x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Fashion & Beauty

Penyebab Tumbuhnya Jerawat di Bibir dan Cara Mengatasinya


jerawat-di-bibir

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Kondisi kulit wajah yang tidak bersih menjadi tempat yang sangat disukai bagi perkembangan bakteri yang dapat memicu terjadinya peradangan, serta munculnya berbagai jenis jerawat.

Mulai dari whitehead (komedo), blackhead (komedo), hingga jerawat yang terdapat nanah pada bagian ujungnya (pimples).

Hal ini disebabkan oleh banyaknya kelenjar minyak (sebasea) yang berada di area-area ini. Kelenjar minyak akan menghasilkan sebum yang berfungsi untuk melumasi rambut serta kulit.

Jika berlebihan, sebum dan sel kulit mati akan menumpuk pada folikel rambut dan menyumbatnya. Mengingat tidak terdapat banyak kelenjar minyak yang ada pada sekitar bibir, munculnya jerawat di bibir dapat berarti adanya kondisi lain yang menyebabkan kondisi seperti ini.

Benarkah Jerawat di Bibir atau Malah Gejala Herpes?

Benjolan pada area bibir dapat terlihat berupa luka lepuh atau  lenting, yaitu gangguan kulit yang dapat diartikan sebagai pertanda adanya infeksi virus herpes simpleks.

Biasanya, gejala ini akan tumbuh berkelompok pada suatu area permukaan kulit, kondisi ini mungkin sekilas tampak seperti sekumpulan jerawat.

Yang membedakan kedua lentingan ini adalah jerawat dapat muncul di area tubuh lain, sementara  lenting herpes simpleks cenderung hanya muncul pada satu area saja di waktu yang bersamaan, biasanya di area mulut atau area kemaluan.

Selain dapat dilihat dari tempat tumbuh, berikut ini beberapa faktor lain yang membedakan antara masalah jerawat dan herpes:

  • Jerawat akan terasa sakit ketika disentuh, sedangkan herpes cenderung lebih terasa gatal dan panas seperti luka bakar ringan.
  • Herpes terlihat seperti kulit yang melepuh dan berisi cairan bening, sementara jerawat berupa benjolan yang dapat berisi komedo ataupun zat radang sepeti nanah.
  • Meskipun keduanya dapat muncul di ujung bibir, namun lenting herpes selalu muncul secara berkelompok. Inilah yang membedakannya dengan jerawat, yang  tumbuh hanya pada satu atau beberapa  titik saja.
  • Lenting pada herpes dapat diikuti dengan gejala herpes simpleks lainnya, seperti demam, kelelahan, nyeri otot, gelisah, juga pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher dan terasa sakit.

Jika jerawat di bibir kita lebih menyerupai lenting yang disertai dengan gejala-gejala di atas, maka untuk memastikan tanda dan gejala yang dialami  disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, dan pastikan tidak dengan sengaja memecahkan lenting tersebut.

Karena, herpes simple termasuk penyakit menular seksual yang sangat mudah menyebar hanya melalui kontak langsung pada kulit serta air  liur penderitanya. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat dan sesegera mungkin.

cuci-muka

Kenali Faktor Penyebab Jerawat di Bibir

Jika benjolan yang muncul pada area bibir maupun area kulit lain memang merupakan jenis jerawat, maka berikut adalah beberapa fakta mengenai jerawat yang perlu kita ingat kembali.

  • Harus diketahui, bakteri merupakan penyebab terjadinya peradangan pada jerawat.
  • Jika anggota keluarga kita memiliki keturunan kulit berjerawat, maka mungkin saja kita akan memiliki jerawat juga.
  • Stres juga dapat memicu, bahkan memperburuk jerawat.
  • Hormon yang bernama Androgen dapat menyebabkan kelenjar sebasea membesar serta memproduksi lebih banyak sebum.  

Baca Juga:


Hormon ini akan meningkat ketika remaja laki-laki maupun perempuan telah memasuki masa pubertas, perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi, dan perempuan yang memasuki masa kehamilan.

