x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kerajinan Kain Tenun Suku Baduy Sebagai Identitas Masyarakat Baduy


Kain-tenun-suku-Baduy

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat banyak jika dibandingkan dengan negara mana pun. Salah satu karya Indonesia yang patut dibanggakan adalah kain tenun Suku Baduy.

Meskipun tidak begitu dikenal seperti kain songket Palembang atau Batik Pesisiran, kain tenun Suku Baduy ini memiliki kekhasan tersendiri baik dari segi bahan mau pun ragam hias yang mendasari pembuatannya.

Bagi masyarakat di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes ini, menenun adalah kegiatan nenek moyang yang harus dijaga kelestariannya.

Di Indonesia, keahlian membuat tenun telah dimiliki oleh masyarakat pada abad ke-8 sampai abad ke-2 sebelum masehi.

Bagi Suku Baduy, keterampilan senin tenun tidak terlepas dari latar belakang yang dipengaruhi unsur sejarah.

Kegiatan menenun bagi suku Baduy merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kaum wanita. Sudah sejak usia dini mereka diajarkan bagaimana cara untuk menenun kain.

Tenun Baduy dipercaya memiliki makna simbolis yang berhubungan dengan tradisi dan kepercayaan orang Baduy.

Bagi mereka, selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sandang, tenun juga berfungsi sebagai identitas, khususnya terhadap nilai-nilai adat yang juga melambangkan eksistensi mereka.

Proses Menenun Kain Tenun Suku Baduy

Kain tenun suku Baduy dibuat dengan bantuan alam. Proses dimulai dengan kapas yang dipintal hingga membentuk benang. Kapas ini merupakan salah satu bahan utama.

Kapas itu mereka proses menjadi benang dengan pemintalan sederhana, kemudian ditenun dengan alat dari kayu yang mereka buat sendiri. 

Proses menenun bisa dalam hitungan minggu hingga berbulan-bulan. Lamanya proses ini disebabkan oleh besar dan kerumitan motif kainnya.

Kain-tenun-suku-Baduy

Motif-Motif Kain Tenun Suku Baduy

Biasanya, motif kain tenun suku Baduy berupa garis warna-warni dan motifnya terinspirasi dari alam.

Kain tenun suku Baduy selalu digunakan dalam pembuatan baju adat. Terlebih jika Suku Baduy Dalam yang masih memegang teguh aturan adat.


Baca Juga:


Pada suku Baduy Dalam, pakaian harus terbuat dari kapan dan tidak boleh menggunakan mesin jahit dalam pembuatannya.

Untuk suku Baduy Dalam, warna didominasi dengan warna putih. Warna ini diartikan dengan suci dan aturan yang belum terpengaruh dengan budaya luar.

Sedangkan bagi masyarakat suku Baduy Luar,  kain berwarna hitam dan biru tua menjadi warna yang sering dipakai.

Keistimewaan-kain-tenun

Untuk kaum perempuan kain digunakan dalam membuat baju adat yang memiliki bentuk menyerupai kebaya.

Penggunaan kain tenun suku Baduy tidak hanya diperuntukan bagi pakaian adat saja. Majunya pariwisata di Baduy Luar dimanfaatkan para penduduk sekitar untuk menjual kain kepada wisatawan yang datang berkunjung ke daerah mereka. 

Jika kamu tertarik untuk melihat masyarakat Suku Baduy menenun kain tenun Baduy, kamu dapat mengunjungi mereka di Kampung Cibeo, salah satu kampung di Desa Kanekes.

Di sini kamu dapat belajar dan mempelajari rumitnya proses pembuatan kain yang dilakukan secara menenun.

kerajinan-kain-tenun-suku-Baduy

Ada satu hal yang menarik dari kain tenun suku Baduy ini, kegiatan menenun hanya boleh dilakukan oleh kaum perempuan saja.

Konon katanya, jika pihak laki-laki terkena alat tenun apalagi mencoba kegiatan tradisi ini maka laki-laki tersebut akan berubah perilakunya menjadi seperti perempuan.

Sobat, perkembangan yang terjadi pada seni tenun masyarakat adat Baduy dapat dinilai merupakan ungkapan kreativitas dari kebudayaan itu sendiri. Semoga informasi kain tenun suku Baduy bermanfaat, ya!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Yuk Ubah Posisi Tidur untuk Mencegah Keriput Saat Tidur
Previous
Yuk Ubah Posisi Tidur untuk Mencegah Keriput Saat Tidur
Sate Bandeng, Warisan Kuliner Nusantara Khas Serang
Next
Sate Bandeng, Warisan Kuliner Nusantara Khas Serang
Related Articles
Back to
top