakan 8.000 koala di area New South Wales mati pada kebakaran tahun ini karena tidak bisa lari dari bencana ini. Dan bahkan koala yang berhasil kabur pun mengalami luka serius, Moslem Fellas.

Koala-di-Australia

Kebakaran hutan di Australia menjadi duka kita semua, bencana alam ini tentu terjadi karena kehendak dan takdir Allah. Semoga Allah memberikan jalan keluar atas cobaan ini. Mari Moslem Fellas kita do’akan agar bencana ini segera berakhir, aaamiiinn Allahumma aamiin.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Sensasi Makan yang Berbeda di Warteg Kekinian di Jakarta
Previous
Sensasi Makan yang Berbeda di Warteg Kekinian di Jakarta
5 Tips agar Tidak Ngantuk Tanpa Permen dan Kafein
Next
5 Tips agar Tidak Ngantuk Tanpa Permen dan Kafein
Back to
top