x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Jangan Mau Diperbudak Dunia


Coba sedikit mengingat kembali, berapa waktu yang telah kita lalui yang dengan mudahnya terlewati. Sobat moslem, menata diri jangan hanya karena ingin di puji, lalu kemudian hari ini kembali lagi pada hati yang dengki. Banyak diantara kita hanya mementingkan dunianya saja, kemegahan, keindahan, jabatan, bahkan apapun yang mungkin untuk didapat pasti akan selalu dikejar. Dunia ini hanya kamuflase keindahan. Niat hati ingin mencari kebaikan ternyata malah menyulitkan diri di kemudian.

Sobat moslem, ada berapa jumlah jam dalam seminggu? Ya, 168 jam setiap minggunya. Apa saja yang kita kerjakan dalam 168 jam tersebut? Sebagian dari kita pasti menggunakannya untuk kesibukan dunia. Sobat moslem, sebenarnya bukankah tidak ada ruginya untuk kita mengambil 2 jam saja dalam seminggu dimanfaatkan untuk belajar agama, lalu kenapa masih saja malas mempelajarinya? Jangan tertipu dengan dunia. Ingat ya, dunia ini sifatnya hanya sementara.

Semakin mengejar dunia, akhirat  semakin menjauh. Tentu saja, benar hidup memang lebih baik dijalani dengan keseriusan, fokus pada tujuan. Bukan karena dunia yang terlihat dan akhirat sama sekali tidak nampak lalu kita hanya berpikir untuk mencapai dunianya saja. ketahuilah sobat, dunia itu sementara.

 

Baca Juga: Senjata Terjitu Syetan

 

Pakaian yang kita pakai, uang yang kita miliki, bahkan rumah serta jabatan yang telah kita raih umurnya tak akan panjang meskipun kita genggam erat. Nah karena itu, jika kita mengejar dunia, maka akhirat enggan mendekat. Namun jika kita selalu mengejar akhirat, maka dunia mengikuti. Orang-orang yang dicintai Allah akan dengan sangat mudah mendapatkan apa yang ia minta di dunia. Jadilah seseorang yang dicintai Allah dengan memprioritaskan urusan akhirat.

Cinta dunia termasuk penyakit hati. Jika kita sudah mencintai sesuatu, maka kita akan cenderung diperbudak oleh apa yang telah kita cintai. Sama halnya dengan orang yang jatuh cinta. Dia yang mencintai dunia akan selalu membicarakan hal-hal yang dicintainya, dimanapun, kapanpun dan pada siapapun dia berbicara pembicaraannya akan selalu tertuju pada hal kecintaannya. Dan saat itu juga sang pecinta dunia tidak akan tenang dalam dunianya karena dunia telah mencuri hatinya.

Semakin jatuh cinta pada dunia, akan banyak penyakit hati yang juga ditimbulkannya seperti dengki, sombong, serakah, dan minimnya rasa syukur. Bahkan yang paling mengerikan, saat kita takut mati hanya karena takut meninggalkan dunia serta isinya dan bukan karena takut akan siksa yang akan kita dapat setelah perbuatan di dunia.

Kebahagiaan yang semu. Semua orang pasti ingin kehidupan yang bahagia. Namun, kebahagiaan yang seperti apa? Apakah tentang harta, karir, cinta atau yang lainnya yang dapat diraih didunia? Apa itu benar-benar kebahagiaan? Kalau memang bahagia, coba kita simak lagi.

Allah SWT berfirman:

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian tanaman itu pun menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al Hadid: 20)

Jadi bagaimana? Bukankah sudah jelas, bahwa dunia itu hanyalah kesenangan yang sifatnya sementara. Jadi, jangan pernah tertipu dengan permainan dunia ya sobat. Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang hanya mencintai dunia.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Lelaki Tampan Yang Sesungguhnya
Previous
Lelaki Tampan Yang Sesungguhnya
Sombong Itu Penyakit Hati Yang Sulit Dirasa
Next
Sombong Itu Penyakit Hati Yang Sulit Dirasa
Related Articles
Back to
top