Perempuan biasanya memiliki tingkat hormon Androgen  yang rendah, sehingga mudah mengalami jerawat yang lebih parah.

  • Mengonsumsi obat-obatan yang mengandung kortikosteroid, lithium dan androgen.
  • Mengonsumsi banyak makanan yang mengandung susu, cokelat, dan karbohidrat dapat memicu timbulnya jerawat.
  • Membersihkan kulit dengan sabun formulasi yang keras atau memiliki kandungan tertentu yang dapat membuat kulit iritasi serta memperburuk jerawat.
  • Gesekan atau tekanan pada kulit yang disebabkan karena menggosok wajah terlalu kencang, kerah yang terlalu ketat, mengenakan tas punggung, memakai helm, hingga penggunaan ponsel.
  • Memiliki pola hidup yang termasuk ke dalam pola makan dan istirahat yang tidak teratur, terkena paparan polusi, debu dan kotoran juga dapat memengaruhi pertumbuhan jerawat.

Berikut Cara Mengatasi Jerawat di Bibir

Dari beberapa fakta yang tertera di atas, kita pasti sudah dapat menyimpulkan bahwa dengan menjaga kebersihan kulit, menjauhkan diri dari stres, serta menghindari konsumsi makanan dan obat-obatan tertentu dapat membantu mengurangi jerawat yang membandel.

Lalu, apa saja langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi munculnya jerawat di bibir atau area kulit lainnya? Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

  • Pastikan kita membiasakan diri mencuci wajah sebanyak dua kali dalam sehari dengan sabun yang berbahan lembut serta ringan
  • Segera mencuci rambut jika terasa berminyak. Karena, rambut berminyak yang kotor juga dapat memicu munculnya jerawat di wajah, terutama pada sekitar area tumbuhnya rambut.
  • Tidak menggunakan produk seperti scrub wajah, masker dan astringent karena produk ini bisa menyebabkan iritasi kulit, kecuali hal tersebut atas saran dokter.
  • Pilih dan gunakan produk khusus jerawat yang mengandung bahan seperti benzoil peroksidabelerang (sulfur), resorcinol, atau asam salisilat yang berfungsi untuk mengurangi produksi minyak berlebih. Selalu perhatikan petunjuk penggunaan dan reaksi efek samping sebelum menggunakannya, bila perlu sesuaikan dengan anjuran pemakaian dari dokter.
  • Pastikan selalu membersihkan wajah dari sisa makanan yang dapat menempel pada permukaan kulit wajah, terutama pada sekitar area mulut. Karena hal ini dapat menjadi tempat bakteri menempel dan menyebabkan peradangan.
  • Menggunakan tabir surya bebas minyak untuk menghindari efek buruk sinar matahari berlebih terhadap kulit yang berjerawat.
  • Selalu memilih produk kosmetik dengan berbahan dasar air yang dapatt mengurangi munculnya jerawat.
  • Hindari memencet jerawat atau komedo dengan kondisi tangan atau permukaan kulit wajah yang belum dibersihkan.

Nah, jika jerawat yang membandel tidak kunjung berkurang atau membaik, tidak perlu merasa ragu dan menyimpulkan luka tersebut bukan jerawat.

Kita dapat berkonsultasi pada seorang  dokter kulit untuk mendapatkan obat resep maupun terapi lain yang sesuai dengan kondisi kulit saat ini.

Dengan begitu, dokter kulit akan membantu mengendalikan jerawat di bibir maupun area lainnya serta sekaligus mengurangi munculnya jaringan parut atau kerusakan lain pada kulit. Kita juga dapat berkonsultasi tentang pilihan pengobatan lain yang ingin kita lakukan.

 

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Begini Solusi Atasi Strech Mark Pada Ibu Hamil
Previous
Begini Solusi Atasi Strech Mark Pada Ibu Hamil
Terhindar dari Dosa, Ini Cara Menjaga Pandangan Menurut Islam
Next
Terhindar dari Dosa, Ini Cara Menjaga Pandangan Menurut Islam
Related Articles
Back to
top