x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Awal Mula Kapur Barus dan Kegunaannya


Kapur barus

 (sumber: dekoruma)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kapur barus atau yang lebih sering kita sebut kamper, sejatinya merupakan bahan pengawet yang ditemukan pada mumi-mumi Raja Mesir kuno atau Firaun.

Belum banyak yang tahu kalau bahan yang satu ini berasal dari sebuah daerah Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Yap, kapur barus adalah produk asli Indonesia! Dikutip dari laman Kumparan, J. Fachruddin Daulay, staf pengajar Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, dalam artikel 'Bandar Barus dalam Catatan Sejarah' menyatakan, hasil kapur barus pernah sangat diminati pasar dunia. 

Kapur Barus, Apa Kegunaannya?

Penting kamu ketahui, kapur barus sebenarnya diolah dari cairan yang dikeringkan hasil ekstraksi pohon kamper (Cinnamomum camphora). Di Sumatera sendiri tidak hanya disebut barus, tapi dikenal juga dengan nama haburuan atau kaberun.

Menurut data yang dikutip dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sejatinya  kapur barus tidaklah berbahaya bagi kesehatan manusia dan aman digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Manfaat kapur barus

(sumber: bobo grid)

Namun pada kapur barus yang kita temui sekarang, sebagian besar dibuat secara sintesis dari minyak dan dicampur dengan zat kimia. Nah, campuran itulah yang memberi beberapa dampak negatif jika digunakan dalam jumlah berlebihan.


Baca Juga:


Melansir laman Rumah.com, beriku ini beberapa poin penggunaan kapur barus yang aman dalam kebutuhan sehari-hari:

  • Sebisa mungkin jauhi dari jangkauan anak-anak, terutama balita yang mudah menelan benda berbentuk menarik dan berwarna warni. Taruh di tempat yang aman misalnya di atas lemari atau rak tertutup. Selain itu, hindarkan bayi dari paparan kapur barus.
  • Sebaiknya tidak perlu menggunakan pewangi dari kapur barus pada lemari pakaian bayi. Pasalnya, zat kimia dalam kamper dikhawatirkan menempel langsung pada pakaian dan bisa memicu pecahnya sel darah merah serta meningkatkan kadar bilirubin dalam darah bayi.
  • Bagi yang mempunyai kulit sensitif, ada baiknya tempatkan kapur barus dalam sebuah wadah, atau dibungkus dahulu menggunakan tisu. Cara ini guna meminimalisir paparan langsung ke pakaian, apalagi memicu reaksi alergi atau iritasi kulit.
  • Kalau di rumah ada hama tikus yang mengganggu pekarangan rumah, kapur barus bisa menghalau hewan pengerat ini agar menjauh lho. Cukup tempatkan kapur barus di tanah dekat tanaman kesayangan, di sekitar kebun, atau area tempatnya bersembunyi.

Kandungan kapur barus

(sumber: 99.co)

  • Saat membersihkan ruangan menggunakan vacuum cleaner, kita juga bisa menambahkan beberapa butir kapur barus ke dalam vacuum. Dengan cara ini, zat aktifnya bisa membunuh kutu atau serangga yang bersembunyi di perabotan.
  • Kapur barus juga bisa bermanfaat mencegah perak dari karat. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menyimpan benda yang terbuat dari perak ke dalam tas/bungkusan yang diisi satu atau dua butir kapur barus.
  • Demi meminimalisir risiko gangguan kesehatan, hindari terlalu lama menghirup aroma kapur barus ya. Pakai dalam jumlah secukupnya dan jauhkan juga dari jangkauan hewan peliharaan.

Nah, itulah sejarah dan fungsi kapur barus yang bisa menambah wawasan! Jangan lupa selalu perhatikan penggunaan ya, Moslem Fellas!

Danur K Atsari



Buat Tulisan
10 Aktor Korea Termahal, Berapa Pendapatan Per Episodenya?
Previous
10 Aktor Korea Termahal, Berapa Pendapatan Per Episodenya?
Apakah Kelenjar Getah Bening Menular? Cari Tahu Faktanya
Next
Apakah Kelenjar Getah Bening Menular? Cari Tahu Faktanya
Related Articles
Back to
top